02 December 2009

Budaya Copy Paste

Oleh ZAINAL EFFENDI
http://surabaya.detik.com/


Kemajuan teknologi informasi dalam beberapa tahun terakhir ini sangat luar biasa. Perkembangan teknologi ini menimbulkan dampak negatif dan positif. Perlahan tapi pasti melahirkan budaya baru, yaitu copy paste.

Parahnya, hal ini telah merambah ke dunia ilmu pengetahuan dan pendidikan. Satu contoh kasus adalah kebiasaan copy paste yang dilakukan para mahasiswa maupun dosen. Baik saat mengerjakan tugas maupun membuat penelitian.

"Hampir semua yang kita cari ada internet. Ini yang membuat kita menjadi dimanja dan akhirnya melahirkan copy paste," kata Abdullah Shahab dosen Teknik Mesin ITS di sela-sela seminar nasional dengan tema 'Peningkatan Kualitas Kehidupan melalui Teknologi Informasi' di STIKOM Surabaya, Jalan Kedung Baruk, Rabu (2/12/2009).

Abdullah mengungkapkan seorang mahasiswa tinggal men-copy data dari internet satu paragraf diambil langsung ditempel. Lalu cari lagi ditempel lagi. Akibatnya, saat ditanya isi karya yang dibuat, mahasiswa itu tidak bisa menjelaskan.

"Hal ini merupakan pekerjaan rumah dunia pendidikan dan akademik untuk menekan kebiasaan salin tempel ini. Pendidik harus menekankan pentingnya kejujuran dalam berkarya," tuturnya.

Menurutnya sekecil atau sejelek apapun, tapi itu karya yang berharga dibanding karya copy paste. Ini kata dia berimbas pada banyaknya muncul ilmuwan karbitan. Tapi menurutnya itu semua kembali kepada individunya.

"Kalau aji mumpung pasti disambar saja tawaran jadi pembicara meski bukan bidangnya," ungkapnya.

2 comments:

  1. Betul, bang Hurek. Semua kemudahan itu telah membuat banyak orang menjadi 'manja'. Seperti di dunia blog ini saja, contohnya. Siapa yang bisa mengawasi tulisannya tidak dikopi orang lain, padahal ada begitu banyak kesempatan. Bahkan sampai ada orang yang menambahkan widget "copy protected" agar tidak ada yang mencoba-coba mengkopi paste tulisannya. Menurutku sendiri, tidak masalah kalau mau dikopi paste. Mudah-mudahan ada manfaatnya untuk dia ^^

    Tapi, kalau sudah merambah ke dunia pendidikan, ya pasti 100% tidak setuju...

    ReplyDelete