15 August 2009

Lupa Indonesia Raya




Sekadar mengingatkan tuan-tuan wakil rakyat, berikut saya tayangkan notasi lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman yang saya tulis berdasarkan ingatan. Mohon maaf kalau dirasa kurang tepat. Ampuuun pemerintah! Ampuuuun Pahlawan!

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia [DPR RI] di Senayan, Jakarta, lupa lagu Indonesia Raya? Haaa... haaaa... haaahaaa..... Juancuuuuk tenan!

Parlemen, yang dipimpin Agung Laksono, politikus Golkar, justru terjadi pada acara pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat 14 Agustus 2009. Mungkin anggota parlemen sudah pikun, maklum sudah tua-tua, atau terlalu asyik ber-POLITICKING, stres karena tidak terpilih lagi, atau memang SENGAJA.

Barangkali tuan-tuan di parlemen berpikir: "Buat apa nasionalisme simbolistik macam lagu kebangsaan, bendera merah-putih, lagu-lagu nasional, bahasa nasional... ketika gelombang globalisasi sudah begitu dahsyat. Memutar kaset lagu kebangsaan di DPR RI -- karena anggota parlemen kita, saya lihat, jarang menyanyikan Indonesia Raya -- toh tak akan serta-merta bikin negara maju, rakyat makmur toh?"

"Ha...ha... ha.... I love you full," kata Mbak Surip!

Ampun pemerintah! Ampuuuunnnn!!!!

Malam sebelum saya menyaksikan siaran langsung pertandingan sepak bola di televisi: Argentina, yang dilatih mahabintang Diego Maradona, lawan tuan rumah Rusia, yang dilatih Guus Hidink. Meskipun hanya uji coba, pertandingan persahabatan, waduh... permainan kedua tim luar biasa. Argentina bagus, Rusia bagus. Penonton di Rusia senang, kita yang melekan juga tidak merasa rugi.

Terkait dengan Hari Kemerdekaan dan "Indonesia Raya yang terlupakan", sebelum laga bola digelar, lagu kebangsaan kedua negara dinyanyikan. Para pemain menyanyi, semua penonton berdiri, menghormati simbol kebangsaan negara sahabat.

Ketika giliran lagu kebangsaan Rusia dinyanyikan, wuiih... penonton yang 99 persen warga negara Rusia bernyanyi bersama. Negara-negara komunis, sosialis, atau bekas komunis-sosialis memang paling semangat dalam urusan menyanyikan lagu kebangsaan mereka.

Semangat luar biasa! Akhirnya, para pemain bola Rusia pun menyanyi keras-keras sambil berpelukan satu sama lain. Bangga bisa mewakili Rusia dalam pertandingan bola kelas dunia.

Tak hanya Rusia, pemain-pemain Jerman selalu menyanyikan lagu kebangsaannya dengan penuh semangat. Pemain Italia suka menyanyikan keras-keras.... sehingga suara yang fals terdengar jelas di televisi.
Pemain Amerika Serikat menyanyi lagu kebangsaan dengan gaya orang Kristen Protestan berdoa: tangan kanan ditaruh di dada kiri (jantung), pandangan mengarah ke bendera Amerika Serikat.

Pemain Belanda dan Inggris, yang lagu kebangsaannya doa bagi sang ratu [kebetulan kepala negara Inggris dan Belanda perempuan], menyanyi dengan takzim. Indonesia bagaimana? Tuan-tuan wakil rakyat di Senayan, orang-orang hebat itu, lupa Indonesia Raya. Dan merasa tidak perlu ada Indonesia Raya.... barangkali!

"Ampuuuuun pemerintah! Ha ha ha....," kata Mbah Surip.

"Juancuuuuk!" kata arek-arek Surabaya.

No comments:

Post a Comment