13 August 2010

Christina The di Konser Ke-65 SSO



FOTO: Solomon Tong (dirigen SSO) dan Christina The (soprano).

Konser ke-65 Surabaya Symphony Orchestra (SSO) di ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (10/8/2010) malam, dimeriahkan Christina The. Meski hanya membawakan dua lagu, soprano ini memukau sekitar 800 penonton yang hadir.

SULIT dipercaya, Christina yang mungil, imut-imut, ini punya power vokal yang dahsyat. Ketika membawakan komposisi karya Wolfgang Amadeus Mozart berjudul ALMA GRANDE E NOBIL CORE, kekuatan suara Christina sangat terasa. Teknik olah vokalnya pun sudah tak diragukan lagi.

Christina memang bukan orang baru di dunia seni vokal klasik atau, di Indonesia, lebih dikenal sebagai seriosa. Akhir Juli 2010 silam, Christina tampil di Esplanade Theatre, Singapura, bersama Singapore Lyric Opera. Dia juga master vokal lulusan Royal Academy of Music di London, Inggris.

Tapi, ingat, saat bernyanyi bersama SSO, yang dipimpin Solomon Tong, Christina sedang mengandung anak pertamanya. "Usia kehamilannya sekitar lima bulan. Makanya, kami selalu mengawasi dia. Khawatir ada apa-apa," ujar keluarga dekat Christina kepada Radar Surabaya.

Sebagai dirigen senior, Solomon Tong jelas mengetahui kondisi fisik Christina yang berbadan dua. Namun, pria kelahiran Xiamen, Tiongkok, 71 tahun silam itu sangat optimistis Christina mampu memberikan persembahan terbaik buat pencinta musik di Surabaya. Dan, benar saja, Christina mampu meniti titi nada yang menantang itu dengan sukses.

Tak heran, selepas konser, Christina didatangi puluhan penonton, dari berbagai tingkat usia, untuk menyampaikan apresiasi. Istri Tri Suseno, yang kini tinggal di Perth, Australia Barat, ini pun merespons dengan senyuman manis. "Terima kasih. Terima kasih," katanya.

Belum selesai bicara dengan satu penggemar, datang lagi beberapa penggemar lain untuk minta foto bersama. Christina memang tak hanya memukau di atas panggung. Meski sudah menjadi soprano ternama, kerap tampil di berbagai konser internasional, dia tetap rendah hati. Low profile. Semua penggemar dilayani dengan ramah.

"Saya juga masih tetap belajar," kata Christina yang pernah menjuarai 15 kompetisi vokal klasik di Australia itu.

Dimuat di RADAR SURABAYA edisi JUMAT 13 Agustus 2010.

4 comments:

  1. salut sama christina!!!

    ReplyDelete
  2. jarang lho ada cewek indonesia yg menekuni vokal klasik, apalagi konsisten sampai tua. krn musik klasik bukan industri yg menguntungkan....

    freddy

    ReplyDelete
  3. Wah, memang hebat ada Christina! Sangat memukau! Well done!

    ReplyDelete
  4. Orang2 muda yang menekuni seni vokal klasik macam Christina The ini sebenarnya cukup banyak. Hanya saja, iklim musik di Indonesia nyaris tidak memebri tempat kepada art music untuk berkembang. Di televisi2, kita hanya saksikan musik industri, band2, serta gosip artis. Apresiasi musik untuk masyarakat luas jarang banget, kecuali sekali2 di TVRI.

    Maka, kita layak bersyukur punya vokalis semacam Christina dkk.
    Terima kasih untuk komentar teman-teman. Salam musik.

    ReplyDelete