03 July 2010

Josephine MJ Ratna - AEC Tutup



Selama sembilan tahun Josephine Maria Julianti Ratna dipercaya sebagai direktur Australia Education Center (AEC). Namun, Selasa (29/6/2010), lembaga konsultan pendidikan yang bermarkas di International Village Ubaya, Kalirungkut, itu resmi tutup. Tentu saja, Josephine pun tak lagi bekerja untuk AEC.

"Wah, kebetulan sekali Anda datang ke sini. Pas hari terakhir saya di AEC. Besok, AEC sudah tidak ada lagi," ujar Josephine MJ Ratna yang ditemui Radar Surabaya di ruang kerjanya.

Kantor AEC yang biasanya rapi, penuh buku, serta brosur-brosur seputar pendidikan di Australia itu pun berbeda total. Cukup banyak kardus menumpuk mulai di ruang depan hingga belakang. "Kami sudah ngusung-ngusung sejak beberapa hari lalu. Yang ini tinggal sisa-sisanya saja," kata Josephine sembari tersenyum lebar.

Sebagai institusi yang berada di bawah Kedutaan Besar Australia, keberadaan AEC memang tak lepas dari kebijakan pemerintah negara kanguru itu. Setelah eksis selama sembilan tahun di Surabaya, rupanya Kedubes Australia memandang tak perlu ada lagi AEC di Surabaya. Apalagi, di era internet ini orang bisa dengan mudah mencari informasi tentang sekolah-sekolah atau perguruan tinggi di Australia secara online.

"Sejak akhir tahun lalu, kami sudah diberi tahu rencana penutupan AEC di Surabaya. Yah, begitulah hidup. Selalu ada perubahan yang sering tidak kita rencanakan," tegas mantan ketua Ikatan Alumni Australia di Surabaya itu.

Lantas, ke mana Josephine pergi setelah penutupan AEC?

Ternyata, psikolog lulusan Australia itu sudah mempersiapkan 'proyek' baru yang masih ada kaitan dengan urusan pendidikan tinggi. Kantornya pun masih sama, ya, di eks ruangan AEC di Ubaya itu.

"Tapi saya belum bisa cerita banyak karena ruangannya saja belum jadi. Tunggulah kalau sudah berjalan baru saya bicara. Hehehe," tukas perempuan yang ramah ini.

Josephine mengaku banyak menemukan pengalaman menarik selama sembilan tahun mengelola AEC. Hampir setiap hari dia harus melayani pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang seluk-beluk pendidikan di Australia. Mulai dari biaya hidup, biaya kuliah, sistem pendidikan, pendalaman bahasa Inggris, dan sebagainya.

"Saya harus telaten menjelaskan karena sistem pendidikan di Australia memang berbeda dengan Indonesia," katanya.

Selain itu, Josephine bersama timnya kerap memberikan pelatihan kepada sejumlah sekolah di Surabaya dan sekitarnya. Juga memberikan beasiswa kepada siswa-siswa cerdas sesuai dengan kriteria AEC. "Pokoknya, banyak banget deh pengalaman manis bersama AEC. Dan itu tidak mungkin bisa saya lupakan," pungkasnya. (rek)

3 comments:

  1. Saya sudah sering ketemu dengan Mba Pipin (Josephine) sewaktu promo AEC di Pontianak. Salam buat beliau, anda saya tau alamat email atau kontak person, tentu saya akan menghubunginya. Miss her so much

    Asep Haryono
    Pontianak Post

    ReplyDelete
  2. Pak Asep, apa kabar nya? Mas Hurek ayo ketemuan kalau masih di Surabaya. Saya kehilangan kontak Anda...untung masih menemukan artikel ini semoga terbaca. Salam. Josephine

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... bu Josephine yg dikasihi Tuhan. Saya di sidoarjo Surabaya. Lama gak ketemu dirimu yg pintar bahas psikologi dsb. Salam sehat.

      Delete