02 May 2009

Nicky Astria Sudah Habis




Tidak banyak penyanyi Indonesia yang bisa bertahan dalam waktu lama. Indonesia musik kita berputar begitu cepat dan singkat. Maka, penyanyi-penyanyi, apalagi yang perempuan, muncul sebentar, kemudian lenyap sama sekali.

Penyanyi yang eksis sampai tua bisa dihitung dengan jari hanya Titiek Puspa. Ke mana puluhan, bahkan ratusan, penyanyi lain?

Pensiun total. Yang perempuan menikah dengan pengusaha atau orang kaya, mengurus rumah tangga, menekuni bisnis, menggeluti pekerjaan yang tak ada kaitan dengan musik. Bahkan, ada rocker terkenal 1990-an sangat antimusik dan dunia hiburan yang pernah membesarkan namanya.

Dua pekan lalu Nicky Astria [lahir di Bandung 18 Oktober 1967] tampil menyanyi di Balai Pemuda Surabaya. Siapa tak kenal Nicky Astria? Pada 1980-an dan 1990-an Nicky terbilang artis papan atas. Media massa saat itu menjuluki wanita Bandung ini dengan lady rocker. Suaranya lantang, melengking tinggi.

Album-album bagus karena digarap musisi hebat macam Ian Antono, Areng Widodo, atau Yockie Suryoprayogo. Lagu-lagunya enak-enak. Saya pernah ikut lomba vocal group membawakan lagu-lagu Nicky Astria: Biar Semua Hilang, Di Antara Bias Ragu, Kemenangan....

Beberapa teman saya memasang poster Nicky Astria di kamar. Mojang Bandung ini tampak sangar. Jaket kulit, rantai, sepatu bot.. khas rocker lah.

"Tangan-tangan setan t'lah mulai.... menuliskan kata asal jadi. Di setiap dinding dan di jalanan..." begitu teman saya, Prast, yang juga sangat gemar suara Nicky Astria.

"Coba, hentikan tangan setan... Setan... hentikan... tangan setan," saya menjawab.

Begitulah. Nicky Astria memang luar biasa pada masanya. Lagu apa pun yang dibawakannya selalu enak, menarik, dan meledak. Berkat Nicky Astria, pada 1980-an dan 1990-an muncul banyak lady rocker di negeri ini.

Bagaimana kondisi Nicky Astria sekarang, 2009?

Apa boleh buat. Nicky Astria sekarang sudah bukan Nicky Astria yang dulu. Perjalanan waktu telah mengubah dirinya. "Sekarang saya bukan penyanyi. Saya orang biasa," ujar Nicky Astria ketika tampil di Balai Pemuda Surabaya.

"Saya mau menyanyi di Surabaya karena 'dipaksa' oleh kenalan saya. Saya bilang saya nggak bisa nyanyi, tapi dipaksa terus, ya, sudah," kata Nicky Astria.

Ucapan pembuka ini memang tak sekadar basa-basi. Diiringi band lokal, Bidadari, penampilan Nicky Astria memang kedodoran. Jauh dari citra Nicky Astria 20 tahun silam. Lebih mirip pekerja kantoran yang "terpaksa" menyanyi untuk memeriahkan 17 Agustus di kampung atau perusahaannya. Suara lengkingannya yang tinggi sudah tiada lagi.

Maka, ketika harus menyanyikan nada-nada tinggi, Nicky Astria menyorongkan mikrofon ke arah penonton, yang rata-rata berusia 30 tahun ke atas. Suara penonton, misalnya Mas Ibnu, malah jauh lebih kencang. Padahal, nada dasar sudah diturunkan untuk menyesuaikan kemampuan Nicky Astria yang sudah melorot.

"Kasihan sama Mbak Nicky Astria. Dia seharusnya tidak menyanyi di sini karena sudah lama berhenti menyanyi," kata Ahmad, teman saya yang lain.

"Yah, tapi kita sering lupa bahwa idola kita di masa lalu itu sudah jauh berubah. Kita menganggap Nicky Astria sama dengan tahun 1990-an," kata saya.

"Dia kan penyanyi. Jadi, panitia mengira kualitas vokalnya tetap terjaga kayak Mick Jager, Rod Stewart, Jon Bon Jovi...."

"Wah, beda banget. Industri musik kita belum bisa melahirkan artis atau band-band yang bisa bertahan sampai tua macam Rolling Stone, Deep Purple, Pink Floyd...."

Penampilan Nicky Astria ini mengingatkan saya pada Achmad Albar yang juga menyanyi di panggung sama. Iyek (sapaan Achmad Albar) rocker nomor satu negeri ini, pendiri God Bless, malang melintang di panggung rock sejak awal 1970-an. Iyek itu ikon rock nan langka.

Tapi mau bilang apa? Usia memang sulit dibohongi meskipun Mas Iyek masih punya "selera" sama gadis muda. Hayo, siapa si cantik yang selalu mendampingi Mas Iyek di balik panggung itu? Hehehe....

Ketika membawakan nada-nada tinggi, Iyek menyorongkan mike ke arah penonton. Atau, mengambil nada-nada bawahan (oktaf rendah). Atau, memberi kesempatan kepada penyanyi latar yang suaranya memang tinggi dan lantang.

Achmad Albar boleh dikata "sudah habis" sebagai vokalis rock. Nicky Astria juga "sudah habis". Dan itu wajar-wajar saja dalam industri musik. Ada yang datang ada yang pergi. Yang tua pensiun, kemudian meninggal, digantikan generasi baru.

Yang tidak wajar di sini adalah semakin sulit menemukan penyanyi muda yang punya kualitas dan wawasan musik sehebat Achmad Albar atau Nicky Astria.

Ben-ben yang muncul di televisi sekarang nyaris seragam. Kualitas vokal pas-pasan, cuma ramai karena ada distorsi gitar, tapi komposisi lagu payah. Tak usah dibahas lagi soal syair yang begitu-begitu saja.

15 comments:

  1. namanya aja dah tua. nicky astria juga kawin 3x, kecian deh... mungkin krn itu karirnya gak berkembang dg baek. dulu aq juga suka nicky n ian antono.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanggal 5 oktober 2012 nicky astria akan meluncurkan album baru 'retropeksi' di rollingstone cafe, doakan ya semoga sukses kembali, amin..

      Delete
  2. Hehehe... gambarnya lucu sekali ya bang.. Padahal, zaman itu, pose seperti itu sudah bisa dibilang kereeen sekali.. hehehe...

    Lagu Nicky yang paling saya sukai "jarum neraka"
    sukaaaaa banget.. bahkan saya masih hapal liriknya sampai sekarang..

    Sayangnya, sesudah menikah lagi, dia lebih memilih untuk meninggalkan dunia musik.

    Ada satu hal yang mungkin bisa menjadi penyebabnya. Nicky Astria menyanyi untuk mencari uang. Begitu menikah dengan pria yang mampu menyuplai kebutuhan hidupnya, dia tidak memandang perlu lagi untuk menyanyi. Toh, tanpa menyanyi pun uang sudah mengalir..

    Kalau seperti Titik Puspa, dia menyanyi lebih condong karena minat dan kesenangan. Karena menyanyi bukanlah mata pencaharian utamanya. Makanya, dia menyanyi itu tanpa beban. Dan selalu menyempatkan waktu untuk itu...

    Horas..

    ReplyDelete
  3. Risma di Medan, terima kasih atas komentarmu. Begitulah, roda zaman terus berputar. Setiap masa selalu ada bintangnya. Salam.

    ReplyDelete
  4. Semestinya, penyanyi itu profesional. Meskipun sudah tidak rekaman lagi, dia harus bisa jaga kualitas menyanyinya dengan banyak latihan tiap hari. Kalau seperti ini caranya, jelas bahwa Nicky Astria memang bukan penyanyi sejati.

    ReplyDelete
  5. ada lagi lady rocker negeri ini yng fenomenal...
    sebut saja Nike ardilla,mel shandy,dan poppy mercury,anggun c sasmi.....dg karakter suara mrk yang dasyat.....

    ReplyDelete
  6. Begitulah tiap manusia pasti ada expired date nya cuma berapa lama itu tergantung bahan pengawetnya... kalo penyanyi dunia sekaliber bung jovi, mas jagger, mas toto, mas rod stewart, atau mbak madonna jelas pengawet mereka adl penghargaan yg mendalam atas karya2 mrk oleh para penggemarnya. Jadi, fans atau penggemar itulah yang membuat mereka tetap eksis, penggemar mereka di barat tidak beli bajakan dan senantiasa mengapresiasi karya dg baik. Semisal juga Cat Stevens yg lalu menjadi muslim dan berubah nama mjd Yusuf Islam, dalam konsernya yg terakhir masih saja dipenuhi penggemar2nya yg dulu pdhl dia sdh vacum menyanyi sejak thn 80an, dan padahal hitsnya tidak sebanyak nicky astria. Mkn inilah bedanya penyanyi kelas dunia dengan kelas negeri. Maka jadilah bahan pengawet yg baik agar exp date para penyanyi kita mampu lebih lama bertahan.....

    ReplyDelete
  7. Nicky sekarang memang sdh tdk mau menyanyi lagi, saya pernah menanyakan kapan buat album lagi, katanya saat ini ia blm memikirkan karir lagi tapi lebih konsen dlm kehidupan rumah tangganya. Keputusan yang harus kita hargai. Walau demikian Nicky tdk sepenuhnya meninggalkan dunia musik, karena bersama saudara2nya Nicky mendirikan sekolah musik di Bandung.

    ReplyDelete
  8. Dalam sebuah site Nicky pernah mengatakan bahwa bukan masanya lagi untuk tampil di depan publik. Karena jaman terus berganti maka harus ada regenerasi. Dulu dia pernah merasakan segalanya, berada dipuncak karir, tour keliling Indonesia, mendapat berbagai penghargaan. Dan kini saatnya yang muda2 untuk berkarir dan merasakan hal yang sama yang pernah diraihnya dahulu.

    ReplyDelete
  9. Begitulah potret industri musik Indonesia. Sulit diandalkan menjadi karir panjang para musisi kayak di Barat sana. Ratusan, bahkan ribuan, penyanyi rekaman Indonesia malang melintang di blantika musik, tapi dalam sekejap hilang tak berbekas.

    Hanya sekadar mampir ngetop, mampir ngombe, setelah itu jadi orang biasa. Hanya satu dua yang bisa berkarir, setia menekuni profesi ini. Menurut saya, bukan salah Nicky Astria, Iis Sugianto, Maya Angela, Muchlas Adeputra, dll, tapi sistem industri musik kita memang begitulah.

    "Tanya rumput yang bergoyang," kata Ebie G. Ade.

    ReplyDelete
  10. beberapa waktu yang lalu saya pernah lihat nicky nyanyi diiringi oleh "bandung orchestra" di STSI bandung, saat menyanyi sebetulnya nicky masih belum kalah bila dibandingkan dengan penyanyi sekarang ini, cuma iyah itu tadi nicky memang memutuskan untuk tidak rekaman dulu, sebetulnya kalau artis itu tidaklah harus selalu berada diatas panggung tapi di belakang panggungpun kiprahnya sangat penting karena apa yang dilakukan nicky sebagai staff pengajar di STMB adalah cara yang sangat terpuji karena berusaha mempersiapkan generasi selanjutnya

    ReplyDelete
  11. teh nicky siap tampil lagi, tunggu saja...

    ReplyDelete
  12. Kualitas suaranya mungkin sudah menuru, tapi sejarah dari karyanya akan tetep ada k:)

    ReplyDelete
  13. di tahun 2013 bisa dibilang dia kembali lagi dan masih bisa menjangkau nada tinggi , diusianya sekarang 48 saya harap dia terus bernyanyi seperti mick jagger/ ahmad albar usia boleh 70 thn tapi tetap bernyanyi

    ReplyDelete
  14. Suaranya teh Nicky masih tinggi dan keren. Karirnya juga blm habis. Coba cek di youtube

    ReplyDelete