24 February 2009

La Nosta TVRI Jawa Timur



Asyik juga menyaksikan secara langsung LA NOSTA di TVRI Jawa Timur [dulu TVRI Surabaya], Ahad (22/2/2009). Ini program musik nostalgia yang disiarkan secara langsung dari studio besar TVRI di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya.

Acara macam ini selalu ramai. Bapak-bapak, ibu-ibu, om dan tante, juga beberapa anak muda, selalu memenuhi studio. Sebagian penonton ternyata bs-bos besar, pemilik pabrik, manajer atas... Singkatnya, mereka orang-orang penting di Surabaya dan Jawa Timur umumnya.

"Rasanya jadi muda lagi. Seperti kembali ke 30-an tahun lalu ketika saya sama bapaknya anak-anak baru kenalan," ujar Tante Ratih dari Surabaya. "Lagu-lagu lama itu tidak akan lekang oleh zaman. Melodinya bertahan dari masa ke masa," timpal pengusaha Tionghoa yang lain lagi.

Seperti biasa, malam itu LA NOSTA diiringi Casino Band. Grup ini sejak 1970-an sudah malang melintang di berbagai tempat hiburan. Mereka tidak bikin album, tapi spesialis mengiringi penyanyi mana saja. Mau lagu macam apa, pop 50-an, 60-an, jazz, fusion, melayu, keroncong, campursari, disco... Casino Band tak kesulitan.

Yang membuat saya geleng-geleng kepala, grup pimpinan Pak Juhari ini bisa menirukan lagu-lagu apa saja sesuai dengan aslinya. Intro, beat, sound, hingga cara menyanyi diusahakan sama persis. "Itu tuntutan band yang mengiringi berbagai karakter penyanyi," kata Pak Juhari.

Lantas, bagaimana Anda dan kawan-kawan harus menghafal ribuan judul lagu dari masa ke masa?

Bagi Juhari dan kawan-kawan, ini persoalan sederhana. Karena kerjanya main musik, ya, semuanya mengalir begitu saja. Koleksi lagu betambah dari tahun ke tahun. Dan, tanpa terasa, mereka bisa memainkannya dengan baik. Termasuk lagu-lagu band dan penyanyi zaman internet ini.

"Musik pop itu sederhana kok. Siapa saja bisa main," kata Pak Juhari.

Pak Slamet, 68 tahun, sudah 40 tahun bekerja sebagai advokat. Tukang bela perkara orang. Badannya gemuk, kelebihan lemak, tak ada potongan artis. Saya sempat heran kok berani-beraninya Pak Slamet mau menyanyi secara live di TVRI Jawa Timur? Nekat banget sih?

Tapi, setelah Pak Slamet membunyikan satu frase [kalimat lagu], saya terkagum-kagum dengan suaranya. Empuk, enak, tak kalah dengan penyanyi profesional. Pak Slamet membawakan lagu Rest Your Love on Me [Bee Gees]. Anak-anak kampung di Flores pada 1980-an lebih mengenal lagu ini dengan refrein:

"Kau dan aku bersama
mengarungi lautan
samudra cinta...."

Kalau tak salah, versi Indonesia lagu ini dipopulerkan Kembar Group [Alex dan Yakob]. Sudah minta izin Bee Gees dan penerbitnya apa belum ya? Yang pasti, sebelum 1985 Indonesia tidak mengenal apa yang disebut HAK CIPTA.

Lagu-lagu artis dunia yang populer direkam begitu saja, dijual secara terang-terangan, dan 'dilindungi' oleh negara. Kita, orang Indonesia, bahkan tidak tahu bahwa lagu-lagu atau karya musik itu pakai HAK CIPTA, royalti, dan sebagainya.

Berbeda dengan ZONA 80 di Metro TV, yang hanya menampilkan lagu-lagu populer pada 1980 hingga 1989, LA NOSTA ini tidak pakai batasan tahun. Pokoknya lagu tahun berapa saja, pokoknya lawas, ditampilkan. Dus, lebih banyak pilihan. Lebih banyak corak.

Selain Rest Your Love, malam itu ada lagu macam Killing Me Softly (dinyanyikan Asti), Mengapa Kau Menangis (Eddy Jackson, pakai baca, tidak hafal teks), Untuk Sebuah Nama (Shirley Olivia). Yang nyanyi memang penyanyi-penyanyi lokal, bahkan orang biasa yang hobi nyanyi. Ini penting karena setahu saya bujet TVRI Jatim memang pas-pasan. Hehehe....

UNTUK SEBUAH NAMA ini ciptaan Pance F. Pondaag, dipopulerkan Meriam Bellina. Sangat terkenal di Flores pada 1980-an hingga sekarang.

ku pejam mata ini
di kebisuan malam
oh, mimpi bawalah dia
dalam tidurku

untuk sebuah nama
rindu tak pernah pudar
oh mimpi di mana dia
dambaan hati

REFREIN

biarlah hanya di dalam mimpi
kita saling melepaskan rindu
biarlah hanya di dalam mimpi
kucumbui bayangan dirimu

kau satu segalanya bagiku
di antara berjuta di sana
kau saja belahan jiwa ini
tak ingin yang lain di sisiku

No comments:

Post a Comment