01 December 2009

Kata Bilangan Bahasa Lamaholot





Ada beberapa teman berminat mempelajari bahasa Lamaholot, bahasa yang dipakai warga di Kabupaten Flores Timur. Oke! Tapi, berbeda dengan bahasa Inggris atau Mandarin yang ada bukunya, bahasa Lamaholot dan bahasa-bahasa lain di Flores [ada 10 rumpun bahasa] tidak punya buku.

Katanya, sudah ada Kamus Lamaholot, tapi saya sendiri belum pernah lihat. Buku tata bahasa juga tidak ada. Kalaupun dipaksakan bikin buku, si penulis pasti kesulitan mengingat begitu banyaknya variasi atau logat lokal dalam bahasa Lamaholot. Ada versi Adonara (Ile Boleng), Lamahala, kemudian Ile Ape (bahasa saya), Hadakewa, Lamalera, Kalikasa, Boto, Solor, Ile Mandiri (Flotim Daratan).

Lantas, mau pakai Lamaholot versi mana? Syukurlah, orang-orang Flores Timur dari mana pun biasanya saling memahami bahasa lawan bicaranya meskipun berbeda logat dengan daerahnya. Itu mungkin kelebihan bahasa Lamaholot yang lentur dan mudah beradaptasi.

Salut untuk Bung Bernard Tukan di Denpasar yang sudah menulis beberapa panduan dasar bahasa Lamaholot (versi Ile Mandiri) di blognya www.nuhawaibalun.blogspot.com. Salah satu artikel yang menarik di situ adalah kata bilangan. Ada kolega saya di Surabaya yang menjadikan tulisan itu sebagai bahan dasar untuk mengenal bahasa Lamaholot.

Berikut saya tambahkan sedikit kata bilangan dalam bahasa Lamaholot Timur atau versi Ile Ape. Kalau kita perhatikan, beberapa bilangan dalam bahasa Lamaholot punya kesamaan dengan bahasa-bahasa lain di Nusantara. Ini juga menunjukkan bahwa sebenarnya bahasa-bahasa yang ada di tanah air masih punya "kedekatan" meskipun tetap berbeda dan unik.


1 = tou
2 = rua
3 = telo
4 = pat
5 = lima
6 = nem
7 = pito
8 = buto
9 = hiwa
10 = pulo

11 = pulo nong tou = pulo tou
12 = pulo nong rua = pulo rua
18 = pulo nong buto = pulo buto

[Keterangan: kata NONG sama dengan DAN atau DENGAN dalam bahasa Indonesia]

20 = puluh rua
21 = puluh rua nong tou
25 = puluh rua nong lema
28 = puluh rua nong buto
30 = puluh telo
40 = puluh pat
70 = puluh pito
80 = puluh buto
80,5 = puluh buto nong papa
94 = puluh hiwa nong pat

100 = ratu tou = teratu
101 = teratu nong tou = ratu tou nong tou
200 = ratu rua
300 = ratu telo
500 = ratu lema
563 = ratu lema puluh nem nong telo

589 = ratu lema puluh buto nong hiwa
700 = ratu pito
900 = ratu hiwa
964 = ratu hiwa puluh nem nong pat

1.000 = ribu tou
2.000 = ribu rua
14.000 = ribu pulo nong pat
50.000 = ribu puluh lema
15.000 = ribu pulo nong lema

60.234 = ribu puluh nem ratu rua puluh telo nong pat
100.000 = ribu teratu
200.000 = ribu ratu rua
250.000 = ribu ratu rua puluh lema
258.000 = ribu ratu rua puluh lema nong buto

1.000.000 = juta tou
2.000.000 = juta rua
5.000.000 = juta lema
5.500.000 = juta lema ribu ratu lema
5.550.000 = juta lema ribu ratu lema puluh lema
5.555.000 = juta lema ribu ratu lema puluh lema nong lema

6.000.000 = juta nem
10.000.000 = juta pulo
11.000.000 = juta pulo tou



CONTOH KALIMAT

Go arik (ata) telo.
Adik saya tiga orang.

Rocker Ucok AKA han hiwa, anaken buto.
Rocker Ucok AKA istrinya sembilan, anaknya delapan.

Kabupeten pi Jawa Timur puluh telo nong buto.
Kabupaten di Jawa Timur ada 38.

Ata diken pi Jawa Timur juta puluh pat raingen.
Penduduk Jawa Timur 40 juta lebih.

Nolo propinsi te Indonesia puluh rua nong pito.
Dulu provinsi di Indonesia ada 27.

Presiden Soeharto prentah tite tun puluh telo nong rua.
Presiden Soeharto berkuasa selama 32 tahun.

3 comments:

  1. wow,berguna juga nih,kebetulan dosen ada yang dari flores.hahah
    bisa ngmong dikit dikit lumayan...

    ReplyDelete
  2. dah lama gak ngedenger bahasa flores nih . . . . nice post . . .

    ReplyDelete
  3. Menghitung memang selalu berhubungan dengan kepentingan kegunaannya. Sedikit sharing saya karena saya juga "wong kampung" orang2 di kampung masih menggunakan satuan lain, misalnya: "mata'" untuk menghitung butir kemiri. Empat butir kemiri dihitung "Mata' to'u" alias satu "mata'". Dan diketahui bahwa seratus "mata'" kemiri beratnya satu kilogram sehingga bisa menaksir harga butir kemiri mentah. Begitu pula, untuk jagung, orang biasa sebu "Selak" untuk jumlah sepuluh ribu tongkol. Sedangkan untuk tongkol jagung tersebut, jumlah Ribu barangkali bukan jumlah untuk seribu. Saya sendiri tidak cukup mengerti perhitungan mereka, dan memang terasa kurang penting bagi saya untuk tahu hehehe. Beberpa istilah juta dll pastilah kata serapan yang muncul belakangan....Akhirnya, trimakasih banyak untuk membuka ruang berbagi, teristimewa bagi yang muda-muda dan berusaha memahami Lamaholot yang sesungguhnya. Salam hangat.

    ReplyDelete