20 October 2009

Menteri PDT untuk Apa?



Di Indonesia ini ada satu pos menteri yang sebenarnya tidak perlu ada. Tapi tetap dipertahankan untuk menampung kader partai politik. Atau menampung tokoh asal Indonesia Timur agar kelihatan kalau kabinet itu merangkul berbagai elemen bangsa.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT)!

Meski fungsinya tak jelas, anggaran tidak punya, program begitu-begitu saja, anehnya, banyak orang partai senang duduk di situ. Yah, pokoknya bisa jadi menteri. Karena itu, kompetensi, pengalaman, rekam jejak di bidang daerah tertinggal, tidak diperlukan. Siapa saja bisa jadi menteri PDT.

Nama-nama mereka yang pernah jadi menteri PDT antara lain Lukman Edy, Syaifullah Yusuf (sekarang wakil gubernur Jawa Timur), Manuel Kaisiepo, Freddy Numberi. Selama mereka menjabat, nyaris tak banyak program yang dikerjakan. Lukman Edy berkali-kali mengeluh karena tidak punya anggaran. Kementerian ini bukan kemeterian basah.

Kalau tidak salah, kementerian PDT ini dulunya fokus ke Indonesia Timur yang memang sangat tertinggal dari kawasan Barat. Di atas kertas sih tujuannya bagus. Indonesia Timur bisa lebih cepat maju. Tapi, karena pos ini hanya "sekadar ada", "diada-adakan", maka menterinya duduk manis di Jakarta. Atau, suka berlibur di kampung halamannya di Jawa.

Saya belum pernah mendengar, menyaksikan di televisi, membaca di koran, menteri PDT keliling dari provinsi ke provinsi di Indonesia Timur. Mengunjungi Pulau Flores, Sumbawa, Rote, Saparua, Sulawesi, hingga ke Papua. Jangan-jangan menteri PDT Lukman Edy yang pensiun pada 20 Oktober 2009 belum pernah menginjakkan kaki di Kupang! Hehehe...

Saya juga tidak pernah tahu menteri PDT bikin program besar dan nyata untuk menghalau kemiskinan dan keterbelakangan kawasan Indonesia Timur. Tapi itu tadi, para politisi sangat senang dikasih jabatan menteri PDT. Dan kali ini orang PKB kembali dikasih hadiah: menteri PDT!

Yang penting menteri, bukan?

No comments:

Post a Comment