17 April 2010

Pamarta Kula Agesang



Asyik banget mengetik sambil menikmati kidung rohani berbahasa Jawa dan sesekali menyeruput kopi pahit. Suara Noerhayati alias Bu Nur, mirip Waldjinah. Ekspresinya bagus, artikulasi bahasa krama inggil hebat tenan. Kita seakan berada di alam pegunungan, dengan hamparan padang yang luas dan hijau.

Saya tidak menyangka kalau Bu Nur yang selama ini saya kenal "hanya" sebagai penjual es jus, kopi, teh, mi rebs, dan camilan di Pondok Mutiara, Sidoarjo, itu baru saja bikin album. Berjudul KIDUNG ROHANI, cakram digital (CD) ini berisi 11 tembang rohani Kristen berbahasa Jawa. Musiknya digarap Noegroho, pemusik yang sudah berpengalaman dalam menangani rekaman langgam dan keroncong di Jawa Timur.

Bu Nur berduet dengan Iman Pracoyo di sejumlah lagu. "Mas Iman itu suaranya bangus banget lho. Kalau gak percaya, silakan didengarkan sendiri di rumah," ujar Bu Nur dengan gayanya yang ramah dan sedikit kenes.

Saya pun langsung membeli CD rekaman suara Bu Nur yang diproduksi sendiri. Istilah kerennya: indie label. Di Surabaya dan Sidoarjo sudah banyak studio rekaman dengan peralatan canggih, sehingga proses rekaman bisa dibuat kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Persoalannya cuma ini: laku dijual atau tidak?

Ada 11 lagu di album rohani Noerhayati-Iman Pracoyo:

1. PAMARTA KULA AGESANG
2. ASMANING GUSTI KULA
3. AYEM NDEREK GUSTI
4. AYEM ING GUSTI
5. SANGSARANI GUSTI

6. PITADOS
7. DUWEO SWIWI
8. MORO WONG DESA
9. TIYANG GEGRIYA
10. YEN NUNGGILAN GUSTI
11. TANSAH BINGAH

Tembang-tembang ini tak asing lagi di kalangan umat Kristen asli Jawa. Tembang-tembang himne Kristen Protestan yang syairnya diterjemahkan dalam bahasa Jawa krama inggil (halus) untuk kebaktian jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jawa Timur. Jemaat gereja-gereja pedesaan sangat familiar dengan lagu ini.

Orang Kristen pribumi Jawa yang mulai eksis sejak tahun 1880-an di Jawa Timur sejak dulu menggunakan bahasa Jawa dalam kebaktian maupun tembang-tembang rohaninya. Bahasa Indonesia sebetulnya baru mulai dipakai sejak akhir 1980-an ketika jemaat gereja semakin heterogen dan mulai "gagap" berbahasa Jawa halus.

"Kidung-kidung bahasa Jawa itu membuat hati ini adem, tenang. Makanya, saya mau diajak rekaman," kata Bu Nur yang ternyata pernah menjuarai beberapa festival musik keroncong di Surabaya dan Sidoarjo.

Saya sepakat dengan Bu Nur. Bahwa gereja-gereja seharusnya lebih "membumi" dengan tradisi, budaya, termasuk bahasa jemaat gereja lokal. Apa yang dilakukan para perintis GKJW di Jawa Timur seperti Singotruno, Tosari, Kunto, dan Ditrotruno pada 12 September 1844, yang jelas-jelas "menjawakan" ajaran kristiani patut dilestarikan. Mereka berhasil menepis imej bahwa Kristen itu agamane wong Londo, agamanya orang Belanda (Eropa).

Anehnya, sejak 20 tahun terakhir, saya melihat gereja-gereja baru di Jawa Timur seakan berlomba-lomba menjadi "Gereja Londo" atau lebih tepatnya gereja berwajah Amerika (Serikat). Pola kebaktian yang hiruk-pikuk, musik rock, sound system menggelegar, kesaksian selebriti, tempik sorak jemaat, pendeta-pendeta yang lebih mirip pedagang MLM atau motivator, gaya bahasa pop Amerika....

Mendengar album Bu Nur, KIDUNG ROHANI, saya selalu teringat Paulus Tosari dan kawan-kawan, perintis Gereja Kristen Jawi Wetan di Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Atau, Barnabas Sarikromo, petani desa, yang pertama kali berhasil meng-Katolik-kan orang Jawa di Sendangsono, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta, pada 14 Desember 1904.

Matur nuwun, Bu Nur!
Nderek GUSTI salawase!



YEN NUNGGIL LAN GUSTI, RINTEN DALU
MANAH LANGKUNG TENTREM ARAHAYU
KULA ANGANTOS GUSTI SIYANG KLAYAN RATRI
NYUWUN BERKAH DUH GUSTI, GUSTI MAMI

YEN NUNGGIL LAN GUSTI, JRO GINODA
KULA SAGED UNGGUL, MARING DOSA
KULA ANGANTOS GUSTI SIYANG KLAYAN RATRI
NYUWUN BERKAH DUH GUSTI, GUSTI MAMI

YEN NUNGGIL LAN GUSTI, SIYANG RATRI
BIRAT NAJIS KULA, TEMAH SUCI
KULA ANGANTOS GUSTI SIYANG KLAYAN RATRI
NYUWUN BERKAH DUH GUSTI, GUSTI MAMI

YEN NUNGGUIL LAN GUSTI, KASUSAHAN
MANTUN, KAGENTOSAN KABINGAHAN
KULA ANGANTOS GUSTI SIYANG KLAYAN RATRI
NYUWUN BERKAH DUH GUSTI, GUSTI MAMI

17 comments:

  1. Dimana nih bisa beli CD nya?

    ReplyDelete
  2. saya googling lirik lagu Pamarta Kula Agesang kok tidak menemukan hasil memuaskan ya...

    tiba-tiba di kos ingin nyanyi lagu berbahasa Jawa....
    sekalipun tidak hafal tetap ingin bernyanyi....

    tolong tuliskan donk....

    terima kasih sebelumnya..
    Tuhan memberkati..

    ReplyDelete
  3. hehehe... ternyata catatan ringan soal kidungan jawa ini dibaca dan diminati. saya benar2 gak nyangka. tadi saya bikin notasi dan sekarang saya tayangkan. silakan nyanyi karena kidung lawas ini memang melodius, enak, buat merenung.

    berkah Dalem, Mas Bahari Adi.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih mas Hurek, sangat memberi inspirasi terutama untuk saya generasi orang jawa yang tidak bisa berbahasa jawa

    Tuhan memberkati

    Bosta

    ReplyDelete
  5. Semoga Tuhan memberkati mas Hurek sekeluarga.
    Saya sendiri adalah Jemaat Grejo Kristen Jawi Wetan pasamuwan Darmo.
    Kalo lagu2 pujian bahasa Jawa saya punya di rumah, maklum setiap hari Minggu pasti dibawa.

    Mugi - mugi dadosaken berkah kagem umat sedanten.

    ReplyDelete
  6. mantap...inget..masa2 kecil waktu di Suwaru/Malang

    ReplyDelete
  7. Bung Hurek...sori baru ijin nih ini aku share ke facebook ku ya,..soalnya aku inget masa kecil ketika diajak ke gereja ibuku...Blog yg membuat nostalgia lama tergambar lagi...Blog yang bagus. Terima kasih.

    Salam

    Kanachir Kanio Broto

    ReplyDelete
  8. ..u're great one wis pokoke..,thank u ya blognya ngingetin kita akan masa2 indah dimana kita bisa menyanyi bersama orang2 yang kita sayangi..jadi miss my Mom yg disurga wis...Yen Nunggil Lan Gusti (lagu kesayangan my Mom)...nyuwun lirik dan notnya Duweo Swiwi bolehkah..(satu lagi lagu kesukaan yg biasa dinyanyikan Bulik Kris almarhum,note: beliau tuna grahita tetapi dg keberadaan beliau menjadi berkat bagi klg reksopurnomo Jogja dan warga GKJ Sawokembar Jogja)..Puji Tuhan aku menemukan blog mu, Saudaraku..

    Susek Tyas - Malang

    ReplyDelete
  9. luar biasa memang kidung2 rohani tempo doeloe yg syahdu dan sangat menyetuh hati, apalagi kalo kita punya kenangan dg orangtua yg sudah tiada.

    ReplyDelete
  10. KALO KITA AMATI, HYMNE2 KRISTEN MENGALAMI PERUBAHAN DARI MASA KE MASA. LAGU2 KAYAK PAMARTA KULA AGESANG INI MAKIN LAMA MAKIN DITINGGALKAN OLEH GEREJA2 KRISTEN YG MENGUTAMAKAN PRAISE AND WORSHIP SONGS... LAGU2 KAYAK GINI DIANGGAP JADUL DAN SERING DIKRITIK. SAYA PERNAH IKUT SEMINAR TENTANG PERKEMBANGAN NYANYIAN GEREJAWI, KEBETULAN PEMBICARANYA ARTIS ALIRAN KARISMATIK. LAGU2 KAYAK PAMARTA MALAH JADI BAHAN TERTAWAAN DIA. YAH... SELERA ORANG KAN BEDA2...

    ReplyDelete
  11. lha panjenengan2 kabeh iki napa ora ngelebokake lagu2 jawa kang kepenak2 iki neng internet? Lha nganti sakiki kok isih mboten wonten? sumongga ingkang badhe mlebetake lagu2 punika kula matur nuwun.

    ReplyDelete
  12. lha panjenengan kok mboten masang lagu pamarta kula agesang wonten ing internet?

    ReplyDelete
  13. sumonggo menawi badhe masang lagu pamarta kulo agesang niki wonten ing internet format mp3 saged, video nggih malah matur nuwun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bila tidak keberatan saya mohon kontaknya atau alamatnya Noerhayati alias Bu Nur

      Delete
  14. Mohon kontaknya bila beli atau apalah, untuk memiliki CD tersebut.
    Gusti Mberkahi

    ReplyDelete
  15. Manawi badhe mundhut CD pripun njih, ngluhuraken Asmane Gusti Allah ugi nguri2 kabudayan...matur nuwun.

    ReplyDelete