03 July 2010

Budi Susanto - Gracioso Sonora





Sekitar 200 penonton seakan tak beranjak dari tempat duduknya meskipun program konser Gracioso Sonora Choir di Aula Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya, sudah berakhir. Konser selama hampir dua jam dengan 15 komposisi itu dirasa masih kurang. Sayang, Budi Susanto Yohanes, sang dirigen, sudah telanjur turun panggung.

"Terima kasih atas dukungan kawan-kawan di Surabaya. Mudah-mudahan tur kami ke Eropa berjalan lancar dan sukses," ujar Budi Susanto. Sejumlah pelatih dan dirigen paduan suara di Surabaya pun tak lupa memberikan dukungan kepada Gracioso Sonora, kelompok paduan suara independen yang didirikan pada 7 Maret 1999 ini.

Gracioso Sonora Choir akan melakukan lawatan ke Jerman, Belanda, dan Spanyol mulai 8 Juli mendatang. Mereka antara lain tampil di ajang The 8th International Choir Competition 2010 di Miltenberg, Jerman, festival paduan suara bergengsi tingkat dunia. Tahun ini, menurut Budi, festival itu hanya diikuti tim dari Argentina, Kolombia, Polandia, Slovenia, Ukraina, dan Indonesia.

"Puji Tuhan, kami yang dipercaya mewakili Indonesia," kata Budi Susanto yang mengaku mempelajari musik klasik, khususnya paduan suara, secara otodidak.

Bagi kalangan aktivis paduan suara di tanah air, Gracioso Sonora merupakan komunitas paduan suara yang fenomenal. Betapa tidak. Usianya relatif sangat muda, baru 10 tahun lebih, tapi sudah mampu merebut berbagai penghargaan baik tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Setelah membangun kekuatan selama dua tahun, Gracioso mengikuti kompetisi paduan suara yang diadakan Universitas Parahyangan Bandung pada 2001. Hasilnya mencengangkan: kor anak-anak muda ini meraih juara pertama kategori folksong. Kemudian, hampir setiap hari Gracioso merebut juara pertama beberapa kategori lagi.

Karena juara terus di dalam negeri, Budi dan para pembina bertekad go international. Setelah mencari dukungan sponsor dari berbagai pihak, paduan suara ini berangkat mengikuti festival paduan suara di Busan, Korea Selatan, 2006. Tak sia-sia.

"Kami meraih silver prize kategori classic mixed choir dan bronze prize kategori etnik," ungkap Budi. Prestasi ini diulang dua tahun kemudian di tempat sama, Busan,Korea Selatan.

Apa rahasia sukses Gracioso Sonora? Bagi Budi Susanto, jawabannya sederhana saja: cinta! Semua anggota, dirigen, pembina, menekuni paduan suara dengan cinta dan senang. Mereka percaya bahwa apa pun yang dilakukan dengan cinta, maka Tuhan akan memberikan jalan keluar. Menjelang keberangkatan ke Eropa kali ini pun Budi dan kawan-kawan sebenarnya dipusingkan oleh persoalan dana. Sambil latihan, harus pontang-panting cari sponsor ke sana kemari.

"Syukurlah, akhirnya kami bisa dapat Rp 400 juta," aku Budi.

6 comments:

  1. wow.... budi susanto yohanes i wish i met him someday! luar biasa! spekta! saya kagum pada anda dan cara anda membuat kejutan - kejutan atas arransemen anda terutama di bagian akhir! luar biasa!!!!

    ReplyDelete
  2. kor yg heibat luar biasa. aq ikut bangga.. deh

    ReplyDelete
  3. thanks atas catatan bung hurek. jangan bosan2 menulis paduan suara ya..

    ReplyDelete
  4. bang hurek mau tanya nich, untuk lomba paduan suara lagu inkulturasi gereja, sejauh mana koreo/ tarian diperkenankan ya, bukankah kita wkt tugas digereja tanpa koreo, tapi kenapa setiap festival/ lomba rata-rata pakai koreo ya, tx salam, rosa

    ReplyDelete
  5. Beda banget kor untuk lomba/efstival dengan liturgi. Liturgi untuk misa, ibadah, sedangkan lomba itu standar lebih tinggi, bagus2an, menekankan kualitas paduan suara. Unsur hiburan, pertunjukan, performance... sangat ditekankan di acara-acara panggung macam festival.

    Koreografi mulai mewabah di era visual. Ingat, sejak akhir 1990-an dunia memasuki era visual. Penampilan, wajah, gaya, sangat ditekankan karena penonton menghendaki. Tapi nomor satu tetap kualitas suara. Namanya aja paduan suara. Saya sendiri gak pernah suka kor-kor yang suka menari. Norak banget!

    Makanya, saya sangat tergetar menyaksikan kor hebat dari Filipina, The Madz, yang gak pakai koreo, malah nyanyi sambil duduk, tapi dahsyat. Bisa baca catatan saya di blog ini. Kira2 ini dulu pendapat saya. Selamat kerja Rosa!

    ReplyDelete
  6. Awwwwwwwww mas budi memang menakjubkan! Alhamdulillah pernah bertemu beliau walau sebentar, tetapi diberi banyak pelajaran:D

    ReplyDelete