02 June 2010

14 Bandara di NTT



Bandara El Tari di Kupang menjadi HUB untuk penerbangan komersial TRANS NUSA di 14 bandara mini di seluruh NTT.

Dibandingkan Bandara Juanda (Surabaya), apalagi Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara El Tari di Kupang sangat kecil. Gak ada apa-apanya. Ruang tunggu kecil saja. Para calon penumpang harus jalan kaki, lalu naik tangga pesawat. Belum ada garbarata yang menghubungkan ruang tunggu dengan pintu masuk pesawat.

Maklum, Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, ini bukan kota besar. Bandara El Tari pun bukan bandara internasional. Tapi saya terkagum-kagum karena saat ini layanan penerbangan di NTT maju pesat. Paling tidak dibandingkan dengan tahun 1990-an, apalagi 1990-an. Dulu, sewaktu masih tinggal di Lembata, kemudian Larantuka, angkutan udara benar-benar milik kaum borjuis, kalangan beruang.

Pekan lalu, ketika berada di Bandara El Tari, saya menyaksikan suasana bandara yang cukup sibuk. Penumpang antre check-in. Ada beberapa loket yang melayani penerbangan ke luar NTT, khususnya Surabaya, Denpasar, Jakarta, maupun di dalam NTT sendiri. Wow, paling kanan ada loket maskapai Trans Nusa yang melayani penerbangan ke Lewoleba di Pulau Lembata.

Lewoleba punya bandara? Begitulah. Tahun 1990-an hal ini dianggap mustahil. Kalau mau naik pesawat terbang ke Kupang, yang pakai baling-baling itu, ya harus ke Larantuka. Lapangan terbang di Larantuka, namanya Gewayantana, pun sangat kecil. Hanya pesawat-pesawat kecil yang bisa mendarat. Tapi itu dulu. Roda terus berputar sehingga Pulau Lembata punya lapangan terbang yang melayani penerbangan berjadwal.

Trans Nusa bahkan menjadikan Kupang sebagai HUB. Ada 14 kota di NTT yang dilayani Trans Nusa. Selain Kupang sebagai pusat distribusi, ada Sabu, Rote, Atambua, Alor, Lewoleba, Larantuka, Maumere, Ende, Bajawa, Ruteng, Labuanbajo (Komodo), Tambolaka, Waingapu. Luar biasa!

Kita, warga NTT, harus berterima kasih kepada Trans Nusa yang bersedia melayani angkutan udara di bumi Flobamora tercinta ini. Mudah-mudahan bisnisnya terus membaik sehingga makin banyak kota di NTT yang terlayani. Dan semoga pula tiketnya semakin terjangkau.

14 lapangan terbangan, sekali lagi EMPAT BELAS bandara mini, di NTT jelas bukan jumlah yang sedikit. Bandingkan dengan tetangga sebelah, NTB, yang hanya punya tiga lapangan terbang, yakni Bima, Sumbawa, dan Mataram. Bahkan, di Jawa Timur sekalipun hanya ada dua bandara komersial (umum): Bandara Juanda di Sidoarjo dan Lanud Abdulrachman Saleh di Malang. Lanud yang di Malang ini sebenarnya milik TNI AU dan sekarang hanya dilayani Sriwijaya Air rute Malang-Jakarta.

Adapun rencana membuka lapangan terbang di Jember, Madura, atau Pulau Bawean (Kabupaten Gresik) sudah digulirkan sejak puluhan tahun lalu, tapi belum mewujud sampai pertengahan 2010 ini. Maka, berbahagialah kita di NTT. Tanpa banyak cincong, saat ini sudah ada 14 bandara mini yang melayani penerbangan komersial.

Bae sonde bae Flobamora lebe bae!

2 comments:

  1. Kupang bukan hanya sekedar hub bagi Trans Nusa. Bahkan maskapai ini memilih Kupang sebagai markas utamanya, bukan Denpasar, Surabaya, atau Jakarta. Sama dengan Express Air yang ingin 'menguasai' Indonesia Timur (Papua-Maluku-Sulawesi), Trans Nusa juga ingin 'menguasai' Nusa Tenggara.

    ReplyDelete
  2. salut sama ntt yg tidak terpencil lagi krn byk maskapai yg ke sana. ini bukti kemajuan ekonomi dan pertambahan kelas menengah shg bisnis airline ikut berkembang.

    ReplyDelete