13 January 2010

Ada BANGSAT di Senayan



Almarhum Gus Dur benar ketika menyebut anggota DPR di Senayan mirip anak-anak TK. Berisik, ramai, seru, tapi miskin substansi. Dan tingkah pola 'anak-anak TK Senayan' itu makin kentara saat Ruhut Sitompul (Demokrat) bertengkar dengan Gayus Lumbuun (PDIP). Benar-benar tak bermutu!

Malu deh melihat anggota DPR RI, wakil rakyat yang terhormat, melontarkan kata-kata kasar. Mirip pertengkaran antara ibu-ibu di pelosok kampung. Kata-kata kasar, sumpah serapah, penghinaan... dilontarkan habis. "Bangsat!" ujar Ruhut Sitompul.

Alih-alih menyesal, si Ruhut ini rupanya bangga ketika bicara di televisi. Senyumnya lebar. "Saya ini bekas pengacara dan pelawak," katanya.

"Ada 300-an SMS yang mendukung saya. Mungkin hanya dua SMS saja yang menentang saya. Paling yang dua itu bukan pendukung Partai Demokrat," kata si Ruhut dengan gayanya yang enteng-entengan.

Tak tahulah awak ini mau ngomong apa lagi. Panitia Khusus Angket Bank Century yang seharusnya fokus pada tugasnya, investigasi, mencari kebenaran material, justru dikacaukan oleh anggota parlemen yang tak punya etika. Bicara seenaknya. Kasar. Hilang etiket dan tata krama.

Di mana predikat terhormat itu, Bung Ruhut? Masih pantaskah Anda menyandang wakil rakyat yang terhormat? "Mulut Ruhut terlalu longgar. Perlu diberi gembok agar suaranya teratur," tulis seorang pembaca Media Indonesia edisi 9 Januari 2010.

"Ruhut itu memang tidak pernah diajarkan sopan santun oleh nenek moyangnya. Saya sangat malu melihat seorang anggota dewan seperti itu," tulis pembaca yang lain di koran yang sama.

Ruhut Sitompul yang budiman! Sekarang ini Anda anggota DPR RI, wakil rakyat. Bukan hanya wakil pendukung Anda di Partai demokrat. Jabatan yang tinggi menuntut kadar sopan-santun, etika, moral, yang tinggi pula. Anda tak bisa lagi berkelit sebagai "pelawak" yang bebas bicara apa saja tanpa kontrol.

Parlemen memang tempat politisi berbicara. Tapi bukan asal bicara. Apalagi membawa-bawa "bangsat" masuk ke ruang sidang yang seharusnya terhormat dan berwibawa itu.

Ah, bangsat!

3 comments:

  1. hahahahaaaaa....

    Jika sedang emosi 'tinggi'...karakter asli keluar dan terlihat nyata!

    Ada pendapat yg mengatakan bahwa orang yang bisa menjaga emosinya (supaya tidak meluap) di depan umum...menunjukkan seberapa beradab dia sebagai manusia. Semakin mudah dia mengobral emosi...semakin kurang beradab dia.

    Hehe...mungkin abang yang satu ini bukan penganut paham di atas ya?

    ReplyDelete
  2. Pansusnya ribut, kasusnya ga kelar2.. Ga usah ada pansus aja deh, ngulur2 waktu aja x tuh biar bayarannya gede...

    ReplyDelete
  3. hahahha.. dasar "bangsat"

    ReplyDelete