05 May 2010

ACFTA dan CAFTA

Sejak 1 Januari 2010 perjanjian perdagangan bebas negara-negara ASEAN dan Tiongkok (China) mulai diberlakukan. Perjanjian ini lebih dikenal dengan ASEAN-China Free Trade Area. Media-media massa di Indonesia biasa menyingkat perjanjian ini dengan ACFTA.

ACFTA. Anda sulit membaca singkatan ini? Hampir pasti ya. Sebab, singkatan ini punya tiga konsonan di depan A sehingga tidak bisa dibaca sebagai kata dalam bahasa Indonesia. Maka, harus dieja hurufnya satu per satu menurut lafal bahasa Inggris. Bisa juga mengeja ala bahasa Indonesia: A-CE-EF-TE-A.

Singkatan berupa huruf awal atau akronim berupa suku kata plus huruf awal tidak bisa dibuat asal-asalan. Singkatan atawa akronim yang baik, dalam bahasa Indonesia, harus bisa "dibunyikan". Harus bisa diucapkan sebagaimana layaknya kata yang mandiri.

Dalam hal ini, Bung Karno merupakan tokoh yang paling jago bikin singkatan. Semua akronim yang dibuat Bung Karno -- dan kemudian jadi jargon nasional -- selalu bisa dibunyikan dengan enak. Sebut saja BERDIKARI (berdiri di atas kaki sendiri), MONAS untuk monumen nasional, GESURI untuk genta suara revolusi Indonesia, hingga TAVIP untuk tahun vivere pericoloso.

ACFTA jelas bukan singkatan yang dibuat orang Indonesia. Karena itu, sulit bagi kita, orang Indonesia, membacanya. Lantas, bagaimana solusinya? Saya akhirnya menemukan di kalangan warga negara Tiongkok alias China itu.

Setiap kali bicara tentang perjanjian perdagangan ASEAN-China, para diplomat Tiongkok ini selalu menggunakan singkatan ini: CAFTA. China-nya digeser ke depan, ASEAN-nya ke belakang. China-ASEAN Free Trade Area disingkat CAFTA. Siapa pun pasti bisa dengan mudah membaca singkatan ini: CAFTA.

Saya pun geleng-geleng kepala "menemukan" solusi penting ini. Ternyata, untuk urusan istilah yang sepele ini, kita harus belajar ke orang Zhongguo alias Tiongkok. Dan sejak mendengar kata CAFTA yang sangat sering diucapkan para diplomat Tiongkok di Surabaya, saya pun lebih suka menggunakan CAFTA ketimbang ACFTA.

4 comments:

  1. Hehehe

    Pasti yg membuat singkatan itu jarang bermain 'game' scramble, scrabble dll. Tidak mau utak utik letak huruf ya? Demi memudahkan pengucapan.

    Apa kabar bang Hurek? Lama tidak berkunjung:-)

    ReplyDelete
  2. "iya..bilang ACFTA kan susah..

    blog walking..
    main ke blog saya juga ya..
    banggajadiorangindonesia@blogspot.com

    ReplyDelete
  3. "iya..bilang ACFTA kan susah..

    blog walking..
    main ke blog saya juga ya..
    banggajadiorangindonesia@blogspot.com

    ReplyDelete
  4. semangat awalnya negara2 yang tergabung di asean ingin menjadi pemimpin terhadap cina.

    ReplyDelete