08 May 2010

Tidak Sekolah, Kaya-Raya



Begitu banyak siswa yang tak lulus ujian nasional (unas). Bahkan, di Riau ada yang sampai gantung diri, tewas. Seakan-akan unas merupakan jaminan hidup sukses di masa depan. Seakan-akan pemilik otak cemerlang, IQ tinggi, lebih sukses dalam hidup ketimbang orang yang pas-pasan atau yang tidak lulus unas.

Berbahagialah anak-anak yang tidak lulus unas! Merekalah yang akan menjadi pengusaha dan orang kaya pada 10 atau 20 tahun mendatang! Tidak percaya? Fakta sudah terlalu banyak bicara tentang perjalanan hidup orang sukses di negara ini. Mana ada yang sekolahnya tinggi sampai universitas, punya gelar profesor doktor?

Prof. Thomas Santoso, sosiolog dari Universitas Kristen Petra Surabaya, dalam buku ORANG MADURA DAN ORANG PERANAKAN TIONGHOA menulis:

"... tidak ada orang peranakan Tionghoa yang menjadi KAYA melalui jalur pendidikan. Kenyataan membuktikan bahwa orang Tionghoa yang kaya biasanya pendidikannya rendah."

Coba sebut pabrik-pabrik besar yang punya belasan ribu, bahkan 20-an ribu karyawan, di Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Saya bisa pastikan semua pendirinya adalah orang Tionghoa perantauan yang pendidiknya pas-pasan. Bermula jadi pedagang kelontong keliling, coba-coba buka usaha, tekun, ulet, tahan banting, pantang menyerah, bangun jejaring, bisa membaca pasar... dan akhirnya maju.

Perlahan tapi pasti, pabrik-pabrik yang mulanya kecil, hanya satu dua pekerja, menjadi raksasa. Kini, setelah dua tiga generasi, pabrik-pabrik itu makin maju. Atau, setidaknya stabil. Anak cucu si pendiri pun dikenal sebagai orang-orang terkaya di Jawa Timur.

Saya kenal baik seorang pengusaha keturunan Tionghoa, leluhurnya dari Hokkian (Tiongkok Selatan), yang sangat sukses di kawasan Sidoarjo. Sekolahnya tidak bisa tinggi karena pemerintah menutup sekolah-sekolah Tionghoa pada akhir 1960-an. SMA tak bisa tamat. Ijazah SMP-nya pun diragukan orang.

Tapi justru karena tekanan sosial-politik, tak punya banyak pilihan, Mr. Sun membuka usaha sendiri. Tidak langsung hebat, tentu saja. Tapi, yang jelas, sejak 1990-an beliau sudah menjelma menjadi miliarwan. Rumahnya banyak, mewah, dan besar-besar. Punya tambak ratusan hektare. Punya banyak karyawan. Beberapa lulusan terbaik dari universitas ternama kerja perusahaan Pak Sun.

Mobilnya juga banyak dan bermerek kelas atas. Sudah mandi uang Mr. Sun yang pendidikannya pas-pasan itu.

Salah satu anaknya sangat cerdas, pendidikan bagus, kuliah di Amerika. Dibandingkan sang papa, wawasan dan pengetahuan si anak ini ibarat langit dan bumi. Tapi kayakah anak yang sekolah tinggi di Amerika itu?

Hehehe.... Dia harus minta uang dari ayahnya untuk beli mobil dan berbagai kebutuhan lain. "Yah, namanya juga anak, ya, saya harus kasih. Untuk orang lain saja, saya nyumbang kok," kata Mr. Sun.

Sekali lagi, bagi para siswa yang gagal unas, jangan putus asa! Seorang motivator terkenal selalu menyebut orang-orang macam inilah yang punya banyak kesempatan merintis karir sebagai pengusaha, entrepreneur. Pengalaman orang-orang peranakan Tionghoa di tanah air, juga pengusaha bumiputra kayak Bob Sadino, bisa menjadi cermin yang sangat baik.

Ketika Anda sudah menjalankan usaha sendiri selama 5-10 tahun, ketahuilah bahwa teman-teman Anda baru lulus universitas. Sarjana baru yang dulunya punya nilai unas luar biasa itu harus mengirim surat lamaran kerja ke mana-mana. Sementara usaha Anda sudah maju, punya mobil banyak, rumah bagus, tabungan sudah menumpuk. Bahkan, jangan-jangan teman Anda yang sarjana itu melamar kerja di perusahaan Anda.

6 comments:

  1. Foto pecinan tempo doeloe...

    Sekadar menggambarkan bagaimana orang Tionghoa dulu rata-rata perantau yang tidak punya apa-apa, miskin di kampung leluhurnya, kurang makan sekolahan, tapi kerja keras dan ulet sehingga bisa jadi kaya raya. Tentu saja, banyak pula orang Tionghoa yang tinggal miskin alias tidak bisa kaya.

    Terima kasih Mas, sudah sering menulis komentar di blog ini.

    ReplyDelete
  2. Wah bang fotonya bagus benar!

    Iya dari literatur yang saya baca, memang keuletan, ketekunan, jeli melihat kesempatan dan semangat ingin keluar dari kesulitan itulah yg membawa para pendatang dan keturunannya menuju kemakmuran. Jaman di kampung asal di Cina sudah hidup susah, jauh2 datang ke Nanyang...masa mau hidup susah lagi.

    Begitulah...ada baiknya kita ketularan sedikit saja semangat mereka :-D

    ReplyDelete
  3. kaya itu macam2; ada kaya harta tapi ada juga kaya ilmu pengetahuan. pilih yg mana? masing2 punya kepuasaan sendiri2. lagian, kaya harta itu gak jamin kebahagiaan seseorang.

    ReplyDelete
  4. pak..bisa tolong pertemukan saya dengan Mr. Sun..saya perlu bantuan..Tolong saya ya pak..Terima kasih 0317661466

    ReplyDelete
  5. Pak..saya boleh minta tolong dipertemukan dengan Mr. Sun..saya butuh bantuan beliau..Saya mohon dengan hormat Terimakasih. 031-7661466

    ReplyDelete