08 May 2010

Xu Lian dan Bahasa Indonesia




Siapa pun yang pernah berhubungan dengan Konsulat Jenderal Tongkok di Surabaya, khususnya yang buta bahasa Mandarin, pasti mengenal nona manis ini: Xu Lian. Dialah penerjemah resmi Konjen Tiongkok baik di era Fu Shugen maupun Wang Huagen yang sekarang.

Meski kental dengan logat Beijing, kemampuan berbahasa Indonesia Xu Lian sangat bagus untuk ukuran warga negara asing. Xu Lian bahkan mampu menangkap bahasa percakapan tak resmi seperti bahasa gaul atau kata-kata serapan dari bahasa Jawa atau Betawi.

Ketika saya mewawancarai Konjen Tiongkok Mr Wang Huagen, dan sebelumnya Mr Fu Shuigen, Xu Lian dengan lincahnya menjadi interpreter. Pertanyaan-pertanyaan saya dalam bahasa Indonesia dengan cepat ditransfer ke Mandarin. Sebaliknya, jawaban Konjen Tiongkok segera ditransfer ke bahasa Indonesia yang mudah dipahami.

"Siapa bilang bahasa Indonesia saya bagus? Anda saja yang bilang begitu," kata Xu Lian yang sudah tiga tahun bertugas di Surabaya ini. "Saya masih perlu belajar lagi karena bahasa Indonesia itu ternyata sulit."

Bahasa Indonesia sulit? Xu Lian menjawab tegas, "Ya!"

Sama seperti orang Indonesia yang menganggap bahasa Mandarin sebagai bahasa yang sulit, bahkan tersulit di dunia, Xu Lian pun menganggap bahasa Indonesia ternyata tidak mudah dipelajari orang-orang dari daratan Tiongkok. Tata bahasa, pembentukan kalimat, kosa kata, hingga cara pengucapan tak mudah buat lidah Tiongkok.

"Buktinya, saya ini sampai lulus SMA pun belum bisa berbahasa Indonesia," kenangnya.

Tapi, karena minat belajarnya yang besar, Xu Lian akhirnya mempelajari bahasa Indonesia secara intensif di sebuah universitas di Beijing. Kebetulan di ibukota Tiongkok itu ada perguruan tinggi khusus yang mengajarkan bahasa-bahasa asing, khususnya bahasa-bahasa di Asia Tenggara.

Di universitas itu pun kemampuan bahasa Indonesianya belum begitu bagus. Alasannya, belum ada buku pelajaran bahasa Indonesia yang bagus untuk warga Tiongkok di Beijing. Xu Lian baru benar-benar bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia ketika bertugas di Surabaya tiga tahun lalu. Membaca buku, surat kabar, majalah, hingga situs internet berbahasa Indonesia. Xu Lian pulalah yang bertugas memasukkan data dan informasi berbahasa Indonesia milik Konjen Tiongkok.

Tak terasa, kemampuan berbahasa Indonesia Xu Lian meningkat dengan sangat pesat. Bahkan, jika tak ada logat Beijing, bisa jadi orang mengira Nona Xu ini perempuan asal Kembang Jepun atau Kapasan, Surabaya.

Pada perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok di ballroom Hotel Shangri-La belum lama ini, Xu Lian didaulat sebagai pemandu acara (MC). Di situ Xu Lian memperlihatkan kepiawainnya memamerkan kemampuannya berbahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Dia juga bisa melontarkan joke-joke segar secara spontan.

Ketika beberapa tamu undangan memuji kemampuan bahasa Indonesianya, Xu Lian kontan membalas. "Bahasa Mandarin saya tetap lebih bagus," katanya lantas tertawa kecil. (rek)

Dimuat RADAR SURABAYA edisi 8 Mei 2010

No comments:

Post a Comment