22 March 2010

Pertemuan Musik Surabaya



Dua puluhan orang tampak asyik menikmati film kartun bertajuk Si Pintar dan Serigala di Aula Wisma Musik Melodia, Jalan Ngagel Jaya 12 Surabaya, Senin (8/3/2010) siang.

Sesekali film dihentikan sementara dan Yang Mulia Slamet Abdul Sjukur, komponis dan guru piano senior, memberikan penjelasan. Beberapa peserta tertawa kecil karena film animansi karya Suszie Templeton, sutradara Inggris, ini memang menggelitik.

Slamet sedang mengajar musik pada anak-anak? Bukan. Sebagian besar peserta pertemuan justru guru-guru piano, bahkan pemilik sekolah musik di Surabaya. Musafir Isfanhari, dosen musik Universitas Negeri Surabaya, juga hadir sebagai peserta. Inilah cara khas yang dipakai Slamet Abdul Sjukur: serius, tapi tetap 'main-main' dan penuh humor.

"Menikmati musik itu, ya, sama dengan menikmati makanan. Ada yang suka, ada yang nggak suka, nggak masalah," kata Slamet Abdul Sjukur (73), koordinator sekaligus penggagas Pertemuan Musik Surabaya (PMS).

Dirintis pada 1957, ketika Slamet masih sangat belia, PMS tumbuh sebagai komunitas pencinta musik klasik yang sangat berpengaruh bukan hanya di Surabaya, tapi juga di Indonesia. Banyak guru musik, yang kemudian melahirkan sekian banyak pemusik, menimba dan berbagi wawasan di PMS. Komunitas ini bertahan sampai tahun 1982, kemudian mandek.

"Masalahnya banyak," ujar komponis yang pernah tinggal selama 14 tahun di Prancis itu.

Atas desakan banyak pihak, Slamet dan beberapa pemusik muda, setidaknya yang usinya jauh lebih muda ketimbang Slamet, sejak 26 Maret 2006 PMS dihidupkan kembali. Sekali sebulan peserta mengadakan pertemuan, nonton bareng film musikal, menikmati permainan piano, diskusi tentang musik, dan makan bersama. Suasananya dibuat ringan, tapi tetap serius.

Sudah banyak topik menarik yang dibicarakan. Di antaranya, dirigen kondang Barenboim, Glenn Gould, AeroSon–Arno Peters, Woyzzeck–Alban Berg, kisah Beethoven menyelesaikan Simfoni 9, Chopin, Fanz Liszt, hingga Prokofiev. Topik-topik yang memang menantang kalangan pemusik serius dan guru-guru piano di Surabaya.

"Pesertanya masih 20 sampai 30-an orang. Kadang lebih banyak karena ada teman-teman dari Jogja ikut nimbrung," ujar Slamet. "Surabaya ini, terus terang, agak sulit mendatang orang sebanyak di Jogja untuk ikut acara seperti PMS," tambahnya.

Dalam setiap pertemuan, Slamet selalu menekankan bahwa komunitas PMS tidak menganut paham kompetisi. Siapa saja boleh bermain musik, tidak perlu takut salah. Tidak perlu sungkan karena ada yang dirasa lebih hebat daripada dirinya.

"Saya mengajak teman-teman untuk merasakan kembali senangnya bermain musik dalam kebersamaan. Main musik bukan karena ingin dipuji. Main keliru itu biasa aja," tegasnya. (lambertus hurek)


PERTEMUAN MUSIK SURABAYA

Sekretaris Jenderal: Krisna Setiawan

Telepon +62811309687, +6281.727.0068
Email: krisna.setiawan@gmail.com

Wisma Musik Melodia
Jalan Ngagel Jaya 12-14 A Surabaya

1 comment:

  1. Perlu banget, selain enjoy juga tambah wawasan ....

    ReplyDelete