01 March 2010

Orang Lapindo Bupati Sidoarjo?




SRIKANDI LAPINDO: Yuniwati Teryana selalu tersenyum.


Pemilihan bupati Sidoarjo kali ini hampir pasti sarat dengan kepentingan Lapindo Bratas Inc. Maklum, sampai sekarang semburan lumpur panas di Porong masih berlangsung. Dan, mau tak mau, suka tak suka, Lapindo dianggap paling beranggung jawab dalam peristiwa semburan sejak 29 Mei 2006 itu.

Maka, sejak tahun 2009 lalu kita sudah menduga pihak Lapindo bakal "bermain" di pilbub Sidoarjo. Lapindo akan merasa lebih nyaman dan tenang jika "orangnya" jadi orang nomor satu di Sidoarjo. Dengan begitu, urusan ganti rugi, dampak sosial, dan sebagainya dari kasus lumpur bisa lebih gampang ditangani.

Hingga akhir 2009, bahkan akhir Januari 2010, suasana menjelang pilkada di Sidoarjo biasa-biasa saja. Cenderung adem ayem. Ah, paling juga Saiful Ilah, wakil bupati sekarang, yang bakal maju dan punya peluang terbesar. Bukankah Saiful sudah 10 tahun "magang"? Abah Saiful dikenal masyarakat luas dan punya kekayaan sebagai raja tambak tradisional.

Dari semua media yang saya pantau, praktis tak ada nama-nama yang "berbau" Lapindo Brantas. Saiful Ilah, Imam Soegiri, Khulam, Sarto... Kemudian nama-nama kepala dinas atau bekas kepala dinas macam Hadi Sutjipto atau Achmad Sholeh. Ada lagi M. Sholeh, bekas ketua Partai Rakyat Demokratik, masih berusia 30-an tahun, yang dianggap hanya main-main.

Suasana politik kian meriah ketika tiba-tiba muncul baliho bagus di berbagai sudut kota. Gambar Bambang Prasetyo Widodo alias Wiwied yang tak lain direktur operasional PT Minarak Lapindo Jaya. Bambang Prasetyo Widodo mendaftar sebagai bakal calon bupati Sidoarjo melalui Partai Golkar.

"Bambang alias Wiwied ini paling kuat. Dia punya dukungan modal yang luar biasa," ujar seorang pengurus Golkar Sidoarjo. Maka, dalam sekejap nama Wiwied yang juga putra bekas bupati Sidoarjo, Soewandi, ini meroket. Calon-calon lain mulai keder begitu tahu bahwa Wiwied ini orang Lapindo.

Kejutan masih berlanjut. Kamis, 25 Februari 2010, Yuniwati Teryana mendeklarasikan diri sebagai calon Bupati Sidoarjo periode 2010-2015. Yuniawati memasang iklan satu halaman penuh di koran lokal. Iklannya mewah, digarap serius, kelas nasional.

Esok harinya, Kamis, Bu Yuni membuka posko pemenangan di kawasan Perumahan Pondok Jati Sidoarjo. "Saya maju sebagai calon bupati karena panggilan hati nurani dan kecintaan saya terhadap masyarakat Sidoarjo," ujar Yuniwati Teryana.

Siapakan Yuniwati Teryana? Warga Sidoarjo, apalagi korban lumpur, pasti tahu sosok perempuan intelektual ini. Sejak kasus lumpur, Yuniwati Teryana selalu muncul di media massa, entah koran, radio, televisi, internet. Dialah juru bicara Lapindo Brantas alias vice president externals Lapindo Brantas Inc.

Wiwied memang orang Minarak Lapindo Jaya, kadar kelapindoan Yuniwati Teryana jauh lebih kental. Benar-benar Lapindo sejati. Kenapa perempuan asal Magelang yang baru tahu Sidoarjo setelah kasus lumpur mau jadi bupati Sidoarjo?

"Saya sudah cukup dekat dengan masyarakat Sidoarjo kok. Saya tergerak untuk ikut menjadikan Sidoarjo lebih baik," terangnya. Yuniwati punya jargon kampanye: Sidoarjo Maju, Pasti, Sido Sehat, Sido Pinter, dan Sido Makmur.

Kompetisi politik di Sidoarjo kian menarik saja. Lapindo habis-habisan menurunkan jago-jagonya untuk bertarung di kancah pemilukada Sidoarjo. Mari kita nikmati fenomena luar biasa dalam pemilihan bupati yang barangkali belum ada duanya di Indonesia ini.



Lantas, bagaimana nasib ribuan korban lumpur panas jika orang Lapindo sukses jadi bupati Sidoarjo?

Tampaknya tak akan berbeda banyak dengan kondisi sekarang. Kita tahu ribuan korban lumpur sudah terpecah-belah dan punya kepentingan sendiri-sendiri. Tidak kompak, tidak satu kata, seperti pada bulan-bulan pertama kejadian.

Saya kenal cukup banyak warga korban lumpur asal Siring, Renokenongo, Jatirejo, Perum TAS I. Dulu tiap hari mereka marah-marah, maki-maki Lapindo, bikin pernyataan keras kecam Lapindo sebagai biang keladi lumpur panas.

Kini suasananya terbalik 180 derajat. Kata-kata orang yang sama ini justru memuji Lapindo setinggi langit. Banyak koordinator demo yang kini sudah sangat jinak. Kita makin sulit memetakan korban lumpur yang jumlahnya 80 ribu sampai 100 ribu orang itu.

"Wong korban lumpurnya senang, tenang-tenang saja, kok Anda yang resah," kata seorang kenalan di Sidoarjo.

Setelah empat tahun berlalu, kita tahu, Lapindo Brantas menang nyaris di semua lini. Berkali-kali menang di pengadilan. Kasus pidananya di-SP3 oleh Polda Jatim. Ganti rugi tak lagi ditanggung penuh oleh Lapindo, tapi dari APBN. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Kita lihat saja apakah kali ini pun Lapindo menang lagi: jadi bupati Sidoarjo periode 2010--2015?

5 comments:

  1. ati2 warga sidoarjo krn korporat raksasa kayak lapindo sangat lapindo punya agenda sendiri. belum tentu punya komitmen utk rakyat sidorajo.

    ReplyDelete
  2. lapindo selalu menang krn duitnya buanyaaak. hati2 dgn politik uang!!!

    ReplyDelete
  3. Sidoarjo memang punya daya tarik luar biasa....mereka orang2 yang punya hubungan dengan lapindo lah yang tahu ada apa dibawah danau lumpur porong. Banyak kepentingan yang bermain disana, sampai orang2 jakarta pun pasang orang biar bisa kuasai Sidoarjo.
    Pilkada Sidoarjo kali ini adalah ajang pertarungan kepentingan segelintir orang yang mungkin tidak pernah tahu sosial budaya Sidoarjo....yang mereka tahu hanya potensi ekonomi dan kepentingan bisnis serta hegemoni kekuasaan saja.
    Semoga masyarakat Sidoarjo lebih cerdas dalam memilih nanti....HATI- HATI POLITIK UANG SUDAH MULAI BERGERAK!!!!!

    ReplyDelete
  4. ada satu lagi org Lapindo yg maju, namanya Gesang Budiarso. Kampanyenya juga gencar banget....

    ReplyDelete
  5. Blog orang kampung yang membahas hal2 intelektual! :-D

    ReplyDelete