03 July 2010

Romo Soni dan Romo Thoby Imamat Perak



Dua pastor kongregasi Societas Verbi Divini (SVD) asal Pulau Lembata, NTT, merayakan 25 tahun imamatnya di Gereja Santo Paulus Juanda. Misa syukur dihadiri Uskup Surabaya dan puluhan pastor.


Dua pastor itu Romo Petrus Soni Keraf SVD dan Romo Thoby Muda Kraeng SVD. Romo Soni Keraf bertugas sebagai pastor Paroki Santo Paulus Juanda, sedangkan Romo Thoby Kraeng bertugas di RKZ Santo Vincentius a Paulo Surabaya. Romo Thoby juga dikenal sebagai pastor moderator Komisi Keluarga Keuskupan Surabaya.

Sebenarnya, pesta perak imamat ini juga diikuti Romo Laurentius Laba SVD. Namun, Romo Lorens, sapaan akrabnya, sudah dipanggil Tuhan pada 20 April 2009 akibat kanker ganas. Sebagai gantinya, Romo Alex Dato SVD, kakak kandung mendiang Romo Lorens, ikut mendampingi Romo Soni dan Romo Tobi.

Selain Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono, misa syukur 25 tahun imamat dua pastor asal Lembata ini juga diikuti puluhan pastor, suster, bruder, frater, dari berbagai kota di Jawa Timur, bahkan luar Jawa. Tak ketinggalan 13 pastor teman seangkatan Romo Soni dan Romo Tobi.

Melihat latar belakang kedua pastor dari etnis Lamaholot di NTT, misa raya ini kental dengan nuansa Flores. Paduan suara gabungan membawakan Misa Dolo-Dolo, nyanyian rakyat Lamaholot. Sekadar catatan, warga etnis Lamaholot mendiami Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Alor di NTT. Tak ayal, pekan lalu (22/6/2010), misa di Gereja Juanda itu sangat meriah.

"Sampai sekarang saya masih terkesan. Jarang saya temui misa macam ini di Jawa," ujar Aleks, warga Flores Barat, yang tinggal di Surabaya.

Pihak panitia tak menyangka kalau umat yang mengikuti misa imamat perak ini berjubel, jauh dari prediksi sebelumnya. Agus Benyamin, ketua panitia, mengatakan, misa syukur imamat perak Romo Soni dan Romo Thoby ini sebenarnya tidak dirancang besar-besaran. Cukup diikuti keluarga dekat, sahabat, serta undangan yang terbatas. Namun, rupanya rencana pesta perak ini bocor ke mana-mana.

"Tadinya, kami perkirakan hanya 600 umat yang hadir. Puji Tuhan, ternyata yang datang lebih dari 2.000 orang. Ini benar-benar luar biasa,” ujar Agus Benyamin. Agus mengaku bersyukur karena pada saat-saat terakhir, Romo Alex Dato SVD, kakak kandung mendiang Romo Lorens, menyempatkan diri datang ke Gereja Juanda.

Maklum, Romo Soni, Romo Thoby, dan Romo Lorens ditahbiskan bersama-sama di Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, NTT, pada 22 Juni 1985.

Baik Romo Soni maupun Romo Thoby mengaku sangat bersyukur bisa mengarungi perjalan imamat selama 25 tahun. Perjalan itu tak selalu mulus. “Semua ini merupakan warna-warni dalam perjalanan hidupku,” kata Romo Soni Keraf, putra Dominikus Keraf, nelayan pemburu ikan paus di Lamalera, Lembata. (rek)

1 comment:

  1. Salam Om Lambertus,
    Terima kasih untuk tulisan Om..Apakah Romo yang Om tulis diatas masih keluarga Dr. Gorys Keraf (alm) yang Ahli Tata Bahasa (Doktor Linguistik)UI?

    Saya belum baca (melihat?)tulisan Om tentang Dr. Goris Keraf yang asalnya dari Lembata

    Trims

    ReplyDelete