24 September 2009

Hakka alias Khek di Surabaya



Masyarakat Tionghoa di Surabaya sebetulnya tidak homogen. Baca artikel karangan Wens Gerdyman ini.   Sebagian besar leluhur mereka berasal dari Tiongkok Selatan.

Seperti dituturkan Shinta Devi dalam buku BOEN BIO, BENTENG TERAKHIR UMAT KHONGHUCU, 2005, pada 1930 setidaknya ada empat suku bangsa Tionghoa yang tercatat di Surabaya. Hokkian (Fujian), Hakka atau Khek, Teo-chiu, dan Kwongfu (Guangdong, Kwangtung).


"Selama berlangsungnya gelombang migran dari tahun 1850 hingga 1930, orang Hakka adalah yang paling miskin di antara para perantau Tionghoa," tulis Shinta Devi.

Masih menurut peneliti masalah Tionghoa dari Universitas Airlangga ini, orang Hakka yang di Tiongkok bukan golongan pedagang atau pebisnis. Maka, ketika sampai di Indonesia (dulu: Hindia Belanda) banyak orang Hakka bekerja sebagai kuli di daerah pertambangan di Riau dan Kalimantan.

Sekali lagi, gambaran mengenai orang Hakka alias Khek ini konteksnya zaman Hindia Belanda. Bagaimana dengan sekarang? Tentu saja, sudah banyak berubah. Tak sedikit warga Tionghoa dari golongan Hakka yang sukses, bahkan sangat sukses.

Di Singapura ada Lee Kuan Yew (mantan perdana menteri, menteri senior). Di Filipina ada mantan Presiden Filipina Corazon Aquino. Kemudian mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang sekarang lagi dikejar-kejar rezim militer itu.

"Jadi, jangan dikira orang Hakka itu kayak yang ditulis di buku-buku," ujar Tante Sin Lan, pengusaha dan aktivis gereja, yang juga keturunan Hakka, kepada saya. "Orang Hakka itu juga hebat-hebat lho. Hehehehe...."

Saat ini di Surabaya ada Perkumpulan Suku Hakka yang sering bikin kegiatan sosial dan kumpul-kumpul. Komunitas Hakka itu menggelar berbagai kegiatan agar silaturahim di antara mereka, yang sudah generasi kesekian, tidak putus. Jangan sekali-kali memutus tali silaturahim, bukan?

Kegiatan mereka antara lain seminar, pengobatan gratis, serta yang terbaru memperkenalkan kartu diskon. Kartu diskon ini berlaku untuk toko-toko tertentu. Lumayan, dapat diskon 10-15 persen. ''Kalau punya kartu diskon dan tergabung pada Perkumpulan Hakka pasti dapat diskon," tutur Wakil Ketua Perkumpulan Hakka Surabaya Dr. Joshie Halim.

Saat ini ada sekitar 1.200 orang yang tergabung dalam Perkumpulan Hakka. Kartu diskon ini sudah berjalan selama tiga tahun. Selain itu, perkumpulan memberikan bantuan untuk warga Hakka yang tidak mampu membeli kuburan sendiri. Sesama Hakka harus punya solidaritas sampai ajal menjemput.

Menurut Halim, perkumpulan telah menyediakan sebuah kompleks kuburan di kawasan Sukorejo, Pasuruan, yang dibangun pada 1980. Luasnya tujuh hektar. Karena sudah banyak terpakai, saat ini tinggal sedikit lahan yang tersisa. ''Kami sudah mulai mencari tempat baru untuk pemakaman," kata Halim.

Orang-orang Hakka juga sering mengadakan kelas memasak. Menunya sayur asin, daging bacem, dan siomay. Juga sering diadakan kelas bahasa daerah Hakka plus membuat syair yang indah. "Orang Hakka itu mirip orang Padang atau Melayu yang suka berpantun. Nah, orang Hakka ini juga sangat pandai membuat syair," tutur Halim.

Bahkan, menurut pentolan Hakka di Surabaya ini, kaum perempuan Hakka juga dikenal sangat unggul dalam berkesenian. Mereka pun sangat memperhatikan pendidikan generasi muda. Maka, banyak orang Hakka yang sukses. Tentu saja, citra lama sebagai perantau Tionghoa (huaqiau) paling miskin pun terpatahkan. "Lee Kuan Yew itu kurang apa," kata Halim.

Suku Hakka tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara macam Malaysia, Singapura, Thailand. Namun, yang paling banyak terdapat di Singkawang, Kalimantan Barat. Orang Hakka di Singkawang mencapai 90 persen.

Wuih! Ciamik soro, Rek!!!! 

5 comments:

  1. saya adalah orang tiociu yang lahir dan besar di pontianak, saya pandai berbahasa hakka karena saya banyak kawan berasal dari hakka singkawang, adalah benar kota singkawang merupakan tempat yang paling banyak orang hakka. menurut saya, orang hakka adalah hard worker, mereka rajin dan benar banyak orang hakka yang sukses. saya juga bersuamikan orang hakka dari malaysia dan setahu saya mereka juga orang yang pandai mengelola keuangan dan sangat mementingkan persaudaraan.

    ReplyDelete
  2. saya adalah orang hakka lahir dan besar di singkawang.
    jika mau dengar lagu hakka yg murni ciptaan sendiri silakan datang di blog saya di www.danielchau82.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. ngai hak nyin teu ee :D

    ReplyDelete
  4. Ada asap ada api. Mohon penjelasan dari masyarakat Khek, darimana datangnya peribahasa:
    Khek lang, mari nyekek ngilang . Tidak mungkin peribahasa ini hanya khayalan belaka, tentu ada sebab musababnya. Tak ada asap tanpa api.
    Saya pribadi seumur hidup belum pernah ditipu atau disakiti hati oleh seorang Khek, bahkan sebaliknya orang2 Hokkian-lah yang selalu
    menipu saya, dengan bualan kai-ki-lang (orang sendiri).
    Saya puji masyarakat Khek yang sangat gigih mempertahankan budaya leluhurnya, sedangkan orang Hokkian setelah 2 generasi sudah menjadi baba atau belandis. Kita orang beradab, harus berani introspeksi. Sekali lagi mohon penjelasan.

    ReplyDelete
  5. Aku tidak mau berdebat, hanya ingin meluruskan.
    Kalau makan roti manis, jangan dimakan hanya kismis-nya yang manis saja.
    Corazon Aquino adalah keturunan Hokkien, dari Dongan, Quanzhou. Ini fakta, tetapi bagiku egal.
    Thaksin memang keturunan Khek asal Hainan. Dia dimana sekarang, lha koq buron ? Kalau tidak bersalah, mengapa harus lari.
    Lee Kuan Yew memang 100 ribu kali lebih hebat daripada gua. Tetapi dia pun cuma mampu mengurus 5 juta penduduk, hanya sebanyak penduduk Surabaya plus Sidoarjo. Kalah sama Joko Widodo.
    Orang Khek yang paling terkenal didunia yalah Hong Xiu-quan, pemimpin pemberontakan Taiping,
    yang menyebabkan kematian lebih dari 20 juta jiwa orang Cina secara sia-sia. Menghancurkan seluruh Tiongkok Selatan, sehingga kakek moyang-ku terpaksa harus meninggalkan desanya pindah ke Nanyang, Hindia Belanda.
    Keturunan Khek sekarang memang banyak yang kaya,
    tetapi di Indonesia, hampir semua orang kaya memanipulasi pajak penghasilan. Maling kalau tidak tertangkap basah, ya memang susah untuk membuktikannya. Bersumpah kepada Tuhan Allah, semua orang berani, sebab tidak pernah ada konsekwensinya. Sebagai tamu, walaupun kaya, lebih baik rendah diri sedikitlah.

    ReplyDelete