14 August 2009

Konser ke-60 SSO


















Surabaya Symphony Orchestra (SSO) bakal menggelar Konser Kemerdekaan pada Selasa (18/8/2009) mendatang. Konser ke-60 satu-satunya orkes simfoni di Surabaya ini bakal dimeriahkan dengan sejumlah penyanyi dan musisi negara-negara sahabat.


Menurut rencana, konser yang berlangsung di ballroom Hotel Shangri-La, Jl Mayjen Sungkono 120 Surabaya, ini menampilkan Yang Yi Juen asal Tiongkok. Penyanyi, yang juga guru musik tradisional Tiongkok itu, membawakan lagu rakyat dari Xinjiang, kawasan otonomi khusus di Tiongkok.

"Judul lagunya: Pai Mi Er Wo Te Jia Xiang Duo Me Mei. Intinya, cerita tentang alam di Xinjiang yang sangat indah dan mempesona," jelas Solomon Tong, konduktor SSO, kepada saya.

Xinjiang, yang belakangan ini mencuat ke dunia internasional gara-gara kerusuhan rasial di Urumqi, menurut Tong, punya sejarah sangat panjang. Kawasan ini sejak dulu memang dikaruniai alam yang subur dan padang rumput yang sangat luas. Sehingga, sejak dulu Xinjiang dikenal sebagai pusat peternakan di Tiongkok.

"Lagu-lagu dari Xinjiang pun bagus-bagus. Nah, nanti yang penyanyinya langsung dari Tiongkok, sehingga interpretasinya lebih mantap," kata Solomon Tong yang lahir di Xiamen, Tiongkok, 20 Oktober 1939, itu.

Tak hanya bintang tamu dari Tiongkok. Dalam konser kali ini, SSO kedatangan bintang tamu dari Amerika Serikat. Mereka terdiri dari Aryo Wicaksono (piano), Kathryn Mueller (sopran), dan Nathan Krueger (bariton). Swara Sonora Trio ini tampil sekitar 20 menit. "Kebetulan salah satu anggotanya, Aryo, dulu murid sekolah musik di SSO. Mereka berkeliling ke berbagai negara membawa misi Unicef," papar Tong.

Namanya juga Konser Kemerdekaan, tentu saja lagu-lagu perjuangan tetap menjadi sajian utama. Sedikitnya ada lima komposisi yang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Yakni, Melati di Tapal Batas (ciptaan Ismail Marzuki), Karam (Iskandar), Nun Dia di Mana (Ismail Marzuki), Kudengar Suaramu (PJ Leiwakabessy), dan Balada Kalimas (Yuana Arifien).

"Balada Kalimas itu sangat familier dengan orang Surabaya," ujar Tong menyebut lagu pop yang sangat terkenal pada tahun 1970-an itu. SSO juga mengajak paduan suara gabungan SDN Petemon 2, SMPN 12 Surabaya, dan SMA Trimurti untuk membawakan Balada Kalimas.

"Kita ingin tunjukkan bahwa konser kali ini bisa merangkul berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri," pungkas Tong. (*)

No comments:

Post a Comment