06 October 2009

Gebu Minang Jawa Timur



Hidup jauh dari kampung halaman tak membuat masyarakat Minangkabau di Jawa Timur terpecah-belah. Sejak 1987 mereka mempunyai perkumpulan bernama Gebu Minang.

Gebu Minang sendiri merupakan gerakan ekonomi dan budaya masyarakat Sumatera Barat. Pada awal pendiriannya Gebu Minang memiliki arti Gerakan Seribu Minang. “Dulu memang Gebu Minang, ngumpulin uang untuk daerah tertinggal di Sumatera Barat,” ujar Erzalius selaku sekretaris ekskutif Gebu Minang Jawa Timur.

Komunitas ini memiliki kantor pusat di alan Kebonsari 64 Surabaya. Di situ ada rumah gadang yang khas. Saat ini, Oktober 2009, Gebu Minang memiliki 6.000 anggota yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Tiap bulan kami ngumpul di rumah gadang sini, tapi ya tidak semuanya,” papar Erzalius.

Hebatnya lagi, Gebu Minang di Jatim ini satu-satunya yang memiliki rumah gadang.

Sejak 1992, Gebu Minang tidak lagi mengirim bantuan lagi ke Ranah Minang. “Di sana pembangunan sudah bagus. Jadi, kami fokus dengan masyarakat Minang yang disini,” lanjutnya.

Meski berada di perantauan, masyarakat Minangkabau di Jatim tidak lupa pada saudaranya di Sumatera Barat. Rasa persaudaraan yang tinggi mendorong mereka untuk membantu korban gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Suamtera Barat pada 30 September 2009.

Mereka membuka posko tanggap bencana di depan kantor pusat mereka. “Untuk yang di Posko Rumah Gadang ini, kita dapat Rp 30 juta,” ujar Erzalius. Itu semua belum yang sumbangan dari rekening yang dibuka.

Untuk memudahkan pengiriman, mereka bekerja sama dengan salah satu Ekspedisi di Tanjung Perak. "Kita dapat ekspedisi gratis, milik orang Padang juga.”

Tak hanya uang, mereka juga mengirim bantuan barang kepada korban gempa. Untuk itu, mereka mengirim beberapa anggotanya kesana, agar mudah berkoordinasi.


Gempa yang menerjang Padang dan sejumlah kota di Sumatera Barat memang benar-benar dahsyat. Ribuan bangunan hancur, korban tewas mendekati seribu orang. Kota Padang dan sekitarnya pun luluh lantak.

Begitu mendengar kabar gempa bumi di Sumatera Barat, keluarga besar Minangkabau di Surabaya langsung bergerak. "Bagaimanapun juga kami berasal dari Sumatera Barat sehingga punya ikatakan emosional dengan kampung halaman," jelas Prof Dr Taslim Irsyam, koordinator keluarga besar Minangkabau di Surabaya.

Prof Taslim dan kawan-kawan sepakat untuk berbuat sesuatu bagi Ranah Minang yang sedang dilanda bencana alam. Maka, dibentuklah posko bencana alam untuk menyalurkan sumbangan dari para donatur ke daerah bencana. "Ada tiga posko yang kita sediakan," ujar dosen ITS Surabaya ini.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Sumatera Barat, menurut Taslim, keluarga Minang juga bekerja sama dengan Pemkot Surabaya. Kebetulan Surabaya dan Padang punya hubungan sebagai sister city, sehingga memudahkan koordinasi.

"Pak Firdaus juga sudah berangkat ke Padang untuk melihat langsung kondisi lapangan, sekaligus berkoordinasi dengan Satkorlak di sana," ujar Taslim.

CONTACT PERSON

Prof. Dr. Taslim Irsyam 081 3307 31952, 031 5931078
Nomor lain: 081 832 8323, 081 837 7150

No comments:

Post a Comment