08 April 2009

Noor Ibrahim dan patung Yesus



NOOR IBRAHIM itu pematung yang unik. Beragama Islam, tapi setiap hari menggarap karya-karya yang berbau kristiani. Khususnya figur Isa Almasih alias Yesus Kristus. Penampilan Noor dengan rambut gondrong dan cambang lebat pun mirip dengan figur Yesus Kristus.

"Saya mengagumi Yesus Kristus walaupun saya muslim. Menurut saya, Yesus pada zamannya adalah sosok yang berani melawan kekerasan dengan cinta kasih," kata Ibrahim.

Pada 14 April hingga 14 Mei 2009 perupa yang bermarkas di Sidoarjo itu mengadakan pameran bertajuk Holy Art di Kemang Icon, Jalan Kemang Raya 1 Jakarta. Momen ini sengaja disesuaikan dengan Pekan Suci menyambut Paskah. Tanggal 14 menggambarkan 14 perhentian atau stasi jalan salib yang ditempuh Yesus Kristus 2000 tahun silam.

Ibrahim membawa 25 patung dan 23 lukisan. Patung-patungnya menggambarkan kisah jalan salib (dolorosa), roh kudus, malaikat pengawal, Bunda Maria, dan tentu saja Yesus. Sedangkan lukisannya berupa sketsa yang menggambarkan berbagai wajah Yesus serta Yesus yang disalib.

Pameran ini dibuka oleh Dedy Kusuma, art lover, dan dikuratori oleh Aminuddin Siregar, dosen Seni Rupa ITB. Noor Ibrahim tetap pada ciri khasnya: patung logam dengan permukaan yang tidak beraturan.

"Ide pameran tunggal ini karena saya ingin menegaskan budaya toleransi di Indonesia. Sebenarnya Indonesia punya sejarah toleransi yang begitu mengakar. Saat masih bernama Nusantara, jumlah etnis di sini ada 310 lho, tapi keadaan damai-damai saja," jelas pria kelahiran Magelang ini.

Satu lukisan Noor Ibrahim berjudul Mencari Wajah Yesus, terdiri dari 17 sketsa. "Tidak ada yang pernah tahu wajah Yesus sebenarnya. 17 lukisan ini menggambarkan perkiraan saya mengenai wajah Yesus," kata pria yang mulai berkarya sejak 1986 itu.

Ada pula enam lukisan yang menggambarkan Yesus tergantung di kayu salib dilihat dari berbagai sudut pandang. "Yang paling unik, menurut saya, yang berjudul Another Perspective. Lukisan yang satu ini menggambarkan Yesus di kayu salib yang dilihat dari belakang," ujarnya.



NOOR IBRAHIM
Jalan Tropodo I/253 Waru, Sidoarjo.
Jalan Semolowaru Elok G/33 Surabaya.

6 comments:

  1. Wah, aku baru tahu tentang Noor Ibrahim ini.
    Seniman yang bisa memisahkan antara seni dengan fanatisme agama.
    Bang bernie bisa buat biografi dan karya seni yang sudah pernah dia buat gak?

    ReplyDelete
  2. Oh ya Risma,
    Noor Ibrahim ini sanga terkenal di kalangan seniman patung dan "konsumen" patung Indonesia. Di media-media visual art, karya-karya Mas Ibrahim selalu muncul.

    Cerita tentang dia sudah banyak ditulis di media massa. Sekadar informasi bisa masuk ke laman:

    http://www.garisart.com/exhibition/ex060702/artist_paintings/seniman_ibrah.htm


    http://brangwetan.wordpress.com/2008/07/14/noor-ibrahim-mendobrak-konvensi-patung-yesus/

    ReplyDelete
  3. Tulisan yang inspiratif Pak. Sayang saya belum pernah mendengar yang sebaliknya -- seorang seniman kristiani menggambarkan dunia Islam secara santun.

    ReplyDelete
  4. mau gmna seniman kristiani mmbuat gmbra2 ataupun seni tntng dunia islam??
    sdangkn bribdah kGrja ja udh di ancam dn dbkar grja nya....
    kmi mmng mngrti KASIH,,tpi klo gtu yg di buat..
    ngpin kmi buat gtu..
    dn bgi Umat Kristen tu..
    dlam hdup dutamakn TUHAN yesus dn ajaran Nya,,bkan ajran orng atupn yg lain....

    Oy,,untk Pak Noor Ibrahim..
    LANJUTKAN trus seni bapak itu y..
    entar TUHAn akn blas smua seni2 bpak yg indh2 itu dn bpak dpt Rejeki yg mlimpah lgi bla prcya kpdaNya...ok

    ReplyDelete
  5. Hebt juga pak noor ibrahim.salam dri saya deni pengecor patung logam

    ReplyDelete
  6. Pengamat Indonesia7:41 AM, April 11, 2013

    Seniman agama lain yang ingin mendalami Islamic art itu sulit, karena batasan-batasan, misalnya tidak diperbolehkan (haram) membuat rupa nabi Muhammad s.a.w. dalam bentuk apa pun. Akibatnya seni yang berkembang ialah kaligrafi (yang mengharuskan mampu membaca tulisan Arab). Selain itu, Nabi Isa dihormati di dalam agama Islam, yang mewarisi tradisi2 dari agama Yahudi dan agama Nasrani, sedangkan agama Kristen tidak mengakui kenabian Muhammad s.a.w. dan tradisi2 Islam yang lahir 600+ tahun setelah Isa Almasih s.a. Kesimpulannya, bukan tidak mau, tapi jalannya tidak ada.

    ReplyDelete