
"Jangan sepelekan paduan suara anak. Suara anak-anak, yang dilatih dengan baik dan benar, tak ubahnya suara malaikat."
Begitu antara lain pesan para guru Sekolah Minggu di gereja Katolik dan Protestan.
Sayang, di Indonesia, belum banyak orang yang menaruh perhatian serius pada paduan suara anak. Bicara paduan suara alias kor alias choir hampir pasti bicara SATB: sopran, alto, tenor, bas. Dan itu berarti paduan suara orang dewasa.
Kalaupun ada paduan suara anak, biasanya ya cuma ada di sekolah dasar (SD). Itu pun dengan latihan sekadarnya. Vokal anak tidak dibentuk dengan baik. Apalagi, guru-guru SD kita tidak semuanya paham seni suara. Tidak semuanya bisa membaca notasi angka atau notasi balok.
Karena itu, kita di Indonesia jarang sekali menikmati paduan suara anak. Di Surabaya, misalnya, belum ada konser paduan suara anak. Sebab, memang tidak ada paduan suara anak yang dibina secara serius. Syukurlah, kita punya seorang pastor bernama Antonius Soetanta SJ.
Romo yang lahir di Semarang, 23 Agustus 1938, ini sejak 1980-an sampai sekarang membina paduan suara anak di kawasan Tanjungpriok, Jakarta. Namanya Paduan Suara ASCENSIO. Romo Soetanta, sapaan akrab Pastor A. Soetanto SJ, melatih, menulis lagu, bikin aransemen, orkestrasi, dan mengurus berbagai keperluan ASCENSIO.
"ASCENSIO itu tempat anak-anak saling belajar. Yang lebih senior mengajar adik-adiknya, sehingga regenerasi bisa berlangsung setiap saat," ujar romo yang belajar musik vokal di Utrecht, Belanda, 1973-77, itu.
Pulang dari Belanda, Romo Soetanta prihatin melihat para pembina paduan suara yang cenderung mengabaikan anak-anak. Belum ada paduan suara anak di Jakarta yang layak dipanggungkan. Ironisnya, itu terjadi di lingkungan gereja yang nota bene hampir setiap hari ada latihan paduan suara.
Namun, pastor yesuit ini tak hanya menggerutu. Dia menciptakan lagu-lagu rohani anak-anak dalam berbagai gaya. Tak hanya berdasar tangga nada mayor dan minor, tapi juga tangga nada yang lain. Biramanya pun tak hanya yang lazim dikenal seperti 2/4, 3/4, 4/4, 6/8, tapi juga yang agak janggal seperti 5/4 dan irama bebas (tanpa birama).
"Saya ingin agar anak-anak dan remaja kita diperkaya dengan apresiasi musik baik tangga nada maupun irama dan birama," ujar Romo Soetanta.
Lagu-lagu karyanya kemudian dimuat di majalah HIDUP, sehingga pada 1980-an hingga 1990-an nama Romo Soetanto dikenal di kalangan umat Katolik seluruh Indonesia. Guru-guru SD di daerah saya, Flores Timur, yang langganan HIDUP, dulu banyak menggunakan lagu-lagu A. Soetanto SJ sebagai bahan ajar.
Nah, kumpulan lagu rohani anak-anak karya Romo Soetanto itu kemudian dibukukan oleh Yamuger (Yayasan Musik Gereja) Jakarta. Judulnya HO... HO... HO... HOSANA. Seluruhnya ada 73 lagu.
"Saya ingin membantu guru-guru agama atau katekis yang kesulitan mencari lagu yang cocok untuk anak-anak," kata pastor yang juga menciptakan banyak lagu misa untuk buku PUJI SYUKUR dan MADAH BAKTI itu.
Kerja keras, ketekunan, dan kesabaran Romo Soetanta akhirnya berbuah manis. Paduan Suara Anak ASCENSIO sudah punya nama di seluruh Indonesia, paling tidak di lingkungan Katoliklah. Anak-anak dari Paroki Xaverius, Tanjungpriok, Jakarta, itu sudah bisa keliling ke berbagai daerah untuk memperdengarkan suara nan merdu.
Konser ASCENSIO di Surabaya beberapa waktu lalu beroleh sambutan meriah. Begitu juga konser di Jogjakarta dan kota-kota lain di Jawa. "Aha, ternyata suara anak-anak itu sangat merdu. Polos, tidak neka-neka, lebih murni. Pantas saja kalau kor anak-anak Wina, Austria, punya reputasi luar biasa di seluruh dunia," ujar seorang kawan, bekas aktivis paduan suara.
Suara anak-anak ASCENSIO pun bisa kita nikmati melalui kaset dan CD yang sudah beredar luas di lingkungan gereja. Pertanyaannya: apakah sudah ada kader-kader guru musik vokal pengganti Romo Soetanta yang sudah berusia 70 tahun? Mengapa kita tidak tergerak untuk mengangkat potensi anak-anak?
Romo Soetanta, terima kasih!
PADUAN SUARA ASCENSIO
e-mail: psascensio@yahoo.com
Gereja St. Fransiskus Xaverius Tanjungpriok Jakarta.

Mohon doa untuk Romo Antonius Soetanta SJ yg saat ini sedang terbaring lemah di RS St. Carolus, Jakarta
ReplyDeletemoga2 pater tanto lekas sembuh dan tetap berbagi kegembiraan dalam paduan suara. terima kasih atas informasi anda.
ReplyDeletePUJI TUHAN
ReplyDeleteSALUTE dan HORMAT Saya buat ROMO SOETANTA serta Syukur kepada TUHAN ALLAH atas TALENTA SENI SUARA yang dialirkan melalui Romo. Semoga kami GENERASI MUDA GEREJA di Seluruh INDONESIA dapat menimba ILMU dan semakin termotivasi dalam memajukan MUSIK GEREJAWI,untuk KEMULIAAN NAMA TUHAN ALLAH.
Semoga ROMO SOETANTA senantiasa disinari Cahaya Surgawi dan diberi kekuatan iman dalam kelemahan tubuh serta SUKACITA yang tak berkesudahan dalam segala keadaan. GOD BLESS YOU ROMO TANTO
Salam kasih dari lubuk hati yg tulus
Maju Terus MUSIK GEREJAWI
WILLJEREMY (Guru/Pelatih Vocal)
di Bintaro Jakarta
willas_littik@yahoo.com
Hai Pak Will Jeremy,
ReplyDeleteTerima kasih atas dukungan dan doa untuk Romo Soetanta yang telah banyak mengembangkan musik rohani di tanah air. Semoga anak-anak didik beliau mampu meneruskan karya besar tersebut.
Pertama-tama saya sampaikan salam untuk Pak Lambertus Hurek yang telah merintis blog yang bagus ini. Saya dulu aktivis P.S. St. Caecilia Katedral Jakarta 1964-1988, sangat dekat dengan Romo Tanto, saya jadi teringat ketika aktif bersama kawan-kawan terutama mas FX. Daryanto menyelenggarakan konser Natal 1987 didalam Gereja Katedral Jakarta yang waktu itu penuh sesak dengan pengunjung, harga tiket masuk waktu itu hanya Rp 2.500,- Acaranya antara lain di-isi oleh PS. St. Caecila, PS. Ascensio dpp. Romo Tanto, PS. Matraman. Memang benar sekali kata pak Lambertus suara PS. Ascensio benar-benar indah tak ubahnya suara malaikat. Waktu itu PS. Ascensio menyanyikan lagu:
ReplyDelete1. T'lah lahir Putera (A Babe is born I wys)- F. Bainton
2. Berpakaian Putih (La virge a la Creche) - C.Fanck
3. Gott ist mein Hirt - F. Schubert, yang ini dinyanyikan dalam bhs. Jerman dengan lancar oleh anak-anak SD.
O ya, bagaimana keadaan Romo Tanto sekarang? Salam hormat saya kepada beliau.
Hendra Rayana
Luar biasa karya2 Romo Tanto. Selama bertahun2 dinyanyikan di gereja. Mudah2an budi baik romo dibalas oleh Bapa di Surga.
ReplyDeletesalam damai
Pak Hendra Rayana, terima kasih atas apresiasi Bapak atas blog ini. Apa masih aktif di paduan suara? Semoga tetap semangat membina anak-anak muda Indonesia yang sebenarnya punya bakat seni suara yang luar biasa.
ReplyDeleteSaya sendiri kurang tahu kondisi Romo Tanto sekarang karena beliau di Jakarta, saya di Surabaya. Salam damai juga.
Berkah Dalem.
Terima kasih kepada Bp. Lambertus atas adanya Blog ini. Saya juga sampaikan salam hormat saya kepada Yth. Romo Tanto, maaf, boleh saya bertanya apakah beliau sudah sembuh? Saya sangat terkesan dengan jiwa pelayanan beliau kepada paduan suara, khususnya PS anak2 dan juga musik. Email: leo_boedi@yahoo.com
ReplyDeleteRomo Soetanto...We All miss you..(Salam hangat & kasih untuk Beliau yang telah membimbing saya selama di Koor Ascensio... God Bless You Romo..
ReplyDeleteTerima kasih juga untuk Lambertus yang telah memuat Blog mengenai Romo Soetanto. Beliau memang tokoh yang sangat kita kagumi untuk Karya2nya yang luar biasa.
Salam Kasih,
Maria
Saya senang sekali membaca blog ini, kebetulan saya salah satu alumni dari ascencio. terima kasih juga atas bimbingan yang telah Romo Tanto berikan.
ReplyDeleteUntuk Informasi sekarang ini Romo Tanto sehat2 saja kebetulan saya sekarang ini juga satu paroki lagi dengan beliau di Paroki St. Servatius Kampung Sawah, Pondok Gede
Dan Beliau juga masih giat membawa anak-anak dari kampung sawah untuk latihan di Tanjung Priok.
Salam Damai