20 October 2009

Taufiq Kiemas Belajar Membaca



Acara inagurasi atawa pengucapan sumpah presiden dan wakil presiden, Susilo Bambang Yudhoyono-Budiono, berlangsung pada 20 Oktober 2009. Jutaan orang Indonesia, termasuk saya, menyaksikan dari layar televisi. Ada rasa haru dan bangga. Kita ternyata bisa menghasilkan pemimpin negara melalui pemilihan langsung.

Sayang, menurut saya, acara pelantikan ini terganggu oleh kinerja Taufiq Kiemas, ketua MPR, yang juga suami Megawati Soekarnoputri. Berkali-kali dia salah membaca, tidak menguasai bahan pidato atau ujarannya. Tergagap-gagap macam orang yang baru belajar membaca. Apa karena Pak Taufiq kurang jelas melihat naskah? Kacamata kurang tebal?

Setahu saya, di mana-mana, dalam acara besar, apalagi pelantikan presiden, semua pihak yang terlibat memperisapkan diri. Protokolernya bagaimana, kapan undangan masuk, posisi tempat, hingga isi pidato. Dan, sebagai ketua MPR, Taufiq Kiemas menjadi sorotan semua orang. Termasuk para tamu negara macam pemimpin Australia, Singapura, Malaysia, Brunei, Timor Leste, dan seterusnya.

Saya membayangkan selama dua atau tiga hari Pak Taufiq sudah belajar membaca naskah pidato. Bagian-bagian mana yang perlu ditekan, tempo dilambatkan, mana yang agak cepat, dan seterusnya. Ilmu retorika tentulah dikuasai politisi sekaliber Taufiq Kiemas. Apalagi, kita tahu, mertua Pak Taufiq adalah orator paling hebat yang pernah dimiliki negara ini: Bung Karno!

Apakah Pak Taufiq belum pernah mendengar pidato Bung Karno? Bagaimana menekankan dan membunyikan kata-kata hingga memukau hadirin. Kalau tak sampai memukau, cukuplah hadirin segera menangkap isi pidato. Lha, penampilan Taufiq Kiemas pada 20 Oktober 2009 di Gedung MPR RI ini benar-benar menyedihkan. Membaca pidato saja tidak karuan. Salah melulu. Membaca tidak lancar.

Situs detik.com menulis berita "TK Salah Sebut Nama Lengkap Presiden SBY Dua Kali". Isinya antara lain begini:

"Di awal sidang, TK benar menyebut nama lengkap SBY. Namun, seusai pembacaan sumpah dan pelantikan, TK salah menyebut nama lengkap SBY. Dia menyebut 'Haji Susilo Doktor Bambang Yudhoyono'. Terang saja, salah ucap ini membuat hadirin tertawa. Seharusnya, TK mengucap 'Haji Doktor Susilo Bambang Yudhoyono.'

Dan menjelang sidang ditutup, TK kembali salah mengucapkan nama lengkap SBY. TK kelupaan mengucapkan Bambang. Dia hanya menyebut 'Haji Doktor Susilo Yudhoyono'. Terhadap salah ucap ini, SBY tampak tersenyum dan manggut-manggut. Namun, seusai sidang, TK tampak santai. Dia mengaku salah ucap nama lengkap SBY, karena sering hanya mengucap SBY, bukan nama lengkap."

Waduh, waduh... Pak Taufiq Kiemas!

Mudah-mudahan setelah ini Anda mau belajar membaca untuk publik. Public speaking! Di Jakarta pasti banyak konsultan dan ahli yang akan membantu memperbaiki kualitas retorika Anda. Merdeka!!!!

4 comments:

  1. Wkwkwkwkw...
    OVJ pindah ke gedung mpr...
    Ngakak...

    ReplyDelete
  2. Untuk Berbicara aja masih perlu banyak latihan...bagaiman untuk memimpin nih TK!!

    ReplyDelete
  3. Salah ucap yang dilakukan oleh Taufik Kiemas dalam pelantikan kemarin, menurut saya hanyalah kecerobohan semata yang manusiawi dan masih dapat dimaklumi. Namun memang sangat disayangkan, mengingat bahwa momentum Pelantikan Presiden tersebut tidak lain adalah tugas pertamanya sebagai bagian dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dan ini adalah momentum penting. Seharusnya persiapan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh Taufik Kiemas.
    Iklan Baris Gratis

    ReplyDelete
  4. pak taufiq juga manusia, harap dimaklumi. beliau kan sudah minta maaf berkali2.

    ReplyDelete