13 October 2009

God Bless 2009 Asyik

Belum lama ini saya membeli CD plus kaset God Bless bertajuk GODBLESS 36 TH. Album ini sekaligus merayakan 36 tahun keberadaan God Bless di blantika musik Indonesia. Mengapa saya membeli CD dan kaset sekaligus? Padahal, sebelumnya saya sudah mendapat bonus CD God Bless dari majalah ROLLING STONE INDONESIA?

Saya memang penggemar berat God Bless. Saya tak ingin "menyesal kemudian" karena alpa mengoleksi album God Bless. Sampai sekarang saya menyesal tidak membeli CERMIN, album God Bless yang disebut-sebut terbaik, padahal kaset itu pernah ada di depan saya. Sekarang kaset CERMIN sudah menjadi barang langka di Indonesia.

CERMIN yang ada lagu bagus macam MUSISI, BALADA SEJUTA WAJAH, itu tidak diproduksi lagi. Kalau album God Bless yang direkam di Logiss Record sih mudah dijumpai di toko-toko kaset/CD di Kota Surabaya. "Saya usahakan cari CERMIN. Engko tak kontak sampean," ujar pedagang kaset bekas langganan saya di samping Plaza Surabaya. Sampai sekarang belum ada kabar beritanya.

Formasi God Bless 2009 ini: Achmad Albar (vokal), Donnya Fattah (bas), Ian Antono (gitar), Abadi Soesman (kibod), Yaya Moektio (drum). Formasi yang tentu saja tak asing lagi di mata penggemar musik rock Indonesia. God Bless memang berkali-kali berganti formasi. Namun, selama masih ada 'tiga serangkai' -- Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah -- maka God Bless masih tetap ada.

Dulu, 1990-an, ketika God Bless pecah dan Ian Antono bikin projek GONG 2000, 'tiga serangkai' ini masih bergabung. Bahkan, ditambah Yaya Moektio. Maka, penggemar God Bless macam saya tetap menganggap GONG 2000 sebagai 'God Bless' juga. Musiknya pun enak-enak karena sang penulis lagu kelas wahid asal Malang, Ian Antono, berada di situ. Juga Donny Fattah yang tak kalah dahsyat kalau menulis lagu rock ala Nusantara.

Nah, formasi GONG 2000 minus Harry Anggoman [diganti Abadi Soesman, personel lawas] yang memperkuat God Bless 2009. Abadi Soesman pemain kibod yang hebat. Arek Malang ini memperlihatkan kepiawaiannya di album CERMIN yang legendaris dan sedang diburu kolektor musik itu. Nama-nama anggota God Bless boleh dikata sudah jaminan mutu. Yah, begitu itulah warna musik God Bless dari masa ke masa meskipun selalu ada penyesuaian di sana-sini.

DAFTAR LAGU GODBLESS 2009

1. NATO [Ian Antono/Cahya Sadar]
2. Prahara Timur Tengah [Ian Antono/Ali Akbar]
3. Karna Kuingin Kau Bahagia [Abadi Soesman/Cahya Sadar]
4. Biarkan Hijau [Donny Fattah/Diah P.]
5. Pudar [Ian Antono/Cahya Sadar]

6. Jalan Pulang [Ian Antono/Hans Miller Banureah]
7. Sahabat [Donny Fattah/Diah P.]
8. Syair untuk Sahabat [Ian Antono/Yudhi E. Oktaviadhi]
9. Dunia Gila [Ian Antono/Ali Akbar]
10. Rock'n Roll Hidupku [Abadi Soesman/Ali Akbar]


Musik God Bless itu dari dulu memang khas dan kuat. Sekeras apa pun, ia sangat melodius. Enak didengar. Syair-syairnya kuat karena Ian Antono, Donny Fattah, Abadi Soesman selalu mencari penulis syair yang bagus. Ceritanya bukan remaja yang baru kenal cinta, pacaran, selingkuh, tapi bicara sahabat, kemanusiaan, pertobatan, lingkungan, perang di Timur Tengah, hingga rock' roll yang memang digeluti Abadi Soesman selama puluhan tahun.

Ini membuat kita tak akan bosan-bosannya mendengar musik God Bless, bahkan ketika grup ini tak ada lagi. Coba putar kembali album SEMUT HITAM? Saya jamin tetap enak. Album RAKSASA, APA KABAR, atau album perdana bergambar Achmad Albar yang berambut keriting tebal itu juga asyik banget. Silakan bandingkan dengan band-band sekarang yang bicara pacaran melulu dan lagu-lagunya langsung amblas kurang dari enam bulan.

Sayang sekali, album bagus grup legendaris ini nyaris tak ada promosi. Saya tidak pernah melihat klip video God Bless di televisi nasional. God Bless pun tak pernah diajak manggung di televisi, media promosi musik paling ampuh di Indonesia sekarang. God Bless hanya diulas panjang lebar di majalah ROLLING STONE INDONESIA, kemudian tampil di KICK ANDY Metro TV.

Karena nyaris tanpa promosi, bisa dipastikan anak-anak muda kelahiran 1980-an dan 1990-an tak mengenal album God Bless. Dan itu tidak mendukung pengembangan "musik industri" berkualitas di Indonesia.

No comments:

Post a Comment