22 August 2010

Ling Ling Napi Tiongkok



Namanya Ling Ling atau lengkapnya Qui Qingling. Cantik, kuning terang, khas Tiongkok. Usianya 23 tahun. Si cantik ini ditangkap polisi dan petugas imigrasi di Bandara Juanda. Ling Ling kemudian divonis lima tahun penjara karena menyelundupkan narkoba.

Pada 30 Desember 2009, Ling Ling melahirkan anak pertamanya di Penjara Sukun, Malang, Jawa Timur. Nama sang ayah dirahasiakan. Yang jelas, pacarnya si Ling di Tiongkok Selatan sana. Karena berstatus terpidana, apa boleh buat, Ling Ling harus merawat si bayi di LP Sukun tanpa sanak keluarga.

“Anaknya Ling Ling sekarang sudah tujuh bulan, lagi lucu-lucunya. Cakep kayak mamanya,” ujar Lanny Chandra, ketua Yayasan Pelita Kasih, kepada saya.

Sejak 10 tahun silam Lanny bersama timnya aktif bikin pelayanan di penjara-penjara di Jawa Timur. Kasih obat, makanan, komunikasi dalam bahasa Mandarin, bergurau akrab... dan tak lupa kasih Alkitab untuk dibaca napi-napi Tiongkok yang hampir semuanya komunis-ateis. Sekarang, menurut Lanny, Ling Ling sudah 'bertobat', percaya Tuhan, rajin berdoa, dan rajin baca kitab suci berbahasa mandarin pemberian Pelita Kasih.

Ketika dikunjungi rombongan Pelita Kasih, Ling Ling terlihat sumringah. Beda banget dengan ketika sedang menjalani masa kehamilan di Rutan Medaeng, Sidoarjo. “Dia bahagia karena punya baby. Baby itu hiburan yang luar biasa bagi dia,” kata Lanny.

Saking bahagianya, menurut Lanny, Ling Ling menamai anaknya Lim Cu En. Artinya kira-kira: "Anugerah dari Tuhan."

Wow, napi komunis jadi Kristen dan religius! Mudah-mudahan bukan karena kepepet di dalam penjara Indonesia yang sumpek!

Lanny bilang ikut bahagia karena Ling Ling yang kini semakin religius. “Ling Ling bilang dia mendapat anugerah yang besar dari Tuhan justru setelah dia menghadapi masalah di Indonesia, di penjara,” ujar Lanny.

Ling Ling dianggap sebagai putrinya sendiri.

Qui Qingling terbukti terlibat kasus penyelundupan 8.790 butir obat bius. Dia ditangkap petugas bea cukai di Bandara Juanda pada 24 April 2009. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 28 Oktober 2009, dia divonis lima tahun penjara.

Kini, si Ling Ling harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam penjara di Malang bersama putra sulungnya. Jauh dari sanak saudara di Tiongkok. Tapi justru di balik tembok penjara dia mengenal Tuhan, menjadi pengikut Kristus.

"Di Tiongkok saya ateis. Dulu saya tidak pernah kenal yang namanya Tuhan," katanya.

No comments:

Post a Comment