18 January 2010

Calon Bupati Sidoarjo Bayar Rp 100 Juta



Anda tak punya uang? Jangan pernah bermimpi jadi bupati atau wakil bupati Sidoarjo. Biaya pendaftaran lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saja Rp 100 juta. Kalau sekadar calon wakil bupati bayar Rp 50 juta.

Ini sebenarnya baru "bakal calon", belum calon. Pengurus PKB akan "menggodok" lagi nama-nama "bakal calon" untuk diperas menjadi calon resmi PKB. Pasangan inilah yang akan didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo, Jalan Raya Cemengkalang, tak begitu jauh dari Gelora Delta Sidoarjo.

Apa boleh buat. Sejak ada pemilihan langsung, entah itu wali kota, bupati, gubernur, presiden, uang menjadi segala-galanya. Pengurus partai-partai yang saya temui selalu bicara soal uang, uang, dan uang. Uang untuk pengurus ranting, anak cabang, cabang, provinsi, kemudian DPP di Jakarta, dan seterusnya.

Uang sosialisasi. Bikin poster, spanduk, iklan di media massa. Uang untuk bikin tim sukses. Bayar macam-macam. Biaya politik memang luar biasa mahal, sehingga sekali lagi, sulit bagi orang biasa-biasa saja bisa tampil sebagai pemimpin di daerah.

Tapi, syukurlah, di Jawa Timur, khususnya Sidoarjo, masih banyak orang kaya yang punya ambisi menjadi bupati. Karena itu, biaya pendaftaran yang "hanya" Rp 100 juta masih dianggap murah. "Saya langsung bayar tunai. Biar tidak menjadi beban," kata Saiful Ilah, yang mendaftar di PKB Sidoarjo pada 15 Januari 2010.

Abah Saiful -- sapaan akrab Saiful Ilah -- tak asing lagi di Sidoarjo. Dua kali menjabat wakil bupati Sidoarjo, Saiful dikenal sebagai keturunan juragan tambak. Tambaknya ratusan, bahkan ribuan hektare. Perusahaannya juga sangat banyak. Saya sampai lupa nama-nama perusahaannya saking terlalu banyak.

Abah Saiful pula yang menggelontorkan uang pribadinya untuk Deltras, klub bola dari Sidoarjo, yang prestasinya minim. Sayang, kini Saiful tersingkir dari manajemen Deltras.

Akankah Abah Saiful dipercaya rakyat Sidoarjo yang jumlahnya hampir 2 juta orang ini sebagai bupati periode 2010-2015? Kita tunggu saja.

3 comments:

  1. Waah...benar-benar harus punya modal ya jika ingin jadi pejabat? Biar pejabat kelas daerah juga. Tsk...tsk...tsk...

    Kalau tidak punya modal...boleh gak bang punya sponsor? Seperti di AS begitu? Pastinya ada dong ya perusahaan atau perorangan yang mau jadi sponsor...(gelap atau terang-terangan)...jika ada kepentingan pribadi yang ingin dilancarkan jalannya.

    ReplyDelete
  2. Wah, kalo ada orang yang bener2 pantes buat jadi pejabat dan 1 1 nya kekurangan beliau adalah uang, ribet juga ya? Tapi kalo memang seseorang pantes jadi pejabat, rakyatnya pasti dukung kan? Bisa aja bikin "koin pak joko menuju kursi bupati", hehehe...

    ReplyDelete
  3. saya ingin tanya jua nie ,ama abah ifull,...!
    anda tlh di usung oleh partai PKB menadi wakil bupati 2005-2010 , tapi mengapa anda tak bisa mempertahankan dan memenangkan PKB waktu pilpres kemarin , yah minimal suara45% aja .....ternata tak sampai 10% suaranya ,gimana tuh .....

    kinie Anda minta dukungan lagi dari PKB...!

    ReplyDelete