03 August 2009

Mbah Surip Kaya Mendadak



"Barangsiapa yang ingin hidup awet muda, bahagia di dunia ini, kurangi tidur, banyakin ngopi... ha ha ha...

I love you full..." -- MBAH SURIP.


Kakek empat cucu asal Mojokerto ini memang fenomenal. Tak ada seorang pun pengamat musik yang pernah membayangkan kalau seorang Mbah Surip (60) berhasil 'mengacaukan' blantika musik Indonesia dengan hits Tak Gendong dan Bangun Tidur. Tanpa potongan artis, bicara apa adanya, bahkan logikanya kadang sulit diikuti, Mbah Surip menjadi fenomena yang menarik perhatian begitu banyak orang.

Penyair dan budayawan Emha Ainun Najid bahkan menjuluki Mbah Surip sebagai 'manusia Indonesia sejati'. Manusia yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih, selalu tertawa, meskipun sering diledek dan ditertawakan orang. Ketika dicibir sebagai, maaf, 'orang gila', Mbah Surip yang berambut gimbal ala Bob Marley ini kontan membalas: "Hahaha.... I love you full."


Berikut petikan wawancara Radar Surabaya dengan Mbah Surip Aryanto dalam beberapa kesempatan:

Pewawancara: LAMBERTUS HUREK dan PIPIT INDRAWATI

Apa kabar Mbah?

Hahaha.... Baik-baik saja. Alhamdulillah.

Kayaknya Mbah lagi santai nih?

Siapa bilang Mbah ini santai? Orang hidup itu harus kreatif, kerja keras. Orang kalau santai namanya tidak kreatif. Tiap hari saya kerja, kreatif, menciptakan lagu-lagu dan sebagainya.

Oke. Minggu lalu Mbah manggung di beberapa tempat di Surabaya. Nggak capek?

Alhamdulillah. Mbah nikmati saja, anggap saja hiburan. Mbah ngamen dari satu tempat ke tempat lain. Dari Surabaya, saya harus ke Jogja, Bandung, Jakarta... ngamen di beberapa tempat. Sing penting kan Mbah bisa menghibur orang banyak. Orang senang Mbah juga senang. Hahahaha.....

Berarti Mbah Surip ini kerja keras ya?

Ya, selalu kerja keras. Sejak dulu saya tidak biasa hidup santai. Yang penting, kita bisa menikmati hidup, baik sama teman-teman, keluarga, dan siapa saja.

Mbah kabarnya membuat lagu khusus untuk tragedi bom di Jakarta baru-baru ini?

Hahaha.... Itu spontan saja karena diminta wartawan infotainment. Mbah ajak kita semua supaya damai, saling menyayangi, tidak berbuat kekerasan, apalagi ngebom. Sebab, bom ini kan merugikan banyak orang. Makanya, Mbah selalu bilang "I love you full! I love you full! Hahaha...." Mari kita sama-sama sebarkan cinta, bukan permusuhan.

Di majalah JOYOBOYO nomor telepon Anda dimuat secara utuh. Apa tidak kewalahan menerima telepon dari penggemar?

Hahahaha.... Tidak apa-apa. Memang itu nomor HP saya. Mereka yang nelepon saya terima, toh semuanya kan teman-teman Mbah juga. Mbah tidak merasa kewalahan kalau harus menerima telepon dari begitu banyak orang yang belum dikenal sebelumnya. Kalau mereka senang bicara dengan Mbah, ya, monggo. Tapi, kalau Mbah lagi kerja, ngamen, ya tentu tidak bisa menerima telepon.

Mbah Surip, Anda gaya hidup Anda berubah setelah jadi miliuner berkat lagu Tak Gendong?

Yang penting tetap minum kopi tiap hari. Tidak gelisah. Orang lihatnya dari luar, saya sekarang kaya. Tapi Mbah tetap pilih naik ojek kalau ke mana-mana di Jakarta, karena macet.

Kabarnya, royalti dari RBT (ring back tone) lagu Tak Gendong mencapai Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar. Apa benar?

Saya terima 81.

Maksudnya, Rp 81 juta, Rp 81 miliar, atau Rp 8,1 miliar?

Lha, ini pertanyaan apa ngajak debat? Ya, Rp 81 miliar.

Anda pernah bermimpi punya uang sebanyak itu?

Tidak pernah. Rezeki itu memang sulit dimengerti. Sejak dulu Mbah sudah punya uang banyak (hasil kerja di pengeboran minyak di AS). Uang itu Mbah simpan di tas. Nggak ada bayangan bakal jadi penyanyi. Kemudian, setelah Mbah hitung lagi, ternyata cukup untuk rekaman di Gajah Mada Record.

Dipakai untuk apa saja uang miliaran itu?

Alhamdulillah, Mbah bisa beli rumah, mobil, dan helikopter. Mbah belum sempat pakai muter-muter karena jadwal show begitu padat. Helinya diparkir di Cinere. Pilotnya aja lagi pulang ke Amerika. Namanya Jhonny. Dia teman saya waktu kerja di Amerika. Dia itu pilot senior. (Dalam wawancara dengan media lain, 29 Juli, Mbah Surip mengatakan bahwa pembelian helikopter ini masih dalam taraf rencana. Sebab, dia belum mengantongi surat izin kepemilikan helikopter.)

Apa ada rencana naik haji?

Tidak. Mbah sudah pernah berangkat haji. Satu kali saja cukup.

Tahun berapa Mbah naik haji?

Waduh, tidak ingat lagi. Pokoknya pernah.

Mbah mengaku pernah bekerja cukup lama di pengeboran minyak di Amerika Serikat. Lagu Tak Gendong diciptakan di AS. Kok kurang fasih bahasa Inggris?

Hahaha.... Saya lupa. Hahaha.... Bahasa Jawa saja kadang saya lupa. Kalau ngomong sama orang tua, saya pakai bahasa Indonesia, karena sudah lupa kromo inggil. Malah sekarang bisanya bahasa Sunda.

Mbah sekarang di-handle oleh manajemen Kampung Artis. Apa harapan Mbah?

Mudah-mudahan abadi sampai mati, tidak ada kesalahpahaman. Bisa bekerja dengan tulus, apa adanya, dan otodidak.

Kontraknya berapa lama?

Kontrak awalnya dua tahun, terus ditambah jadi tiga tahun. Tapi, ada yang nyeletuk, sampai mati saja. Hahahaha.... Siapa duluan yang mati maksudnya. Nanti, kalau mati, saya minta dikuburkan di rumah WS Rendra. Di sana ada tanah di bawah pohon jengkol. (hfd/rek/gen/jpnn)


MBAH SURIP

Nama asli : Urip Ariyanto
Lahir : Mojokerto 5 Mei 1949
Keturunan: 4 anak, 4 cucu
Pendidikan: STM Brawijaya Mojokerto


DISKOGRAFI
Ijo Royo-Royo (1997)
Indonesia I (1998)
Reformasi (1998)
Tak Gendong (2003)
Barang Baru (2004)

PENGHARGAAN
Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori menyanyi terlama.


Sumber: Radar Surabaya 2 Agustus 2009

4 comments:

  1. Selamat jalan Mbah Surip, moga2 arwahmu diterima Allah SWT. Kami tak lupa dengan lagu2mu yg kocak n menghibur. Saya benar2 gak nyangka Mbah pergi secepat itu.

    Anton

    ReplyDelete
  2. Mbah Surip mata kae ama......
    Slamat Jalan Mbah Surip....
    I Love You Full

    ReplyDelete
  3. dik hurek, kita memang kehilangan mbah surip, seniman yg ceria dan membuat semua org ketawa2 hahahaha...

    bangun tidur tidur lagi, banguuuuun!!!! hahahaha!!! tidur lagi!!!! wayahe macul yo... ojo turu ae, rejekine dipek wong liyo lho...

    ini nasihatnya mbak surip yg perlu kita ingat2 terus....

    mbak endang, pelukis di porong, sidoarjo

    ReplyDelete
  4. Iya, ari Ancis, Mbah Surip nepi lucu, nyanyi sembarangen, lucu, mela2... Tite perohono, na mata kae... RIP.

    Mbak Endang, matur nuwun. Moga2 Mbah Surip jadi inspirasi bagi kita semua. Kapan pameran lagi? Salam budaya.

    ReplyDelete