07 July 2010

Bola BUNDAR di KOTAK Penalti



Istilah BOLA BUNDAR kita dengarkan setiap hari pada musim Piala Dunia macam ini. Gara-gara bola yang BUNDAR, orang sulit menebak hasil pertandingan. Tim yang lemah, di atas kertas, bisa gugur di babak penyisihan.

Siapa sih yang meragukan kehebatan Inggris dengan nama-nama besar macam Rooney, Lampard, Gerrard, Terry... yang dilatih Fabio Capello? Aha, ternyata kinerja tim nasional Inggris sangat buruk. Juga Prancis dan Italia. "Jangan lupa, Bung, bola itu BUNDAR," kata teman-teman penggila bola.

Memangnya ada bola sepak yang segi empat, segi tiga, atau segi lima?

Musim bola begini, banyak pengamat bermunculan baik di televisi, koran, hingga warung kopi di pinggir jalan. Orang Indonesia sejak dulu memang komentator ulung. Paling jago komentar soal bola, tak kalah dengan pengamat sekaliber Menotti (Meksiko) atawa Beckenbauer (Jerman).

Anehnya, tim sepak bola Indonesia sendiri gak becus. Apa boleh buat, kita ini lebih berbakat omong daripada berbuat. Ngomong doang! NATO: no action talk only! Nah, para pengamat bola di televisi atau yang di pinggir jalan sering sekali menggunakan istilah KOTAK PENALTI. Itulah garis persegi empat di depan garis gawang. Siapa pun pemain yang melakukan pelanggaran di dalam area ini, hukumannya penalti.

Pertanyaannya, tepatkah istilah BOLA BUNDAR dan KOTAK PENALTI?

Mbak Siti Mustika, pakar bahasa dari Dewan Pers, yang sering menatar para redaktur media massa di seluruh Indonesia, sudah lama menyoroti istilah salah kaprah ini. Salah, tapi terus dikaprahkan, sehingga dianggap "benar". Jadi kebiasaan berbahasa di kalangan jutaan pemakai bahasa Indonesia.

Menurut akal sehat, bola yang dipakai dalam permainan sepak bola atawa football atawa soccer itu tidak BUNDAR, melainkan BULAT. Kata BUNDAR itu lebih pas dipakai dalam istilah MEJA BUNDAR - ingat, Konferensi Meja Bundar di Denhaag, Belanda, tempo doeloe! Meja bundar juga sering dipakai di restoran-restoran Tionghoa.

Si BUNDAR jelas berbeda dengan si BULAT. Kata BULAT selalu punya dimensi volume atau isi. Sedangkan BUNDAR tidak ada dimensi ruang atau isi, tapi dua dimensi. Cakram digital (CD) jelas BUNDAR, bukan BULAT. Bola sepak yang dipakai di Piala Dunia jelas BULAT, bukan BUNDAR.

Kasus BOLA BUNDAR itu mirip KOTAK PENALTI yang sering kita dengan di televisi. Mbak Sri Mustika bilang, "Memangnya ada KOTAK di lapangan sepak bola?"

"Hehehe.... Mau bagaimana lagi? Sudah telanjur populer: KOTAK PENALTI," kata saya.

KOTAK, menurut pelajaran matematika dasar di sekolah dasar dan menengah, itu batasannya jelas. Ada panjang, lebar, tinggi. KOTAK itu ada isinya. Akhir-akhir ini KOTAK lebih sering disebut BOKS. Kata serapan dari bahasa Inggris: BOX. Para pemain sulap, yang juga sering muncul di televisi, biasanya membawa KOTAK ke atas panggung sebagai bahan permainan.

Jelas, istilah KOTAK PENALTI salah kaprah. Kekeliruan berjemaah yang akhirnya dianggap benar dan lazim. Jika Anda cermat menyimak komentar penyiar dalam bahasa Inggris saat pertandingan Piala Dunia, maka Anda pasti sering mendengar istilah PENALTY AREA. Tidak pernah ada istilah PENALTY BOX. Kalau diindonesikan, ya, seharusnya AREA PENALTI atau DAERAH PENALTI.

Ada baiknya para presenter atau pengamat sepak bola di televisi macam Olan Fattah, Ricky Jo, Darius, Bung Towel... diberi kursus singkat oleh Dewan Pers atawa Pusat Bahasa. Setidaknya untuk meluruskan beberapa istilah salah kaprah di atas.

6 comments:

  1. Hmm..betul juga ya??.. :D


    http://www.anekakita.com
    Anekakita.com Tempat Belanja Termurah dan Terpercaya, Toko Pakaian dan Aksesoris Online

    ReplyDelete
  2. Pengamatan yang cermat dan menarik.

    Sebenarnya dari sudut pandang ilmu matematika, tidak salah-salah amat. Menggunakan istilah kotak (yang berdimensi 3) untuk menggambarkan bidang datar yang berdimensi 2 (disebut persegi) itu boleh, karena jika sebuah kotak mempunyai lebar, panjang, dan tinggi, berarti dalam hal "persegi penalti", tinggi kotak = 0.

    Begitu juga istilah bola itu bundar. Meskipun lebih tepat disebut bulat karena bola mempunyai isi, akan tetapi bola itu juga bundar. Bayangkan bahwa sebuah bola itu terbuat dari lingkaran2 bundar tipis yang berjumlah tak terhingga sampai membentuk bola yang bulat berisi. Jadi bola yang bulat itu sebenarnya bundar berlapis-lapis.

    Jadi, walaupun secara bahasa memang ada kata sifat yang lebih spesifik, yaitu persegi penalti, atau bola yang bulat, akan tetapi istilah kotak penalti ataupun bola bundar tidak salah, dan sudah menjadi bahasa sehari-hari yang enak digunakan.

    Salam.

    ReplyDelete
  3. kasusnya sama dengan AIR PUTIH. airnya kan bening tapi biasa dibilang air putih. yg penting pemakai bahasa sepakat.

    ReplyDelete
  4. Ga hanya presenter, banyak pekerja media salah kata dalam menyampaikan berita.

    ReplyDelete
  5. Hadoooh....si bundar (atau bulat?) dalam kotak!

    Hehehe...piala dunia kali ini blas, saya tidak tonton sama sekali.
    Di sini kita harus bayar untuk bisa menonton pertandingannya. Tidak murah...90 dolar. Buat para penggemar bola...mungkin akan dibayar juga walau ada yg bersungut-sungut. Buat saya...aduh tidak terima kasih deh.

    ReplyDelete
  6. thx infonya...

    http://career.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete