01 April 2009

Teknik olah vokal (seni suara) klasik

Aning Katamsi (soprano) dan Christopher Abimanyu (tenor), dua jawara bintang radio televisi jenis seriosa.
Orang Indonesia rupanya makin senang bernyanyi. Lomba-lomba menyanyi baik di televisi, kampung, karaoke, sekolah, kampus, sangat marak. Saya juga melihat cukup banyak pengguna internet meng-Google "teknik vokal yang baik dan benar" kemudian nyasar ke blog ini.

Karena itu, tak ada salahnya, sebagai mantan aktivis paduan suara mahasiswa, juga mantan 'pelatih' paduan suara amatiran ketika masih MUDIKA (Muda-Mudi Katolik) di Jawa Timur pada era 1990-an, saya membagikan sedikit referensi tentang teknik produksi suara yang biasa dilakukan kelompok paduan suara.

Anda harus berlatih secara serius, rutin, dan perlu mencari guru vokal berpengalaman jika ingin lebih matang dalam urusan teknik vokal klasik. Berlatih vokal sendiri alias otodidak kayak orang-orang di kampung saya di Flores, Nusatenggara Timur, memang ada baiknya, tapi tidak akan bisa optimal. Penyanyi otodidak biasanya hanya mencapai kualitas tanggung alias medioker.

Sangat dianjurkan seorang penyanyi pun belajar main piano atau alat musik apa pun agar pemahamannya tentang tangga nada, nada dasar, modulasi, ambitus suara, kromatis, lebih mendalam. Paling tidak dia paham materi suaranya sendiri. Dus, nada dasar yang diambil tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.

PERNAPASAN

Pita suara manusia itu ibarat alat musik tiup. Penapasan menjadi kunci untuk membunyikan instrumen tersebut. Jika teknik pernapasan benar, kata para ahli, maka setengah dari urusan produksi suara sudah benar pula.

Ada tiga jenis pernapasan: pernapasan bahu, pernapasan dada, pernapasan perut. Teknik vokal klasik menuntut PERNAPASAN DIAFRAGMA. Caranya? Tanyakan guru vokal Anda.

Yang jelas, pernapasan diafragma memungkinkan paru-paru terisi penuh udara, tanpa terjepit, karena ruangannya diperluas dengan meregangnya sekat rongga badan.

PITA SUARA LUWES

Syarat mutlak bernyanyi adalah pita suara dan tenggorokan yang luwes. Karena itu, perlu pemanasan atau vokalisi setiap kali belatih atau sebelum naik ke panggung. Latihan dimulai dengan suara lembut. Tenggorokan jangan tegang.

SIKAP MULUT

Jangan segan membuka mulut. Jangan takut wajah dan mulut Anda jelek dilihat orang lain. Posisi mulut yang wajar, tidak dibuat-buat. Bibir sebaiknya membentuk corong ala trompet, tapi tetap luwes.

Rahang bawah perlu dibuka tutup secara luwes, khususnya sewaktu membawakan nada-nada tinggi. Ini menghindari suara "terjepit".

Lidah bersikap luwes, tidak kaku.

ARTIKULASI VOKAL (HURUF HIDUP)

Lima huruf hidup alias vokal (a, i, u, e, o) harus dilatih terus-menerus pengucapannya. Mulut dibuka lebar agar semua vokal tedengar jelas.

MERAWAT PITA SUARA

1. Jangan memaksakan diri menyanyikan nada tinggi-nada tinggi yang belum dikuasai. Pita suara bisa aus.

2. Jangan minum es sebelum dan sesudah latihan atau hari yang sangat panas. Minuman yang terlalu panas pun tidak dianjurkan. Nortier Simanungkalit, bapak paduan suara, juga melarang penyanyi seriosa dan paduan suara menghindari wedang jahe.

3. Jangan memaksakan diri menyanyi ketika sedang sakit, batuk, pilek.

4. Hindari makanan berminyak, pedas, 3-4 jam sebelum menyanyi. Akan lebih afdal jika penyanyi profesional tidak minum kopi, alkohol, dan merokok. Sebab, hal ini sangat mempengaruhi pernapasan.

5. Biasakan minum segelas air putih ketika bangun tidur dan senam pagi sambil menghirup udara bersih sebanyak-banyaknya.

6. Istirahat cukup. Tidak dianjurkan bergadang.

7. Jangan menyanyi dalam keadaan perut kosong atau terlalu kenyang. Ini mempengaruhi rongga perut, diafragma, dan kualitas pernapasan.

8. Menyanyi dengan gembira, tidak tegang. Jangan bernyanyi hanya dengan suara, tapi juga wajah Anda. Ekspresi atau penghayatan lagu mutlak perlu.

MENGGUNAKAN MIKROFON (MIKE)

1. Jaga jarak dengan mulut. Sekitar 20 cm dengan sudut 45 derajat. Jarak usahakan selalu sama. Ketika nada tinggi, jauhkan mikrofon agar volume suara yang terdengar tidak terlalu keras.

2. Benyanyi dengan suara sedang. Fungsi mikrofon untuk mengeraskan suara. Maka, Anda tidak perlu habis-habisan mengeluarkan suara. Suara terlalu keras akan berubah menjadi pecah dan tajam.

3. Jangan mengambil napas yang dalam ke arah mikrofon. Sebab, suara napas Anda akan terekam mikrofon yang sangat peka.

4. Rekam dan dengarkan suara Anda sendiri sebagai bahan evaluasi.


REFERENSI

1. Romo Karl-Edmund Prier SJ,  Pusat Musik Liturgi, Jogjakarta.
2. Nortier Simanungkalit, begawan paduan suara, komposer mars.
3. Solomon Tong, pendiri dan dirigen Surabaya Symphony Ochestra.
4. M. Suharto, Membina Paduan Suara dan Vocal Group.
5. M. Pardosi Siagian, Indonesia Tercinta, kumpulan lagu nasional.
6. Lilik Sugiarto, dirigen, arranger, pelatih Paragita Choir, paduan suara mahasiswa Universitas Indonesia, Jakarta.
7. EL Pohan, Membina Paduan Suara Gerejawi, Yayasan Musik Gereja (Yamuger), Jakarta.

22 comments:

  1. Kalau aku seringkali belajar sendiri bersenandung kecil lagu klasik, Ave Maria lagunya Sarah Brightman. Bagus lho mas, kapan2 coba deh dengerin lagu Ave Maria yang ini, so klasik.. seriosa ala eropah :D

    ReplyDelete
  2. Oya lali, jelasnya nyanyi pake pernafasan dari perut Vokal akan lebih nyaring dan ringan, tarikan nafas akan lebih panjang, ora kejepit. Makanya mas Hurek, kalo aku seneng nyanyi pas perutku kosong alias laper, pasti deh suara bagus he he :D

    Salam dari kami sekeluarga :D

    ReplyDelete
  3. suwun cak atas posting teknik vokal yg menarik n komplit.

    faiz

    ReplyDelete
  4. Salam untuk mbak Judith dan keluarga di Swiss, negeri orang yang indah, katanya. Semoga makin sering memasak dan berbagi pengalaman sama teman-teman di Indonesia.

    Oh ya, sampean seneng nyanyi ta???

    ReplyDelete
  5. sy biasanya merasa suara saya bgs,,,tp terkadang bingung mau lampiaskan nda tw mau lampiaskan kemana....kl ada jaringan tolong hub. saya di email bdp_amq@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  6. thanks su bagi2 pengetahuan di internet. Gbu.

    ReplyDelete
  7. thx wat tips2 vocal ni...
    B'guna banget bwt sy.!!

    ReplyDelete
  8. thankz ya tuk tips2 nya smoga berguna bwat saya?

    ReplyDelete
  9. izin sedot ya Mas...

    buat pembelajaran Paduan Suara kami...

    Tuhan memberkati...

    ReplyDelete
  10. q pgen tips-tips yg lbih lngkap untuk me,perbagus suara.
    tks.

    ReplyDelete
  11. Saya mulai agak sering mendengarkan lagu seriosa saat mendengarkan lagu seriosa di salah satu siaran televisi untuk ajang mencari bakat. Judulnya Con Te Partiro. Pas itu aku kepincut ama lagu itu. Aku latihan vokal seriosa

    Kalau dengerin suaranya Andrea Brocelli itu gede bgt. Gimana posisi pita suara /tenggorokan/yang lainnya saat nyanyi seriosa? Soalnya aku kurang jelas ama penjelasannya

    ReplyDelete
  12. iia terimakasih semoga ini bisa bemanfaat untuk orang yang ingin bisa benyanyi seperti saya.
    thanks

    salam hangat dan sukses selalu

    joe infra merah.

    ReplyDelete
  13. saya membuat TESIS mengenai keberkesanan teknik vokal klassikal barat jika di gunakan dalam teknik nyanyian keroncong indonesia.. adakah tekniknya sama saja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas beda. Keroncong dibawakan dengan gaya yg lebih santai, cengkok agak bebas, tidak menuntut disiplin teknik vokal yg terlalu ketat.

      Di masa lalu juara2 bintang radio keroncong seperti Toto Salmon menyanyi dengan gaya seriosa. Dan umumnya peserta BRTV keroncong dituntut menyanyi dengan teknik klasik atau seriosa. Beda dengan gaya langgam Jawa ala Waljinah.

      Delete
  14. Semoga bermanfaat yupz ..

    ReplyDelete
  15. semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  16. makasih atas informasinya semua !!
    segoga bermanfaat buat diri ku ..

    bahan standart yg ku pelajari adlah MUSICA PROIBITA yg main 3# ..

    thanks

    @galih_tahta

    ReplyDelete
  17. Makasih Infonya.... bermanfaat, nih!!!

    ReplyDelete
  18. teknik vokal yg sederhana yg bisa dipelajari siapa saja. cuman memang di lingkungan musik pop kayaknya tidak begitu ditekankan.

    ReplyDelete