08 March 2009

Ferry Fadly, si Brama Kumbara



Oleh Sugeng Sulaksono


Pencinta sandiwara radio era 1980-1990-an awal pasti akrab dengan suara Ferry Fadly. Dialah pemeran Brama Kumbara, Arya Kamandanu, dan tokoh bijak lain dalam puluhan serial sandiwara radio. Apa yang dia lakukan sekarang?

Ditemui di rumahnya kawasan elite Jalan Syamsu Rizal, Menteng, Jakarta Pusat, Ferry tampak bersemangat. Dandanannya masih khas, mengenakan sepatu kulit model bot, celana jins, dan ikat kepala ala pendekar zaman dulu.

Suaranya sama sekali berbeda dengan Brama Kumbara dalam serial sandiwara radio Saur Sepuh maupun Arya Kamandanu dalam Tutur Tinular. Kecuali ketika tiba-tiba dia mengucapkan salah satu penggalan dialog dalam perannya sebagai Brama Kumbara, raja Madangkara. ''Wahai rakyatku Kerajaan Madangkara. Di sini aku Brama Kumbara, mengucapkan sampurasun.''

Masa jaya Ferry sebagai pemain drama radio sekitar 1985 hingga awal 1990. Sebelumnya dia juga mengisi suara untuk beberapa kisah drama, namun tidak sepopuler dua kisah legendaris itu.

Begitu legendarisnya sehingga Ferry oleh sebagian masyarakat benar-benar dianggap sebagai Brama Kumbara. Itu terbukti dari reaksi banyak orang, baik saat jumpa fans maupun ketika rumah tinggalnya diketahui khalayak.

Ferry bercerita, pernah suatu hari ada orang meminta berkat kepadanya. Contohnya, ibu hamil yang minta perutnya dielus-elus berharap agar anaknya terlahir seperti Brama Kumbara. ''Karena dia raja Madangkara, istilahnya setengah dewa. Begitu arif, bijaksana, tokoh panutanlah,'' kata pria kelahiran 1 April 1956 itu.

Mendapat reaksi seperti itu, Ferry merinding. Dia sadar, faktanya jauh berbeda dengan Brama Kumbara atau yang seperti diharapkan para penggemar. ''Sampai ada yang sakit minta disembuhkan. Saya hanya bisa jawab, selain berusaha, ya berdoa. Begitu saja,'' kisahnya.

Meski begitu, Ferry berusaha memaklumi. Kerinduan masyarakat terhadap tokoh pemimpin seperti Brama Kumbara dianggap sebagai penyebabnya. Bayangkan saja, kata dia, Brama Kumbara, sang raja, jika sedang menengok rakyatnya datang sendiri dengan pakaian biasa, tanpa pengawalan, dan membantu dengan tangan sendiri.

Tentu saja, lanjut dia, berbeda dengan pejabat zaman sekarang yang menurut Ferry seperti melakukan sebuah rekayasa. ''Brama Kumbara tanpa rekayasa. Apa adanya. Tapi, kalau pemimpin sekarang, untuk ke masyarakat saja bajunya luar biasa, kamera di mana-mana, dan kalau ada masyarakat yang ingin bertanya terkadang sudah diarahkan. Pertanyaannya hasil pesanan,'' sindirnya.

Bertahun-tahun memerankan Brama Kumbara dan Kamandanu, Ferry belajar banyak hal tentang bagaimana bersikap bijak. Meski begitu, dia merasa masih jauh dari harapan. "Tapi, apa salahnya mencoba,'' ujarnya.

Secara fisik, Ferry juga merasa jauh dari fantasi pendengar radio terhadap tokoh Brama Kumbara itu sendiri. Dia merasa tidak tinggi besar, tidak sakti mandraguna, dan tidak bisa searif pemilik ajian lampah lumpuh itu.

Beruntung, kata Ferry, hingga kini tidak ada yang meluapkan kekecewaan terhadap dirinya. Dia menganggap, kalaupun ada kekecewaan, masih dalam taraf wajar. "Justru itulah nikmatnya. Berarti saya sukses memerankan tokoh itu sehingga pendengar memiliki imajinasi sendiri,'' ungkapnya.

Sebaliknya, lebih banyak masyarakat yang akhirnya menggemari dirinya. Ferry menerima banyak surat dari penggemar. Pada awal jaya, setiap surat yang datang dia balas. ''Awalnya rajin. Lama-lama capek juga,'' imbuhnya.

Semakin lama, kata Ferry, surat penggemar yang datang menggunung. Jumlahnya berkarung-karung. Dan, hingga sekarang surat-surat itu masih dibiarkan begitu saja, disimpan di gudang rumahnya. ''Tidak sempat saya jawab. Boleh tuh kalau mau dicek di gudang ada. Ada rasa bersalah juga saya belum sempat menjawab itu semua,'' tuturnya.

Ketika industri televisi semakin berkembang, pendengar radio menurun. Tren mendengarkan cerita drama di radio pun semakin hilang. ''Bagi saya, era atau masa itu tidak bisa dilawan. Kayak sekarang musim sinetron remaja, musim grup band, itu kan era. Nanti berputar,'' yakinnya.

Tapi, Ferry tetap konsisten dengan bisnis audio. Sudah empat tahun ini dia mendirikan perusahaan studio audio untuk iklan televisi dan radio, JF Production. ''Saya berpikir bahwa iklan tidak pernah berhenti. Semua produk saya pikir akan mengeluarkan iklan dan audionya dikerjakan tersendiri,'' jelasnya.

Proyek yang dikerjakan beragam, mulai iklan produk hingga iklan partai politik dan calon anggota legislatif. Kini suara Ferry bukan lagi untuk Brama Kumbara, tapi calon pemimpin yang diharapkan merakyat layaknya Brama Kumbara.

SUMBER: Jawa Pos, Minggu, 08 Maret 2009

24 comments:

  1. sampurasun... nostalgia banget. ingat masa kecilku.

    ReplyDelete
  2. jaman itu radio AM lagi jaya2nya. skrg radio tetep didenger tapi sandiwara radio sdh gak ada. aq juga ingat BUTIR2 PASIR DI LAUT, sandiwara radio ttg KB.

    josef

    ReplyDelete
  3. aku sepat ngerti sandiwara radio waktu masih kecil
    karena tanteku sering dengerin
    :)

    ReplyDelete
  4. wah kalau serial brama kumbara dan Arya Kamandanu dari gw SD ampe SMP gak pernah ketinggalan. Tapi sayang serial kamandanu belum tuntas ceritanya. film yang pernah dibuat juga belum kelar ceritanya. kapan lagi ada filmnya ya ditunggu. Tejo Irenk di Batam

    ReplyDelete
  5. sekarang usiaku 33 tahun, masih dalam ingatan, sandiwara saur sepuh tahun 80-an adalah sandiwara paling top yang pernah aku dengar di bumi. hiaat, ajian gelang-gelang, ajian serat jiwa, lampah lumpu itulah sebagian ilmu yang dimiliki oleh Brama kumbara hingga akhirnya bertemu dengan ilmu yang sepadam yang dimiliki oleh Biksu Kampala.

    ReplyDelete
  6. waww brama kumbara... gue banget neh. jaman dulu radio masih jarang, sampai numpang ke tempat tetangga. batre pun diirit-irit pake dijemur biar bisa dipake lagi... wakaka...

    ReplyDelete
  7. wahhh inget jaman SD dulu, hiburan terbaik membawa edukasi, cara pandang, cara berpikir yg baik,, rindu bgt suasana jaman dulu,,,,,, bebrbondong-bondong dengerin saur sepuh,, tutur tinular, misteri gunung merapi,, hmmm damai sekalidan asyik bgt,, bener2 legenda tuh niki kosasih ama s. tidjab, membuat karya tokoh-tokohnya hidup

    ReplyDelete
  8. suaranya khas banget... love all his drama radio even cm tau sebagian aja. :)

    ReplyDelete
  9. mas gabung di fb sandiwara saur sepuh dong..
    http://www.facebook.com/pages/Sandiwara-Radio-Saur-Sepuh/53718352678

    ReplyDelete
  10. kapan ya ada drama radio brama kumbara lagi lanjutan yang dulu menggantung. darah biru, perjalanan berdarah, singgasana berdarah, banjir darah di bubat, sengketa tanah leluhur, satria madangkara dll

    ReplyDelete
  11. Akulah Tokoh Brama Kumbara Yang Sesungguhnya yang ... Sebelum Kisah ku ini di angkat kedalam buku cerita ... Para penulis nya telah berkonsultasi dulu dengan saya ... ketika saya masih kecil .... Saya Bukan Aktor , atau orang yang cuma bisa mengaku ngaku sebagai Brama Kumbara ... tapi Sayalah Tokoh Brama Kumbara yang Sesunggunya .. saya ada dan saya Bukan lah LEGENDA

    ReplyDelete
  12. musuhnya brama Gardika......

    ReplyDelete
  13. Coba keluarkan ajian serat jiwa.
    Aku akan mengeluarkan ajian rong rong, karena aku raden samba

    ReplyDelete
  14. mbok diputer lg sandiwara radionya,aku kangen akan ceritanya,,ato ada mp3 nya didvd atau vcd yang langsung bs didengarkan,

    ReplyDelete
  15. di yasika fm 95.4 fm jogja tiap jam 4 sore tutur tinular diputar saudara saudara....

    ReplyDelete
  16. di kediri di Pamenang FM 97,9 ada juga looh Tutur Tinularr..
    ngupingi sandiwara radio sambil kerja, hehehehe...

    ReplyDelete
  17. Heru Issantosa6:50 PM, May 17, 2012

    crita tutur tinular sngguh sngt mnghipnotis pndengarny..qt sprti dbwa ke jaman kerajaan2 dlu..bner2 amazing bgt..

    ReplyDelete
  18. aku kepingin sekali mendengar sandiwara radio saur sepuh yg dulu soalnya yg sempt aq dengar dulu it hanya episode diatas langit ad langit, dimana Garnis bertarung dgn Lasmini krn menyelamatkan ibunya yg diculik Lasmini...
    Awal2 aq tdk dengar alx waktu it tdk punya radio pdhl aq penggemar sandiwara radio.

    ReplyDelete
  19. Sehari bisa 4x putar dengan cerita yang sama di beda radio. Tapi tetap aja aku setia mendengarkan. Terutama saat Laksmini genit :D

    ReplyDelete
  20. saur sepuh adalah sandiwara favoritku....bahkan hingga kini g kan pernah lupa....andai ada cd spy bs mndengarkan kmbali....alangkah senangnya...penghilang stress...

    ReplyDelete
  21. wedew...jadi ingat Patih Gutawa, dimarahin Mantili terus.... maklum, Si Pedang Setan....hahaha...
    Sandiwara radio yg tak pernah kulupakan, Saur Sepuh...

    ReplyDelete
  22. Assalamu''alaikum wr wb...? pak sy rubi dari kota Malang, dengan segala hormat mohon di muat sandiwara radio saur sepuh nya dong agar saya dan teman2 tuna netra bisa men download serial nya, karna saya hanya ingin mengenang masa kejayaan sandiwara radio yg dulu pernah jaya di udara. terima kasih

    ReplyDelete
  23. Met malem pak? kalau bpk tdk keberatan tolong share sj sandiwara radio saur sepuh mulai sepisode ke 1 sampai tamat dong ......, ke email rubi.yanto700@gmail.com dan terima kasih

    ReplyDelete
  24. mohon share sandiwara radio saur sepuh mulai sepisode ke 1 sampai ., ke email pujakesuma007@gmail.com dan terima kasih


    ReplyDelete