11 March 2009

SSO Jelang Konser Paskah '09



Krisis ekonomi membuat semua perusahaan melakukan efisiensi. Pos-pos yang dianggap kurang penting dipangkas. Termasuk menjadi sponsor konser musik, khususnya klasik. Musik klasik dianggap bukan tempat promosi yang menguntungkan di Indonesia. Hanya buang-buang duit!

"Kita orang ini kan jualan rokok. Lha, konser musik klasik orang gak boleh ramai, gak boleh merokok. Bagaimana kita orang punya perusahaan bisa maju?" kata bekas bos sebuah pabrik rokok terkenal di Indonesia.

Pabrik rokok ini saban tahu rela keluar uang miliaran rupiah untuk mensponsori konser-konser musik pop dan rock di Indonesia. Iklannya di jalan-jalan pun paling banyak. "Pokoke, ekonomi sekarang sulit. Kita gak mau keluar uang kalau gak penting banget," ujar pengusaha top Surabaya lainnya.

Kondisi ini juga dirasakan Surabaya Symphony Orchestra (SSO). Satu-satunya orkestra simfoni di Surabaya itu sedang bersiap menggelar konser Paskah, Selasa 14 April 2009, di Hotel Shangri-La Surabaya. Tidak mudah bagi Solomon Tong, dirigen dan pendiri SSO, membiayai konser ke-58 ini. Tapi the show must go on. Konser harus jalan terus.

"Orang Tionghoa bilang saya ini ibarat duduk di atas punggung harimau. Kalau sudah duduk nggak bisa turun karena akan diterkam oleh si harimau," ujar Solomon Tong kepada saya, Selasa 10 Maret 2009.

Prinsip ini dipegang teguh Pak Tong. Karena itu, meskipun ekonomi sulit, tak mudah dapat sponsor, konser bertajuk SPRING CONCERT 2009 harus jalan. Apa pun cara dan kiatnya. Standar konser pun jalan sampai turun. "Sebab, sekali kita turunkan standarnya, maka SSO tidak bisa diangkat lagi," tegas dedengkot musik klasik Surabaya itu.

Selama ini SSO selalu konser di ballroom Hotel JW Marriott [dulu namanya Hotel Westin] di Jalan Embong Malang. Konser-konser klasik, apa boleh buat, digelar di hotel berbintang karena gedung konser yang memadai belum ada di Surabaya. Karena satu dan lain hal, kerja sama SSO dengan JW Marriott terputus. Solomon Tong pun beralih ke Hotel Shangri-La yang dianggap selevel, bahkan lebih.

Biaya tentu lebih banyak. Apalagi, lokasi Shangri-La di Jalan Mayjen Sungkono 120 tidak sestrategis JW Mariott. Banyak orang mengusulkan agar konser SSO digelar di hotel atau tempat lain yang lebih "efisien". "Saya tidak mau. Itu sama saja dengan menurunkan level SSO. Sekali kita turun, maka naiknya susah," tegas Solomon Tong.

Lantas, bagaimana Solomon Tong dan manajemen SSO mencari biaya konser yang rata-rata di atas Rp 200 juta itu? Hebatnya, sejak SSO berdiri pada 1996, orkestra ini, tepatnya Solomon Tong, selalu bisa keluar dari kemelut biaya. "Tuhan itu kaya. Dia selalu membantu. Sehingga, nanti menjelang konser biaya-biaya itu bisa ditutupi," tegas pemusik yang juga tokoh gereja Tionghoa di Jawa Timur ini.

Tak ada yang mustahil bagi orang percaya. Dan, Solomon Tong sudah berkali-kali membuktikannya. Apa pun kondisi ekonomi SSO bisa tetap bisa menyajikan konser di Surabaya. Termasuk ketika krisis moneter paling parah pada 1997. [lambertus hurek]

SPRING CONCERT 2009

Orkestra: Surabaya Symphony Orchestra
Dirigen Utama: Solomon Tong
Dirigen Pendamping: Christian Xenophanes

Hari/Tanggal: 14 April 2009
Tempat: Hotel Shangri-La, Jalan Mayjen Sungkono 120 Surabaya.

Solis: Pauline Poegoeh (soprano), Dewi Endrawati (soprano), Sam Tong (bariton), Ndaru Darsono (tenor), Tan Siek Miauw (tenor), Russy Sutanto (soprano).

Pianis tamu: Glenn Riddle (Australia), piano concerto nomor 1 dalam C mayor, opus 15 Beethoven.

Komposer: Bach, Handel, Haydn, Mozart, Beethoven, Schumann, Mendelssohn, Gounod, Puccini, etc.


INFORMASI
SSO, Jalan Gentengkali 15 Surabaya.
Telepon (031) 531 3297, 534 2440
www.surabayasymphonyorchestra.com

4 comments:

  1. tiketnya berapa cak?

    ReplyDelete
  2. Hebat, hebat, Pak Solomon Tong ini, sikap dan karakternya pantas saya jadikan contoh.

    ReplyDelete
  3. Bung dah tau harga tiketnya...?

    Kualitas ya tetap kualitas... ambisi yang hebat.

    Vokalisnya gak ada yang kenal..

    pingin nonton...
    semoga jangan mahal-mahal dah...

    ReplyDelete
  4. Bisa hubungi langsung SSO. Khawatir gak akurat.

    ReplyDelete