01 September 2009

Yang Yijuan, soprano asal Chongqing


Yang Yijuan bersama Suwaji Wijaya (pengusaha, pendiri SSO), dan Konsul Tiongkok di Surabaya Wang Huagen (kanan). Qianjin! Qianjin! Qianjin! Jin!

Gadis Tiongkok itu, Yang Yijuan, memberi warna tersendiri pada konser ke-60 Surabaya Symphony Orchestra (SSO) di ballroom Hotel Shangrila, Selasa malam (18/8/2009). Yijuan merupakan seniman muda berprestasi di Tiongkok.



Suasana konser yang tadinya 'steril', serius, kaku, berubah dinamis ketika Yang Yijuan tampil. Sekitar 800 penonton kembali bergairah setelah menikmati konserto piano karya WA Mozart selama hampir 40 menit. Yijuan yang muda, 23 tahun, dan ciamik, memberi kesegaran baru buat audiens.

Meski baru kali pertama berkonser di Surabaya, Yijuan sama sekali tidak canggung. Berbeda dengan beberapa vokalis sebelumnya, yang tampil tenang, Yijuan sangat akspresif. Nada-nada lagu tradisional Tiongkok berjudul Paimi Er Wo Tejia Xiangduo Momei dibidik dengan pas. Irama oriental sangat terasa. 

Orkestrasi yang disusun Solomon Tong, konduktor SSO, cukup bervariasi. Ada bagian-bagian yang tenang, halus, tapi ada juga yang menuntut power vokal prima dari sang penyanyi. Dan, malam itu, Yijuan lolos dari 'jebakan' orkestra. "Terima kasih. Ternyata, penonton bisa menikmati lagu dari Tiongkok," ujar Yijuan kepada saya selepas konser.

Gadis kelahiran Chongqing, 25 Desember 2006, itu kemudian bersalaman dan foto dengan bersama Konsul Jenderal Tiongkok Wang Huagen. Yijuan mengaku bangga karena ternyata penampilannya disaksikan pula oleh diplomat sekelas wang Huagen dan sejumlah konsul negara sahabat di Surabaya.

Musik memang bukan dunia yang asing buat Yijuan. Sejak kanak-kanak cewek yang hanya bisa berbahasa Mandarin ini sudah diperkenalkan orang tuanya dengan kesenian klasik negaranya. Pada usia tujuh tahun Yijuan belajar seni tari. Usia sembilan tahun belajar guzheng, alat musik tradisional semacam sitar. 

Pada usia 16 tahun, Yijuan kuliah di Universitas Chongqing jurusan musik. Di sini pengetahuan dan skill-nya di bidang musik klasik Barat makin diasah. Sebab, Yijuan mengambil mayor bidang vokal dan minornya di piano. Lulus pada 2007, dengan predikat luar biasa (distinction), Yijuan masih melanjutkan lagi studi vokal profesional di Chongqiang.

"Saya sempat mengikuti beberapa pertunjukan, konser di televisi, dan festival folksong mahasiswa yang diadakan Departemen Pendidikan Tiongkok," paparnya.

Selain penyanyi dan pemusik, Yijuan dikenal sebagai guru (laoshi). Dia mulai mengajar musik vokal dan guzheng di Chongqing setelah tamat dari universitas di kota kelahirannya. Tak disangka-sangka, gadis manis ini beroleh tawaran untuk menjadi pengajar vokal dan guzheng di SD Xiao Taiyang alias Little Sun School Surabaya. 

"Lalu, saya diajak konser bersama SSO," ujar Yijuan sambil tersenyum. (rek)

No comments:

Post a Comment