15 August 2009

Api Kemerdekaan (SATB - Acapella)




Menjelang Hari Kemerdekaan, Kodim Sidoarjo menggelar lomba paduan suara antarpelajar di Kabupaten Sidoarjo. Para petinggi tentara alias Kodim ini prihatin karena makin lama anak-anak muda tidak tertarik pada lagu-lagu nasional.

Jangankan lagu-lagu nasional yang masuk kategori "sulit", yang biasa dibawakan paduan suara mahasiswa, lagu-lagu nasional biasa saja banyak yang tidak hafal. Sebut saja Garuda Pancasila, Berkibarlah Benderaku, Dari Sabang sampai Merauke, Maju Tak Gentar, Hari Merdeka.... Bahkan, ini yang merisaukan, banyak anak muda yang tidak hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Hehehe.... Siapa yang salah? Apakah guru-guru di sekolah tidak pernah mengajarkan? Bisa jadi. Sekolah-sekolah kita memang lebih fokus ke mata pelajar yang diujikan di ujian nasional. Selain itu, di Jawa Timur ini banyak sekolah tidak punya guru yang bisa mengajar lagu-lagu kepada siswa. Alih-alih paduan suara.

Maka, lomba paduan suara di Sidoarjo itu kurang ramai. Peserta yang ikut tidak sesuai dengan harapan. Tak, apa pun juga, upaya Kodim Sidoarjo layak diapresiasi. Ketika budaya pop merajalela, ketika televisi begitu banyak, dan sebagian besar programnya hiburan, tak akan ada tempat bagi lagu-lagu nasional.

Hiburan itu penting dan selalu akan ada di setiap zaman. Namun, kalau kita sudah lupa bendera sendiri, lagu kebangsaan, lagu-lagu nasional, wah-wah... bagaimana nasib Indonesia ke depan? Nasionalisme? Patriotisme? Ah, hare gini ngomong nasionalisme.

Berikut saya perkenalkan lagu nasional API KEMERDEKAAN karya Joko Lelono dan Hartono. Lagu ini biasa dibawakan dalam lomba paduan suara pelajar dan mahasiswa. Aransemen acapella disusun oleh Nortier Simanungkalit, bapak paduan suara, guru musik klasik dan paduan suara yang luar biasa.

Komposisinya pendek saja, tapi tingkat kesulitan cukup tinggi. Butuh latihan tiga empat kali dengan penekanan pada produksi suara. Dirigen atau pelatih harus sangat memperhatikan teknik olah vokal mengingat ambitus atau rentang nada yang cukup lebar.

Lagu API MERDEKA harus dibawakan CON SPIRITO, penuh semangat. Bayangkan api yang membakar, berkobar-kobar. Namun, ada kontras di bagian kedua, AIR MATA BERLINANG SEGERA... dengan DOLOROSA: sedih, berduka, mengenang para pahlawan yang gugur di medan perang.

Nada dasar yang semula As berubah. "Do" tadi jadi "la" sekarang. Suasana ceria, berkobar ada tangga nada mayor berubah murung karena menggunakan tangga nada minor. Sopran, alto, tenor, bas seakan berjalan sendiri-sendiri alias polifonik. Dirigen harus bisa mengontrol penyanyinya, SATB, agar harmonisasi tetap terjaga.

Selamat mencoba!

5 comments:

  1. merdeka!!! hari gini masih ada org yg gencar menyebarluaskan lagu2 nasional yg bermutu. salam kenal, bung. jarang ada lho blog yg punya banyak artikel ttg paduan suara.

    aries di yogya

    ReplyDelete
  2. suwun parttur2nya mas. aq kebetulan lagi cari beberapa lagu utk 17an di sekolah.

    ReplyDelete
  3. lagu ini termasuk sulit kalo pake a capella.

    ReplyDelete
  4. Mas, saya mau bertanya. Saat dibagian "Api Kemerdekaan bangsa...", baris ketiga itu Alto 2 atau Tenor?

    ReplyDelete