
Benih iman Katolik di Jawa mulai tumbuh sekitar awal abad ke-18. Pada 31 Oktober 1807 dua pastor dikirim dari Belanda ke tanah air, yang waktu itu masih bernama Hindia Belanda. Tiga misionaris perintis itu Romo Lambertus Prinsen dan Romo Jacobus Nellissen. Kemudian disusul Romo Henricus Waandres dan Romo Philipus Wedding.
Oleh LAMBERTUS HUREK
Romo Henricus Waandres dan Romo Philipus Wedding ditugaskan di Surabaya. Namun, tak lama kemudian Romo Wedding ditugaskan di Batavia (Jakarta). Meskipun sendirian, Romo Waandres berhasil mendirikan gereja kecil pertama di Surabaya. Sekarang dikenal dengan Gereja Kepanjen. Perlahan-lahan, umat Katolik semakin bertambah meski waktu itu hampir tidak ada penduduk asli (bumiputra).
Orang Surabaya itu dinamis, egaliter, solidaritas tinggi. Karakter itu mewarnai perjalanan Gereja Katolik di Surabaya. Jemaatnya multikultur dengan tiga etnis dominan: Jawa, Tionghoa, Flores. Tiga etnis ini semakin mewarnai perjalanan gereja lebih-lebih sejak 1970-an sampai sekarang.
Banyaknya etnis dan budaya di gereja membuat tata liturgi di Surabaya pun bersifat multietnis. Tidak homogen seperti di Flores atau Jogjakarta yang sarat dengan liturgi bernuansa Jawa. Etnis Tionghoa, karena direpresi selama Orde Baru (1966-1998), tak banyak mewarnai liturgi meski sangat dominan dalam kepengurusan dan donasi gereja.
Meski berada di Jawa, Gereja Katolik di Surabaya tidak mengikuti perayaan ekaristi dalam bahasa dan budaya Jawa. Sebab, orang Surabaya memang TIDAK berbahasa krama inggil sebagaimana umat Katolik di Jogjakarta dan Jawa Tengah (Keuskupan Semarang). Kalaupun dipaksakan menggunakan bahasa Jawa, jemaat berlatar Tionghoa, Flores, Batak, Dayak, Papua... dipastikan tidak paham.
Yah, mau tak mau, Gereja Katolik di Surabaya senantiasa dibangun atas dasar multietnis. Jawa gak Jawa, Flores gak Flores, Tionghoa gak Tionghoa.... Inilah asyiknya Gereja Katolik di Surabaya, termasuk Sidoarjo dan Gresik.
"Aku ini asli Surabaya, orang tua asli Surabaya, tapi gak iso misa pake bahasa Jawa. Harus bahasa Indonesia," kata Fransiskus Kartono, umat Katolik di kawasan Ketintang, Paroki Wonokromo.
Saat ini sebagian besar paroki di Kota Surabaya dilayani romo-romo praja atau imam diosesan. Uskupnya, Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono, pun aslinya imam diosesan, asli Tanjungperak, Surabaya. Selain itu, ada dua kongregasi imam yang melayani gereja-gereja di Surabaya, yakni Konregasi Misi (CM) serta Serikat Sabda Allah (SVD).
Berikut nama-nama gereja paroki di Kota Surabaya. Tidak termasuk di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.
1. PAROKI KELAHIRAN SANTA PERAWAN MARIA
Jalan Kepanjen 6

Gereja Katolik pertama di Surabaya. Tonggak awal perkembangan Gereja Katolik di Surabaya dan Jawa Timur. Pada 12 Juli 1810 Pastor Hendricus Waanders dan Pastor Philipus Wedding mendarat di Surabaya. Romo Wedding kemudian ditugaskan ke Batavia, sedangkan Romo Waanders tetap di Surabaya.
Dia mendirikan rumah sekaligus kapel (gereja kecil) di Jalan Gatotan. Pada 10 Maret 1811 kali pertama Romo Waanders membaptis orang di Surabaya. Pada 1815 Stasi Surabaya--waktu itu di Indonesia ada lima stasi--dijadikan Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria. Gedung gereja pertama rusak dan sekarang tak ada lagi. Adapun gereja yang di Jalan Kepanjen 6 sekarang adalah pengganti gereja lama.
Gereja Kepanjen atau Kelsapa (Kelahiran Santa Perawan Maria) tertua merupakan Gereja Katolik tertua di Kota Surabaya.
2. PAROKI HATI KUDUS YESUS (KATEDRAL)
Jalan Polisi Istimewa 15

Pada 1859 dua imam Yesuit kali pertama berkarya di Surabaya. Yakni Romo Martinus van den Ellsen Sj dan Romo JB Palinckx SJ yang didukung bruder-bruder Aloysius. Pada 27 April 1914 sudah ada persiapan, penggalangan dana untuk pembangunan gereja, tapi belum ada kata sepakat gereja akan dibangun. Akhirnya, ditetapkan di Anita Boulevard dan Boschlaan, sekarang Jalan Polisi Istimewa.
Peletakan batu pertama oleh Romo Fleerakkers SJ. Desain gedung oleh Ed Cypres Bureau dengan denah berbentuk persegi panjang dan konstruksi bentuk basilika dibangun oleh arsitek Huswit-Fermont. Gereja berkapasitas 900 orang itu dibekati Mgr Edmundus Sybrandus Luypen SJ pada 21 Juli 1921. Umat Katolik saat itu 2.000 orang.
Pada 8 Desember 1987 dibangun Gua Maria di samping gereja. Ini gagasan Romo Reksosubroto yang waktu itu menjabat pastor paroki.
Sebagai "gerejanya uskup", Gereja HKY selalu menjadi rujukan umat Katolik di Jawa Timur. Hampir tiap hari umat dari berbagai paroki, bahkan luar provinsi, melangsungkan pernikahan di sini. "Pokoknya, kalau untuk urusan mantenan gak ada yang bisa nandingi HKY," ujar Romo Eko Budi Susilo, kepala paroki ini, kepada saya. Hehehe...
3. PAROKI KRISTUS RAJA
Jalan Residen Sudirman 3
Pada 1929 Monsinyur Th de Backere CM menggagas pembangunan gereja ketiga di Surabaya. Dia kemudian menyewa rumah di Ambengan 45 dan membeli sebidang tanah di kompleks gereja sekarang. Monsinyur menugaskan Romo G. Ter Veer CM untuk merealisasikan gereja baru.
Pada 1930, bersamaan dengan perayaan hari jadi Ratu Wilhelmina, gereja ini resmi berdiri. Pada 1933 dibangun pastoran dan pada 1938 gedung Taman Kanak-Kanak Santa Theresia. Karena umat semakin banyak, pada 1953 gereja diperluas (renovasi). Gedung gereja baru ini diberkati oleh Mgr JAM Klooster CM pada 1957.
4. PAROKI SANTO VINCENTIUS A PAULO
Jalan Widodaren 15
Paroki ini erat kaitannya dengan Panti Asuhan Don Bisco yang telah eksis sejak 1935. Pengasuh saat itu Romo J. Zoetmilder yang melayani ekaristi di kapel panti asuhan.
Pada 1947 Romo J. Haest CM ditugaskan mempersiapkan gereja baru di kawasan Sawahan. Peletakan baru pertama pada 1 Juli 1951 oleh Mgr Verhoeks CM. Gereja diresmikan pada 16 Desember 1951. Adapun dewan paroki baru terbentuk pada 1967.
5. GEREJA SANTO MIKAEL
Jalan Tanjung Sadari 49 Tanjungperak
Mula-mula gereja ini merupakan bagian dari Paroki Kepanjen. Gereja dibangun pada 1947 untuk melayani jemaat di kawasan Tanjungperak atau Surabaya Utara. Pada 9 Desember 1959 angin taufan menghancurkan gereja ini.
Pada 1960 dibangun gereja baru yang bertahan sampai sekarang. Pada 1 Januari 1961 Stasi Perak dinaikkan statusnya sebagai Paroki Santo Mikael Perak. Paroki ini semakin berkembang dengan masuknya suster-suster Putri Reinha Rosari (PRR) dari Larantuka, Flores Timur.
6. GEREJA SANTO YOHANES PEMANDI
Jalan Gadung 15 Wonokromo
Dibangun sejalan dengan perkembangan Kota Surabaya yang mengarah ke selatan. Pada 1959 Romo AA Hadi Sudarso beroleh tanah seluas 2.250 meter persegi di Jalan Gadung dengan RSAL Ramelan. Peletakan batu pertama pada 13 Agustus 1961. Gereja diberkati oleh Mgr Johanes Klooster CM pada 17 Desember 1961.
Pada 22 April 1970 pengelolaan paroki diserahkan dari romo-romo CM ke SVD dengan kepala paroki Romo Johanes Heijne SVD. Pembangunan pastoran, balai paroki, pagar, dilakukan pada Juli 1973 dan diberkati oleh Mgr Klooster pada 24 Maret 1974. Pada 6 Mei 1994 mendapat izin renovasi gereja dari pemerintah kota Surabaya. Selesai 3 Maret 1996 dan diresmikan Mgr Johanes Hadiwikarta.
7. GEREJA SANTA MARIA TAK BERCELA
Jalan Ngagel Madya 1

Penggalian fondasi mulai dilakukan pada 9 April 1968. Bertepatan dengan pesta nama Santa Maria Tak Becela, 8 Desember 1968, gereja baru diberkati oleh Mgr Klooster CM. Masih berstatus stasi di bawah Paroki Hati Kudus Yesus. Stasi dinaikkan statusnya sebagai paroki pada 9 April 1969.
8. GEREJA SANTO YUSUF
Jalan Mastrip Kebraon I/1 Karangpilang
PADUAN SUARA PAROKI KARANGPILANG: Cukup beprestasi, dibina pemusik asal Flores; Bung Wempie dan Bung Siprianus.
Cikal bakalnya dirintis oleh Tan Tjing Swie yang datang ke Sepanjang dengan sepeda pancal untuk menghimpun umat. Pada 12 Oktober 1969 umat akhirnya memiliki gereja sendiri di Karangpilang yang diresmikan Mgr Klooster, Uskup Surabaya.
Pada Agustus 1979 dibentuk panitia pembangunan gereja yang lebih besar karena umat terus berkembang. Baru pada 19 Maret 1991 stasi ini resmi menjadi paroki baru di perbatasan Surabaya-Sidoarjo.
9. GEREJA SANTO ALOYSIUS GONZAGA
Jalan Satelit Indah I, Kav HN-1

Pada akhir 1970-an mulai muncul perumahan-perumahan baru di kawasan Darmo Permai, Darmo Satelit Town, Darmo Grande. Banyak pula umat Katolik yang tinggal di real estat tersebut. Paroki Hati Kudus Yesus (Katedral) kemudian membentuk Wilayah VII untuk melayani umat di permukiman baru.
Pada 5 Juni 1986 Paroki Aloysius Gonzaga resmi berdiri di Surabaya. Paroki ini berkembang pesat. Menjelang jatuhnya rezim Orde Baru, paroki ini aktif menjalin komunikasi dengan umat agama-agama lain, khususnya Islam. Komunitas lintas agama hidup subur di Paroki Algonz, sebutan populer Paroki Aloysius Gonzaga.
10. GEREJA GEMBALA YANG BAIK
Jalan Jemur Andayani X/14

Awalnya masuk wilayah Paroki Yohanes Pemandi, Wonokromo. Romo Heijne SVD berusaha membangun gereja baru untuk menampung jemaat yang terus berkembang di parokinya. Setelah mengurus izin--prosesnya panjang banget--pada 6 Agustus 1981 mulai dilakukan peletakan batu pertama oleh Romo Heijne.
Pada 14 September 1982 Uskup Surabaya Mgr Klooster CM memberkati gereja ini. Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Moehadji Widjaja.
11. GEREJA MARINUS YOHANES
Jalan Memet Sastrowiryo I Kenjeran
Tadinya kawasan ini hanyalah tanah kosong dan sawah. Pada 1962 TNI Angkatan Laut mulai membangun rumah dinas AL dan di antara ada sejumlah keluarga Katolik. Mereka menjadi cikal bakal paroki ini. Pada 1971 dibangun gedung serbaguna sebagai tempat petemuan dan misa kudus.
Gereja baru dibangun pada 1980-an dan diberkati Mgr Dibjokarjono pada 28 Agustus 1983. Akhir 1986 dimulai usaha membangun gereja baru lagi berbentuk joglo yang diberkati pada 13 Maret 1990 oleh Mgr Hadiwikarta, pengganti Mgr Dibjokarjono. Umat semakin banyak sehingga Kenjeran layak punya paroki sendiri.
Pada 25 Oktober 1996 Mgr Hadiwikarta meresmikan Paroki Marinus Yohanes sebagai paroki baru di Keuskupan Surabaya.
12. PAROKI REDEMPTOR MUNDI
Dukuh Kupang Barat I/7
Mula-mula merupakan bagian dari Paroki Hati Kudus Yesus (Katedral). Umat menggunakan poliklinik dan Balai Kesehatan Ibu-Anak sebagai tempat ibadat. Karena umat makin banyak, timbul keinginan memiliki gereja sendiri yang representatif.
Pada 1979 Mgr. Dibjokarjono membeli tanah milik Pemkot Surabaya seluas 2.000 meter persegi di Pakis Tirtosari. Pada 30 Agustus 1987 dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja oleh Romo Reksosuboto CM, waktu itu pastor paroki HKY.
Lima tahun kemudian, 20 Juni 1992, Gereja Redemptor Mundi diresmikan Wali Kota Surabaya Purnomo Kasidi dan diberkati oleh Mgr. Dibjokarjono. Pada 24 November 1996 diresmikan menjadi paroki oleh Mgr. Hadiwikarta, pengganti Mgr. Dibjokarjono.
Gereja Redemptor Mundi juga melayani misa berbahasa Inggris, international mass, untuk kalangan eksptariat di Surabaya dan sekitarnya. Paling banyak orang Filipina. "Kami merasa bersyukur karena gereja ini mau mengadakan misa bahasa Inggris," kata Carmelito Sagrado, konsul Filipina, kepada saya.
13. GEREJA SANTO STEFANUS
Jalan Manukan Rukun 23-25 Tandes
Dirintis pada 1980-an oleh Yosef Tukan, asal Flores Timur, bersama beberapa keluarga Katolik di kawasan Tandes. Mereka membentuk persekutuan doa. Jemaat perintis ini kemudian bergabung dengan Paroki Hati Kudus (Katedral), Kring G Wilayah II.
Dalam perkembangannya, Stasi Stefanus dialihkan ke Paroki Aloysius Gonzaga. Pada 26 Desember 1998 Mgr Hadiwikarta meresmikan Paroki Stefanus sebagai paroki baru di Keuskupan Surabaya.
14. PAROKI SAKRAMEN MAHAKUDUS
Jalan Pagesangan Baru, samping Masjid Al Akbar

Gereja ini mendapat kehormatan istimewa karena diresmikan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000. Bersamaan dengan peresmian Masjid Al Akbar Surabaya. "Mungkin baru kali ini ada presiden Republik Indonesia yang meresmikan gereja dan memberikan kata sambutan sangat menarik," kata saya dalam hati saat mendengar pidato Gus Dur. Waktu itu saya termasuk umat paroki ini.
Sebagai pemekaran Paroki Yohanes Pemandi dan Paroki Gembala Yang Baik, paroki ini dibangun berkat kerja keras Romo Johanes Heijne SVD (sekarang almarhum). Proses peizinan panjang dan berliku, tapi beres berkat kebijaksanaan Cak Narto, wali kota saat itu.
Pada 7 Januari 2001 diresmikan sebagai paroki oleh Mgr. Hadiwikarta. Pastor paroki pertamanya, Romo Sonny Keraf SVD, romo asal Lamalera, Flores Timur. Lagi-lagi orang Flores mendapat kepercayaan di kota sebesar Surabaya.
15. PAROKI SANTO YAKOBUS
Perumahan Citraland
Berdiri di permukiman elite Citraland, Surabaya Barat, sebagai pemekaran Paroki Aloysius Gonzaga di Jalan Satelit. Pembangunan gereja mulus-mulus saja karena didukung umat yang mapan ekonomi. Penguhasa real estat, termasuk Sutoto Yakobus, bos Citraland, ikut aktif dalam proses pembangunan gereja dan perintisan paroki baru.
Gereja dengan aksesoris klasik dan mahal ini diresmikan pada 25 Juli 2006 oleh Wali Kota Surabaya Bambang DH dan diberkati oleh Uskup Agung Jakarta Julius Kardinal Darmaatmadja SJ. Mengapa Uskup Jakarta? Sebab, pada saat itu Keuskupan Surabaya menghadapi "takhta lowong" setelah Mgr Hadiwikarta meninggal dunia pada 13 Desember 2003.
Tak lama setelah peresmian, pada malam Natal 2006 Stasi Aloysius Gonzaga diresmikan sebagai paroki baru oleh Romo Julius Harjanto CM, administrator Keuskupan Surabaya. Mungkin Paroki Yakobus merupakan satu-satunya paroki diberkati oleh uskup luar dengan perayaan yang paling meriah dan diberitakan besar-besaran di berbagai surat kabar Surabaya.
16. PAROKI MARIA RATU PENCINTA DAMAI
Pogot Baru
Mula-mula hanya stasi kecil di pinggiran kota, bagian dari Paroki Kristus Raja. Jemaat yang sedikit itu berkembang sehingga dirasa perlu ada rumah ibadat atau kapel di Pogot. Pada 25 Januari 1981 gereja ini diberkati Mgr Klooster CM dengan status Stasi Maria Ratu Pencinta Damai.
Ketika Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono dilantik sebagai Uskup Surabaya pada 29 Juni 2007, tiga stasi yang sudah lama dipersiapkan menjadi paroki segera menikmati status sebagai paroki mandiri. Tiga stasi itu adalah Stasi Pogot, Stasi Juanda (Sidoarjo), dan Stasi Roh Kudus (Rungkut). Maka, pada 2007 itulah Stasi Pogot resmi menjadi paroki baru di Keuskupan Surabaya.
17. GEREJA ROH KUDUS
Perumahan Puri Mas Rungkut

Merupakan pengembangan Paroki Gembala Yang Baik, Jemur Andayani. Dilayani oleh romo-romo Serikat Sabda Allah atau SVD. Saat ini pastor parokinya, Romo Gregorius Kaha SVD, pastor asal Flores Timur.
Diresmikan sebagai paroki pada 11 Mei 2008 oleh Mgr Vincentius Sutikno sebagai paroki ke-41 di Keuskupan Surabaya. Gereja ini dilayani imam-imam SVD sehingga suasana gereja dan liturgi cukup kental bernuansa Flores.
"Kami ingin melayani umat dengan lebih baik, lebih mendengarkan masukan dan keluhan mereka. Ini paroki di kota besar sehingga pendekatan pastoralnya pun beda dengan di kota kecil, apalagi pedesaan," kata Romo Gregorius Kaha SVD kepada saya.

thanks banget, artikel ini sangat informatif. tapi kok gak ada paroki salib suci ya?
ReplyDeletejohn sugianto
Oh ya, John, Paroki Salib Suci itu di Wisma Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Jadi, gak masuk daftar gereja Katolik di Surabaya.
ReplyDeleteDi Sidoarjo saat ini (2009) ada tiga paroki: Paroki Salib Suci Waru, Paroki Santo Paulus Jalan Raya Juanda, dan Paroki Santa Maria Annuntiata Jalan Majapahit Sidoarjo. Di Krian juga ada kapel, tapi masih darurat.
Terima kasih.
Coba setiap gereja dikasih fotonya kan lebih asyik
ReplyDeleteIya, maunya sih negitu, tapi banyak foto saya yang rusak. Saya belum sempat keliling untuk sekadar jepret-jepret bangunan gereja. Pastilah, pelan-pelan saya lengkapi foto-foto gereja itu. Salam damai.
ReplyDeleteinfo yang berguna nie.. slama saya kuliah di surabaya ampe semester yang ke 5 ini,saya cuma datang ke 2 gereja aja untuk misa. yaitu gereja Kristus Raja dan Santa Maria Tak Bernoda. dengan info ini referensi buat 'jalan-jalan' ke gereja lain jadi tambah banyak nie!! hehehehe....
ReplyDeleteoh iya,aq punya blog yg ada hubungannya ama gereja nie.. sementara ini sinya tentang kisah hidup santo-santa kita!! boleh numpang ngelink ya?!
salam kenal
albertus
http://permana1988.wordpress.com
kok saya tidak melihat gereja salib suci tropodo, apa ada ya ?
ReplyDeleteSudah dijawab di atas. Gereja Salib Suci, Wisma Tropodo, ada di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Maka, saya tidak masukkan di daftar gereja-gereja Katolik di Kota Surabaya.
ReplyDeleteBegitu juga paroki saya, Paroki Santo Paulus, Juanda, masuk Sidoarjo. Paroki Salib Suci itu paroki induk saya dulu lho. Cerita tentang Paroki Salib Suci bisa anda baca di
http://hurek.blogspot.com/2007/05/pater-heijne-dan-gereja-waru.html
thanks atas info gereja2 yang ada di surabaya
ReplyDeletejadi nambah pengetahuan nih.
tp apakah gereja2 tersebut ga ada alamat websitenya?
ada lagi yang belum masuk Bung.... Kapel RKZ Jl. Kutei 43, Surabaya
ReplyDeletepermisi pak, saya mau tanya gereja katolik di daerah Tunjungan Plaza Sby tu dmn ya?
ReplyDeleteada gak kira2?
trims
Anastasia, pertanyaanmu kurang tepat. Seharusnya: daerah Tunjungan Plaza (TP) itu masuk wilayah paroki apa?
ReplyDeleteYang terdekat di sekitar TP, menurut saya, Gereja Paroki Vincentius a Paulo di Sawahan. Masuk lewat Kedungdoro. Atau, sekalian ke Gereja HKY (Katedral) di Jalan Polisi Istimewa.
Salam damai.
boleh tanya, kalo pastor paroki Gereja Salib Suci, Wisma Tropodo, Waru itu siapa yah ?
ReplyDeletethanks.
Paroki Ratu Pencinta Damai baru saja merayakan HUT lho... Liput dong,sekalian lengkapi foto gereja pogot. Thx b4. GBU.
ReplyDeleteOke, kapan-kapan saya mampir ke Pogot. Sudah lama gak ke sana. Salam.
ReplyDeletePak Lambertus, mohon tanya. Kalau mau ke Gereja Roh Kudus ancer-ancernya bagaimana ya? Saya baru di Surabaya.
ReplyDeleteKira-kira dari Panjang Jiwo masih jauh nggak?
Dari Panjangjiwo ke Rungkut, Paroki RK, sangat dekat. Kurang dari 3 km. Sampean meluncur ke arah Rungkut Industri, di pertigaan lurus aja, jalan dekat kali, ke Perumahan YKP.
ReplyDeleteSampailah anda di dekat kampus UPN Veteran. Di sampingnya ada Perumahan Puri Mas. Di situlah gereja RK berada. Kompleks Puri Mas. Tanya tukang becak pasti tahu. Salam.
Mas, bagus infonya.
ReplyDeleteBlognya juga....
Apalagi mngenai cerita2 ttg Flores. Sedikit menjawab keingin tahuan saya ttg umat Katolik di sana. Bisa dijadikan satu artikel tersendiri tuh...
Salam kenal yaa..
Dear Lambertus,
ReplyDeleteKalo boleh kasih saran, bisa ditambah peta lokasi menuju tiap-tiap gereja nya. Karena siapa tahu lagi di daerah yg bukan Paroki sendiri trus kita pengen ikut Misa di daerah tsb jd sdkt bingung lho? Contoh sy dr Roh Kudus kebetulan ada kerjaan di daerah PTC trus pengin ikut Misa di Citra Land, kan kalo ada peta lokasi jd bisa mempercepat ke lokasi & ga telat.
Thanks & Best Regards
HPESOY
mw tnya nih..
ReplyDeletegereja yang dekat dengan univ. petra apa ya?
bingung nih cari gereja ^^..
Salam Kasih Dalam Tuhan Kita Yesus Kristus,
ReplyDeleteSya mw tanya nih mas Lambert, sya baru saja dipindah tugaskan di Surabaya tepatnya di Menanggal. Paroki yang terdekat dari Menanggal apa ya mas? Mohon informasinya.
Trims.
Sugeng rawuh...
ReplyDeleteJelas Paroki SMK (Sakramen Mahakudus) Pagesangan. Menanggal itu sangat dekat dengan Gereja SMK. Semoga sukses dan betah di Surabaya.
Berkah Dalem
UK Petra di Siwalankerto dekat dengan Gereja Gembala Yang Baik. Juga dekat Gereja SMK Pagesangan dan Gereja Yopen (Yohanes Pemandi) di Wonokromo.
ReplyDeleteDominus Vobiscum... Salam Damai Sejahtera...
ReplyDeletemohon bantuan data calon pengantin SMS ke 085.63036.852,
email: maritocomptech@ymail.com
Data ini akan digunakan untuk keperluan pemasaran produk dokumentasi saja...
marito comptech -wedding videography surabaya-
T. 03170253852, H. 08563036852
see our advs. at :
www.jasa-pernikahan.blogspot.com -
Terima kasih... God Bless Us...
Selamat Pagi, Mohon tanya apakah anda punya nama nama Pastor yg berada di gereja Widodaren? Terima kasih banyak sebelumnya
ReplyDeletesaya lagi tour gereja paroki surabaya,sidoardjo dan gresik.Menarik sekali dan fun.Contoh Pogot masuk keluar keuangan di tempel di papan pengumuman,kantin jual daging gukguk.Plan 9 gereja dengan Novena Roh Kudus sampai tanggal 11 June.Different people,character,slightly different ritual,song,smell.
ReplyDeletezip deh jadi tahu sejarah
ReplyDeleteParoki Santo Mikael Perak Surabaya punya gedung dan gua Maria yg menawan. Sekarang dilayani oleh romo2 SDB (Salesian Don Bosco). Silahkan kunjungi paroki kami
ReplyDeleteHallo, salam kenal. Sy akan melanjutkan studi S3 di PPS UNESA jl Ketintang, sayangnya blm pernah ke Srby. Ingin info sekolah dan gereja Katolik yang dekat kampus krn sy berencana memboyong anak-anak selama studi, sekaligus kalau ada info rumah kontrakan dekat sekolah dan gereja tsb. Ada yang bisa membantu?
ReplyDeleteSugeng rawuh mbak sisca. Kebetulan dulu saya kos dekat ketintang, wilayah paroki yohanes pemandi wonokromo. Gerejanya persis di depan RSAL Dr Ramelan. Orang yg nonkatolik hampir pasti tidak tahu lokasi gereja yopem (singkatan pop yohanes pemandi). Maka kalau mau ke gereja minta turun depan RSAL dan anda akan ketemu gereja besar. Romonya ada dua: Romo kris kia anen svd dan romo silas wayan svd. Yopen ini termasuk paroki yang digembala imam2 kongregasi serikat sabda allah atau svd.
DeleteSoal informasi rumah kontrakan, kulo mboten ngertos. Salam.
Untuk FT: jl yos sudarso itu kawasan gardenpalace hotel. gereja katolik terdekat KATEDRAL HKY di jalan polisi istimewa dekat perempatan raya darmo dan dr sutomo. gereja paling terkenal di surabaya sehingga kemungkinan besar banyak orang tahu. good luck!
ReplyDelete