26 February 2010

Wiwin Yulia Penyanyi Kafe



Terlalu banyak penyanyi di Surabaya dan Sidoarjo [Jawa Timur umumnya], tapi terlalu sedikit yang sukses di industri musik. Yang muncul di televisi hanya segelintir. Ratusan, bahkan ribuan penyanyi, setiap hari ngamen dari kafe ke kafe untuk cari duit. Juga mengisi hajatan di berbagai tempat.

Wiwin Yulia, gadis asli Surabaya, salah satunya. Suaranya lumayan enak. Bodi padat berisi. Cenderung gemuk karena banyak makan, kurang olahraga. Wiwin mengaku penyanyi freelanche yang siap diundang ke mana saja. "Mau nyanyi lagu apa saja saya bisa," katanya.

Lagu-lagu baru, agak lawas, lawas banget, Barat, pop, rock, apalagi dangdut, urusan kecil untuk Wiwin Yulia. Biasanya dia berpasangan dengan Hadi, pemain kibod, yang siap mengiringi vokalnya. "Nggak pakai latihan. Nyanyi itu gampang kok," tuturnya kepada saya.

Selama tujuh tahun Wiwin mengais rezeki dengan "menjual" suara. Panitia membayar sekian, kemudian penonton siap-siap kasih saweran. Makin banyak saweran, makin senanglah penyanyi-penyanyi ngamen macam si Wiwin Yulia ini. Makin banyak hadirin yang joget, goyang bersama, tambah senanglah dia.

Para penonton di Surabaya atau Sidoarjo biasanya doyan nyanyi, khususnya dangdut atau pop lawas. Wiwin pun gembira karena dia bisa mengistirahatkan pita suaranya. Apalagi, si penonton itu suaranya bagus, bahkan bekas penyanyi. "Tapi saya atur biar orang tidak bosan. Bagaimanapun panitia itu kan nanggap aku," kata gadis bersuara serak-serak basah ini.

Malam itu (24/2/2010), saya dan teman-teman larut berjoget bersama diiringi Wiwin Yulia. Lagunya macam-macam: Zahara, Kuda Lumping, Kucing Garong, Tamasya di Monas... dangdut populer. Makin malam makin panas meski tak ada "minuman penghangat". Keringat mulai bercucuran, tapi semangat tak jua kendor.

Wiwin yang sempat lesu darah, karena sebelumnya jarang ada penonton yang mau joget, tambah genit saja. "Kuda lumping, kuda lumping, kuda lumping...," nyanyi si Wiwin.

"Gak katokan!!!!" jawab komunitas joget, suara tinggi.

"Yang kumis, yang kumis, yang kumis...."

"Gak katokan!!!!"

"Penyanyinya, penyanyinya, penyanyinya..."

"Gak katokan!!!!"

Hehehe... Juancuk!

Sudah tiga kali kami memperpanjang "masa kontrak" Wiwin dengan saweran. Badan pun lemas. Pita suara Wiwin sendiri rupanya sudah kepanasan. Maka, acara joget bersama, pesta tumpengan, makan kue tar, berakhir sampai di sini. Saya sempat melihat sendiri Wiwin membagi-bagi hasil nyawer kepada krunya. "Lumayan, Mas," katanya.


MAU NANGGAP WIWIN?

081 33045 8878
081 70336 8878

1 comment:

  1. salam kenal bung Hurek,

    hehehehe, ternyata para jurnalis radar surabaya seneng goyang dangdut ya?....salam buat pak Hilmy/Adi (senior saya waktu di Darmo Insight)

    ReplyDelete