01 February 2010

Makam Tjondronegoro II di Botoputih Surabaya



Setiap tahun, menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo, sejumlah pejabat teras Pemkab Sidoarjo nyekar ke Pesarean Sentono Botoputih, Pegirian, Surabaya. Di kompleks makam tua itu bupati kedua Sidoarjo, Kandjeng Djimat Djokomono alias Tjokronegoro II dimakamkan.


Selasa (26/1/2009), Wakil Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama rombongan berziarah ke makam ini. Tahun lalu, Abah Saiful--sapaan akrab Saiful Ilah--memimpin rombongan pejabat-pejabat pemkan ke Botoputih. "Kami ingin berdoa untuk para bupati Sidoarjo yang sudah wafat. Moga-moga ke depan Sidoarjo makin maju," katanya.

Ziarah yang sama juga dilakukan ke makam para mantan bupati Sidoarjo yang lain. Menurut Abah Saiful, hingga kini Sidoarjo sudah dipimpin 18 bupati sejak Tjokronegoro I hingga Win Hendrarso. Adapun bupati Sidoarjo yang sudah wafat 12 orang. Yakni, Tjokronegoro I, Tjokronegoro II, Sumodiredjo, Tjondronegoro I, Tjondronegoro II, Sumodiputro, Sujadi, KN Subakti Pusponoto, R Suharto, R Suriadi Kertosuprodjo, RH Samadikoen, dan R Soedarsono.

Kalau rombongan pejabat hanya sekali-sekali berziarah, lain lagi dengan rakyat biasa. Hanafi, modin yang bertugas di Makam Tjokronegoro II, hampir setiap hari ada saja warga yang berdoa di sekitar makam. "Nggak hanya dari Surabaya dan Sidoarjo, tapi juga Madura dan daerah-daerah lain di Jawa Timur. Bahkan, luar Jawa juga ada," kata Hanafi kepada saya, Selasa (26/1/2009) siang.

Bagi para peziarah, khususnya penggemar makam-makam tua, Kandjeng Tjokronegoro II yang memerintah pada 1863 hingga 1883 itu dianggap sebagai tokoh yang sangat hebat dan 'sakti mandraguna'. Ini sesuai dengan kepercayaan tempo doeloe bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa menjadi pejabat tinggi.

"Apa nggak hebat beliau bisa jadi bupati Sidoarjo pada zaman Belanda lho. Itu yang membuat Kandjeng Tjokronegoro II ini sangat dihormati para peziarah. Kalau Jumat Legi, wah, tempat ini penuh manusia," ujar Hanafi yang berasal dari Madura itu.

Yang pasti, saat Radar Surabaya berkunjung ke sana, sekitar delapan pria berpakaian hitam-hitam, rambut gondrong, sedang bersemedi di samping makam. Mereka ini, kata Hanafi, sudah seminggu lebih berada di situ. "Niat orang itu kan macam-macam. Silakan berdoa asal bisa menjaga ketenangan," kata Hanafi lantas tersenyum lebar.

Berdasarkan catatan sejarah, Tjokronegoro II dikenal sebagai bupati Sidoarjo yang berprestasi. Dia antara lain melanjutkan pembangunan Masjid Jamik, memperbaiki Pesarean Pendem, serta membangun Kampung Magersari. Kampung di sebelah barat pendapa itu kemudian ditempatkan orang-orang Madura sebagai abdi dalem.

No comments:

Post a Comment