01 May 2009

Josephine MJ Ratna



Oleh Faridhatul Qomariyah
Mahasiswi UPN Veteran Jatim Surabaya

Josephine Maria Julianti Ratna, lahir 4 Januari 1968. Nama dan wajahnya sering masuk berbagai surat kabar di Surabaya, khususnya Jawa Pos. Dia juga aktif di berbagai kegiatan. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini mengajar di Ubaya, Unair, jadi konsultan keluarga di Keuskupan Surabaya.

Tugas utama Josephine MJ Ratna: direktur Australian Education Centre (AEC).

"Sesibuk apa pun saya sempatkan waktu bersama anak. Kalau pagi saya antar putra saya yang bungsu ke sekolah," ujar Josephine.

Walaupun hari-harinya sangat padat, lulusan S2 Curtin University of Technolgy Australia ini tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu. "Kalau mereka ujian, saya ikut belajar. Saya suruh sopir untuk fotokopi materi yang akan di ujikan besok lalu saya tanya lewat telpon," kata ibunda dari Ignasius Krisnanta Setiaputra dan Mikael Amadeus Setiaputra ini.

Menjadi direktur AEC mengharuskan istri Hengki Setiawan ini keluar kota. Ada 14 provinsi yang pernah ia kunjungi. Karena itulah, Josephine mengetahui berbagai macam karakter orang dari berbagai suku.

"Karena bekerja di sini saya jadi punya banyak teman, kita juga sering tukar pikiran, dan ada juga yang sekalian konsultasi pada saya karena mereka tahu kalau saya juga seorang psikolog," urai warga Wonorejo Permai Selatan ini.

Selain sibuk mengurus AEC, Josephine juga bekerja sebagai psikolog di RS Surabaya Internasional dan RS Mitra Keluarga. Ada banyak suka duka yang dialami oleh Josephine sebagai psikolog. "Saya jadi terbawa ke masalah pasien. Ada yang mengalami KDRT, tapi tetap diam," kata anak pertama dari empat bersaudara ini.

Kepala II Indonesian Clinical Psychology Association mengaku ini lebih mengutamakan quality time untuk keluarganya. "Saya pulang jam 20.30. Ketemu anak paling tidak cuma satu jam. Selama satu jam itu saya menggunakan waktu untuk sekedar berbincang tentang aktivitas mereka selama sehari."

Josephine megaku hobinya menyanyi. Sabtu dan Minggu adalah saat berkumpul bersama keluarga. "Itu sangat penting karena hari-hari biasa kami susah untuk bertemu dalam waktu yang lama," ujarnya.

Pagi hari adalah saat-saat yang dinantikan oleh Josephine dan keluarga. Membaca koran. "Kalau koran datang, serumah pada rebutan. Dan salah satu di antara mereka ada yang membacakan koran. Kebersamaan yang seperti ini yang sering bikin saya kangen kalau pergi keluar kota."

2 comments:

  1. mbak josephine memang hebat. cerdas banget.

    ReplyDelete
  2. Josephine has really been inspiring....

    ReplyDelete