27 March 2010

Kongres Gay-Lesbian Dibubarkan


Dede Oetomo tetap tenang... dan senyum.



Konferensi International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans, and Intersex Association (ILGA) yang sedianya berlangsung di Surabaya pada 26-28 Maret 2010 dibubarkan massa Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan beberapa elemen lain. Sejumlah delegasi yang sudah berada di Hotel Oval, Jalan Diponegoro, diusir. Orang-orang gay, lesbian, biseks, ini harus hengkang dari Indonesia.


Polisi tak berkutik. Massa menghardik perempuan bernama Maria, panitia konferensi ILGA. ''Kalian lebih bejat daripada binatang,'' teriak seorang pria bernama Zaenal sambil mengangkat tangannya.

Selain merazia panitia dan peserta di Hotel Oval, massa juga mendatangi kantor Gaya Nusantara, organisasi gay di Jalan Mojo Kidul 1/11A pada Jumat (26/3/2010). Kantor ini disegel dan digembok. Kunci dititipkan kepada Ketua RT 2 setempat, Pujo Utomo.

"Gay dan lesbian itu teroris moral. Mereka harus dimusnahkan dari muka bumi," kata Abdurahman Aziz dari MUI Jatim seperti dikutip Jawa Pos.

Dr. Dede Oetomo, sosiolog, bekas dosen Universitas Airlangga Surabaya, pentolan komunitas gay di Indonesia. Dialah yang mendirikan Gaya Nusantara, organisasi pelaksana konferensi ILGA ke-4 di Surabaya. Sabtu (27/3/2010) sore, saya menelepon Pak Dede untuk bertanya sedikit seputar kasus yang sempat bikin heboh itu.

APA KABAR PAK DEDE?

Saya baik-baik saja, rileks.

ANDA PANIK DENGAN KEJADIAN KEMARIN?

Kenapa harus panik? Beginilah gambaran dari masyarakat kita yang belum semuanya bisa menerima perbedaan. Pluralisme, kebinekaan... itu memang harus terus diperjuangkan.

MENGAPA PANITIA TIDAK MENGANTISIPASI BAKAL ADA PENOLAKAN DAN REAKSI KERAS KONFERENSI GAY-LESBIAN SEMACAM INI?

Yah, kecolonganlah. Kita sebenarnya optimistis karena sejak tahun 1996 kami bikin acara, dan ternyata bisa berjalan baik. Karena itu, ketika ditawari jadi tuan rumah konferensi internasional, kita terima saja. Eh, ternyata kejadiannya seperti kemarin. Mau apa lagi?

BANYAK PIHAK, KHUSUSNYA AGAMAWAN, SANGAT MENENTANG GAY DAN SEJENISNYA. BAHKAN, ADA YANG MENGATAKAN BAHWA GAY DAN LESBIAN HARUS DIMUSNAHKAN DARI MUKA BUMI? GAY LESBIAN ITU TERKUTUK, ORANG-ORANG BERDOSA?

Hahaha.... Silakan mereka mau omong apa saja. Kami menghargai pendapat mereka. Siapa sih yang tidak berdosa di muka bumi ini? Apa hanya orang gay dan lesbian yang berdosa? Saya nggak mau masuk ke isu doa, neraka, surga, dan sebagainya.

Poinnya adalah masyarakat, paling tidak sebagian masyarakat kita, belum siap dengan pluralisme. Belum siap menerima perbedaan. Kalau saja konferensi itu diakan, siapa tahu para peserta bisa dipertobatkan. Siapa tahu? Kalau dibubarkan seperti ini, ya, bagaimana bisa mengajak teman-teman itu bertobat? Hahahaha....

SEJAK 1990-AN ANDA BERJUANG DEMI EKSISTENSI KAUM GAY DI INDONESIA. ANDA KECEWA KARENA SAMPAI SEKARANG KALANGAN GAY DAN LSBIAN MASIH BELUM DITERIMA?

Tidak kecewa. Perjuangan itu kan panjang. Tidak mudah. Apalagi harus mengubah mindset masyarakat yang sudah berakar seperti ini. Kalau mau fair, sebenarnya komunitas gay sudah bisa eksis di tanah air. Gaya Nusantara sudah berjalan selama bertahun-tahun.

ARTINYA, KITA ADA KEMUNDURAN DENGAN KASUS PENGGAGALAN KONFRENSI ILGA INI?

Jelas kemunduran. Dan itu sangat serius lho. Teman-teman dari luar negeri heran kok bisa begini? Apa yang terjadi sebenarnya? Yah, saya harus menjawab banyak pertanyaan seperti ini dari teman-teman di luar negeri. Yah, kenyataannya seperti yang kita saksikan itu.

SAYA MELIHAT ANDA SUDAH LAMA TIDAK TERLIBAT LANGSUNG DI GAYA NUSANTARA. PANITIA KONFERENSI DIDOMINASI ORANG-ORANG MUDA. JANGAN-JANGAN ANDA TIDAK KASIH MASUKAN KEPADA PENGURUS GAYA NUSANTARA SEHINGGA 'NEKAT' MENGGELAR KONFERENSI INTERNASIONAL?

Memang, saya sudah mempercayakan Gaya Nusantara kepada yang muda-muda. Kalau saya di situ terus, kalau nanti saya mati, organisasinya bisa bubar. Dan saya senang karena ternyata mereka bisa mengelola organisasi dengan baik. Bahkan, peserta konferensi ini yang dari Indonesia saja sampai 60 orang lebih baik dari Jawa maupun luar Jawa. Jadi, secara umum Gaya Nusantara ini berhasil.

KOK TIDAK SENSITIF SEHINGGA HARUS DIRAZIA SEGALA?

Teman-teman kecolonganlah. Padahal, konstitusi kita sudah menjamin kebebasan semua warga negara untuk berkumpul, mengeluarkan pendapat, berekspresi. Belum lagi kita bicara hak asasi manusia (HAM) yang berlaku secara universal.

APA LANGKAH SELANJUTNYA? MEMBAWA KASUS INI KE KOMNAS HAM?

Komnas HAM sudah tahu kok masalah ini. Jadi, nggak perlu dilapori pun Komnas sudah bisa mengambil sikap. Begitu juga pemerintah dan aparat keamanan perlu menghormati warga negaranya yang mau berkumpul dan berorganisasi.


PAK DEDE OETOMO, TERIMA KASIH, SUDAH MAU MELUANGKAN WAKTU UNTUK SAYA.
Sama-sama.

6 comments:

  1. Sayang sekali masyarakat Indonesia gampang terpengaruh oleh ajaran-ajaran kolot ulama dan agamawan fanatik. Siapa sih yang tidak berdosa? Siapa sih yang mau dilahirkan gay, lesbian, dan dihujat? Manusia diciptakan menurut citra Allah, kata Alkitab. Jika ada manusia gay, berarti Allah pun mempuyai sifat gay.

    ReplyDelete
  2. hallo george gak baca alkitab ya kan ada ayat yang melarang bersundal lewat belakang saya seorang kristen juga menentang itu namanya homo

    ReplyDelete
  3. Pertanyaannya, kemana pak Dede Oetomo saat penyerbuan berlangsung ? sebagian besar teman-teman kami, gemetaran berada di dalam ruangan salah satu kamar di Hotel Oval, bersembunyi dan saling memeluk dan bertangis-tangisan mnghadapi teror dan gedoran-gedoran orang-orang FUI, mengapa pak Dede dan Vera disembunyikan dan tak berani menghadapi massa? alasan yang mengatakan bahwa '2 orang' ini harus disembunyikan karena sebagai orang gay termasuk 'langka' jika semisal terjadi apa-apa, sungguh tak masuk akal dan mencari pembenaran dan penyelamatan diri sendiri, sebelumnya gembar-gembor berani melawan, ternyata bersembunyi (termasuk mantan ketua Ko Budi yang juga diperintahkan tak hadir di tempat kejadian)
    Peristiwa ini juga menjadi pembicaraan di beberapa kalangan aktivis perempuan dan hiv/aids

    ReplyDelete
    Replies
    1. jawabannya sederhana bung, ini informasi dari ring-1 , bahwa Dede, ketua gaya nusantara dan mantan ketua sengaja disembunyikan dan tak boleh tampil dihadapan para demonstran dengan alasan dikhawatirkan akan dibunuh atau dilukai para demo (dalam bahasa sederhana : biarkan anak buah yang menghadapi, yang mampus pun gak masalah, asal bukan Dede, ketua dan mantan ketua)
      Benar-benar feodal dan tak bertanggung jawab, dan malangnya sang anak buah yang telah mati-matian membela gaya nusantara dan berjibaku dengan resiko apapun, malah dipecat tanpa prosedur, melalui sms, semua lempar tanggung jawab, kesombongan dan kesewenang-wenangan kembali diperlihatkan oleh organisasi yang konon membela hak asasi manusia!

      Delete
    2. sudahlah mbak/mas di ikhlaskan saja, biarkan mereka bersenang-senang saat ini, tidak akan ada pesta yang terus berlangsung, ada saatnya pesta kelak akan usai

      sing sabar yo nduk!

      Delete
  4. Yth Pak Lambertus,
    setuju dengan komentar di atas, kenapa waktu itu pak lambertus tdk menanyakan dimana posisi bung Dede saat ada demo itu?
    heh heh...kasian ya anak buahnya dikorbankan

    ReplyDelete