Sejak Februari 2010, Pendeta Samuel Gunawan membuka gereja baru yang unik. Gereja Satu Jam Saja, nama gereja ini, menyelenggarakan kebaktian rutin setiap Ahad di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat Surabaya.
Meski baru lima bulan berdiri, menurut Samuel, gereja ini sudah banyak menarik perhatian jemaat dari Kota Surabaya dan sekitarnya. Buktinya, kebaktian mingguan itu digelar sampai 1o sesi. Sekadar perbandingan, misa di gereja-gereja Katolik di Surabaya atau kebaktian di gereja Protestan, Pentakosta, Karismatik, etc... di Surabaya paling banyak empat atau lima sesi.
"Puji Tuhan, banyak jemaat yang tertarik dengan tawaran kami. Rupanya, orang kota yang sibuk sangat cocok dengan konsep kebaktian satu jam saja," ujar Samuel Gunawan yang saya hubungi, Kamis (3/6/2010).
Mengapa disebut 'Satu Jam Saja'?
Berdasarkan pengalamannya sebagai evangelis, Samuel menemukan fakta bahwa banyak orang Kristen di kota-kota besar yang mulai enggan ke gereja pada hari Minggu karena kebaktian terlalu lama. Khotbah, puji-pujian, kesaksian, doa-doa... makan banyak waktu.
Selain itu, sering kali lama kebaktian sangat sulit ditebak. Karena itu, Samuel memberanikan diri untuk membuka gereja dengan konsep satu jam.
"Kebaktiannya tidak berpanjang-panjang, tapi padat dan efektif. Puji-pujian, pembacaan Alkitab, khotbah, dan sebagainya kami padatkan. Yang penting, inti kebaktian tidak hilang," tegasnya.
Bahkan, jikapun ada bintang tamu yang diundang untuk memberikan kesaksian, pengelola gereja ini mengatur sedemikian rupa agar durasi kebaktian tetap satu jam. Belum lama ini, misalnya, pelawak Polo dari Srimulat Jakarta diminta memberikan kesaksian tentang pengalaman imannya. Meskipun kesaksian Polo ini menarik, ada bumbu lawaknya, durasinya diatur sedemikian rupa sehingga lama kebaktian tetap satu jam.
"Harus satu jam, karena jemaat di luar sudah menunggu untuk sesi berikutnya," ujar Samuel lagi.
Sejumlah jemaat mengaku pas dengan konsep kebaktian yang singkat dan padat ala Gereja Satu Jam Saja. Dan, sesuai dengan keinginan Samuel Gunawan, banyak jemaat yang tadinya aras-rasan ke gereja makin semangat ikut kebaktian.
"Saya sudah beberapa kali ikut kebaktian di gerejanya Pak Samuel dan cocok. Kalau kebaktian terlalu lama, kita yang susah. Apalagi, kalau lagu-lagunya diulang-ulang dan berpanjang-panjang," kata Tante Xin Lan, pengusaha berusia 60-an tahun.
Bagaimana komentar Anda?

Tuhan tidak melihat berapa lama kita beribadah, Dia melihat apakah kita melakukan apa yg telah difirmankanNya. Semoga dengan ibadah sepekan satu jam saja kita bisa mengerti dan melakukan firmanNya.
ReplyDeleteseharusnya ibadah itu untuk dinikmati bukan serba tergesa - gesa,,,lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada seribu hari di tempat lain. Jadi alasan bahwa ibadah di gereja biasa terlalu lama itu seperti dibuat2 saja.
ReplyDeleteaneh.... itu pertama kali yg ada dalam benak pikiranku mengenai poster Gereja Satu Jam Saja....
ReplyDeleteGereja yg unixx.. :p
ReplyDeleteanda datang, anda mencoba, smg firman yg disampaikan masuk ke dlm hati kita semua
ReplyDeletevery interesting church. one day I want to go there....
ReplyDeleteKetemu Tuhan kok gak mau lama-lama? Memuji Tuhan dan mendengarkan firman kok maunya cuma 1 jam saja?
ReplyDeleteOrang-orang yang tidak betah lama-lama di Gereja, nantinya juga tidak akan betah lama-lama di surga.
Orang yang hatinya murni mengasihi Tuhan, justru akan rindu merindukan persekutuan yang lama dengan Tuhan.
Beribadah pada Tuhan kok maunya yang cepat? Memuji Tuhan dan mendengarkan firman kok maunya hanya 1 jam saja?
ReplyDeleteOrang yang tidak betah lama-lama beribadah, nantinya juga tidak akan betah lama-lama di surga.
Orang yang memang murni mengasihi Tuhan, justru akan merindukan persekutuan yang lama dengan Tuhan. Tidak akan puas dengan 1 jam saja.
Pendeta Samuel Gunawan berkompromi dengan keinginan daging dari manusia dunia yang lebih mencintai pekerjaan, kenikmatan semu dan hedonisme lainnya dibandingkan duduk dibawah kaki Yesus,berdoa dan mendengarkan firmanNya. Sungguh mengecewakan.
ReplyDeletekonsep satu jam saja ada dalam firman Tuhan : tidak sanggupkah berjaga-jaga satu jam saja.
ReplyDeletefirman Tuhan yang disampaikan tidak perlu berlama-lama, Firman yang berkuasa ditabur tidak pernah kembali dengan sia-sia, Firman Tuhan adalah Allah sendiri, jika Allah bekerja walaupun hanya satu jam saja, semuanya memperoleh berkat yang luar biasa. kehidupan kita seluruhnya milik Tuhan, jadi bukan saja waktu kita digereja, tetapi diluar gerejapun adalah ibadah kita.
aq salut sama pak samuel yg membuka gereja kayak gini. gak usah diperdebatkan merek 'satu jam saja'. yg penting ada usaha utk membawa jemaat kpd Tuhan Yesus. GBU.
ReplyDeleteAnonymous said...
ReplyDeletePendeta Samuel Gunawan berkompromi dengan keinginan daging dari manusia dunia yang lebih mencintai pekerjaan, kenikmatan semu dan hedonisme lainnya dibandingkan duduk dibawah kaki Yesus,berdoa dan mendengarkan firmanNya. Sungguh mengecewakan.
4:36 PM, December 14, 2010
Anonymous said...
konsep satu jam saja ada dalam firman Tuhan : tidak sanggupkah berjaga-jaga satu jam saja.
firman Tuhan yang disampaikan tidak perlu berlama-lama, Firman yang berkuasa ditabur tidak pernah kembali dengan sia-sia, Firman Tuhan adalah Allah sendiri, jika Allah bekerja walaupun hanya satu jam saja, semuanya memperoleh berkat yang luar biasa. kehidupan kita seluruhnya milik Tuhan, jadi bukan saja waktu kita digereja, tetapi diluar gerejapun adalah ibadah kita.
10:32 PM, February 20, 2011
Anonymous said...
aq salut sama pak samuel yg membuka gereja kayak gini. gak usah diperdebatkan merek 'satu jam saja'. yg penting ada usaha utk membawa jemaat kpd Tuhan Yesus. GBU.
11:04 AM, February 21, 2011
Saya hargai pendapat Anda, tapi coba Anda berpikir jernih kembali. Kita kerja dalam satu minggu bisa sampai 30/40/50 jam dalam seminggu. Sedangkan masak ke rumah Tuhan hanya 1 jam dalam seminggu? Penyembahan terlalu cepat,pujian terlalu cepat,kotbah terlalu cepat.
Anak-anak Ujian / Ulangan saja tidak cukup waktu mengerjakan satu jam. Apalagi ke rumah Tuhan?
Beberapa mengatakan bahwa di akhir-akhir zaman banyak nabi-nabi palsu yang tidak kentara, saya jadi berpikir, apakah salah satu nabi palsu adalah penyelenggara gereja ini?
Anda bisa e-mail saya di timotiusjimmytan@gmail.com
wow, sangat unik dan mungkin cocok dengan kondisi sekarang yang perlu waktu yang cepat, karena waktu berjalan cepat, tapi ok lah, kapan2 aku ke sana, hari ini liat brosurnya pengin kesana.
ReplyDeletemasing-masing punya pendapat dan cara, its ok ..
ReplyDeletepercayalah Tuhan melihat ketulusan hati termasuk untuk pekerjaanNYA, biar Tuhan saja yang menilai. kita tidak perlu menghakimi. saya sering kesana, ternyata Tuhan kirim banyak jiwa loh, bahkan pada jam-jam tertentu ruangannya tidak cukup harus nambah kursi lagi. Nama Tuhan dipermuliakan...
yah, benar biar Tuhan yang menilai.
ReplyDeleteamin.
Cukuplah satu jam...kalau kurang, ikut aja sessi berikutnya, jadi dua jam....masih kurang ? ikut lagi sessi berikutnya....gitu aja kok repot.
ReplyDeletemenurut saya, lama atau cepat yang penting kan hatinya...
ReplyDeletekonsep gereja yang benar-benar idiot...
ReplyDeletekompromi sekali dengan keinginan daging manusia,alasan konsep 1 jam saja dalam Alkitab buat saya itu hanya sebagai tameng...Tuhan memberkati kita tanpa mengenal waktu,.bahkan di saat mendesak dan saat yang paling tidak di duga sekalipun...dan buat saya,Gereja 1 jam saja adalah penghinaan dan pelecehan besar buat Tuhan
gereja satu jam ala mr samuel terbukti laris manis. buktinya sekarang dia menambah beberapa sesi kebaktian di grand city surabaya. benar2 jitu membidik pasar jemaat baru, org2 kristen yg punya paham sama dengan mr samuel.
ReplyDeletependapat org kan beda2, mari kita saling hormat... GBU all!
Saya kok sgt curiga dgn gereja ini, gereja 1 jam seakan akan mendukukung keinginan daging manusia, dan saya lihat dasar firman tuk mendirikan gereja tersebut sgt tidak masuk akal. Maka saya sangat yakin bahwa gereja itu tidak memiliki doktrin yg kuat, kualitas jemaat sgt randah....
ReplyDeleteApakah pendiri gereja ini tidak sekolah Teologi ??
Thanks... Perbaiki doktrin anda...
hari minggu adalah hari sabat....
ReplyDeletetrus slogan gereja saya baca di koran "kami menghargai waktu anda"
Hargailah Tuhan....
Sesat..
jangan menghakimi, biarlah hanya Tuhan.
ReplyDeletekita tidak layak menghakimi.
Matius 5:20.....Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup
ReplyDeletekeagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup
keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang
Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke
dalam Kerajaan Sorga.
daripada mendebat, lakukan yang nyata .... akan lebih baik dampaknya .... Ibrani 6:1-5
ReplyDelete6:1
Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas
pertama dari ajaran tentang Kristus dan
beralih kepada perkembangannya yang penuh.
Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan
dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan
dasar kepercayaan kepada Allah,
6:2
yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan,
penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang
mati dan hukuman kekal.
6:3
Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah
mengizinkannya.
ijin share dong....
ReplyDeleteSaya tunggu perkembangan berikutnya Pak Pendeta..."Gereja 10 menit saja"....very2 excited
ReplyDeletePendeta Samuel Gunawan adalah seorang abdi Allah yang setia dan tidak mungkin dia menyimpang dari jalan Tuhan dan mengecewakan Nya.. Saya mengenal beliau secara pribadi sejak dia masa mudah nya, bahkan saat beliau mengadakan KKR Rally Doa di gedung Tambak Sari yg di hadiri lebih dari 10.000 orang... Saya tahu beliau dan seisi rumah nya menlayani dan mencintai Tuhan sangat luar biasa.. Kalau minggu ga pernah pulang, seharian di gereja.. Bahkan Pak Samuel Gunawan kotbah 14x setiap minggu.. Kita rekan sama" orang Kristen jangan saling berperang/berdebat, karena musuh kita bukan sesama manusia tetapi musuh kita adalah yang si jahat/iblis... Mari kawan" kita satukan hati untuk berdoa bagi semua pelayanan pengjangkauan jiwa" di Indonesia, karena waktunya segera tiba, Yesus akan datang kembali untuk mengangkat bukan orang" berseru padaKu Yesus, Yesus! tetapi mengangkat dia yang melakukan Kehendak Bapa (Matius 7:21). Salam Damai, Shallom, GBU JLU
ReplyDeleteBenar, tujuan kita bersama memuliakan nama TUHAN YESUS.
ReplyDeletesatu tujuan jangan berdebat, cara boleh beda tapi satu tujuan.
SALAM DAMAI SEJAHTERA.