14 January 2009

Diet Golongan Darah O versi Adamo



Hari ini berat badan saya 75 kilogram, tinggi masih tetap 170 cm. Menurut rumus umum, berat badan ideal saya tentulah 63 kg. Artinya, saya sudah kelebihan berat badan sekitar 10 kg.

Saya pun bertekad menurunkan berat badan dengan olahraga dan... coba-coba diet. Pada awal tahun 2009 saya membeli buku DIET SEHAT GOLONGAN DARAH O (darah saya memang O) karangan Dr. Peter J. D'Adamo. Buku ini kabarnya laris manis, best seller, diterbitkan di Indonesia oleh Kelompok Gramedia.

Apa yang menarik dari diet golongan darah versi Peter J. D'Adamo?

Dokter asal USA ini membongkar habis semua teori diet yang kita kenal. Paling tidak untuk golongan darah O. Bagaimana tidak? Kami, yang bergolongan O, diminta untuk makan DAGING sebanyak-banyaknya. Makanan hewani hendaknya jadi menu utama.

"Golongan darah O berkembang baik dengan protein hewani," tulis Peter J. D'Adamo. "Semakin berat pekerjaan dan olahraga Anda, semakin tinggi pula protein hewani yang harus Anda makan," tambahnya.

Wah, saya langsung ragu-ragu dengan teori Peter J. D'Adamo. Sebab, selama ini para pakar kesehatan dan gizi menganggap daging sebagai penyebab kenaikan berat badan, sumber macam-macam penyakit. Para vegetarian punya seribu satu teori untuk menolak daging. Kata pakar-pakar kita, daging itu penyumbang lemak jahat dalam tubuh.

Kok kami, golongan darah O, disuruh melahap daging manasuka?

"Peter J. D'Adamo iku dokter gendeng. Orang disuruh makan daging sebanyak-banyaknya itu gak masuk akal. Teorinya nyeleneh," ujar Sutanto, teman Tionghoa Buddhis yang vegetarian.

"Jangan diikuti diet golongan darah kayak gitu. Ntar badan sampean tambah melar, gak akan bisa kurus," tambah sang teman sambil tertawa-tawa.

Dia berkeras bahwa vegetarian itu paling bagus untuk manusia. Dia juga sok tahu dengan mengutip Perjanjian Lama, khususnya Kitab Kejadian. "Untuk makananmu Kuberikan kepadamu segala jenis tumbuhan yang menghasilkan biji-bijian dan buah-buahan," Kejadian 1:29.

Teman lain, jemaat Gereja Advent Hari Ketujuh, yang memang menganut ajaran vegetarian, pun menentang keras teori Peter J. D'Adamo. Dia juga bersikeras bahwa daging merupakan makanan paling buruk untuk manusia. "Segera tinggalkan daging," tegasnya.

Kembali ke diet golongan darah O. Peter J. D'Adamo melarang konsumsi segala jenis makanan berbahan gandum atau terigu. Roti, mi, jajanan yang hampir semuanya dari terigu, harus ditolak. Kenapa?

"Produk gandum merupakan penyebab utama dari penambahan berat badan orang bergolongan darah O. Metabolisme yang tidak efisien menyebabkan makanan lebih lambat diubah menjadi energi dan akhirnya tersimpan sebagai lemak," tulis Peter J. D'Adamo, halaman 28.

Kalau yang ini, gandum, saya bisa menerima. Paling tidak saya tidak boleh lagi cangkrukan sambil makan mi buatan Mas Arif di kawasan Bandara Juanda (hampir) setiap malam. Jajan-jajan macam roti, kue-kue, cokelat... wajib disetop. Saya setuju!!!

Tapi ada lagi yang menurut saya kntroversial. Yakni, larangan makan JAGUNG baik jagung muda, nasi jagung, tepung jagung, dan semua makanan berbahan jagung. Apa tidak salah ini Peter J. D'Adamo?

Saya menolak teori larangan makan JAGUNG. Kenapa? Bukankah orang-orang di kampung halaman saya, Flores Timur, masih banyak yang mengandalkan jagung sebagai makanan pokok? Sebagian penduduk Madura juga makan jagung. Warga Bondowoso di pedalaman kayak Curahdamai, tempat saya KKN dulu, makan jagung pula.

Orang-orang desa di Flores bahkan jarang makan nasi (beras). Toh, badan mereka ramping-ramping, kurus, nyaris seperti manusia kurang gizi. Orang Flores pasti ada yang berdarah O macam saya dan ribuan orang lain. Maka, berdasarkan teori akal sehatnya Dahlan Iskan, bos Grup Jawa Pos, saya menolak pantangan jagung sebagaimana diajarkan Peter J. D'Adamo. Tidak masuk akal!

Larangan minum kopi saya terima. Larangan mengonsumsi kelapa, hehehe, saya tolak. Sebab, saya kebetulan punya kebun kelapa meski tidak luas di kampung halaman.

Begitulah. Kalau mau jujur, masalah berat badan di kota-kota, menurut saya, tidak ada hubungan dengan makan gandum, makan jagung, minum kopi, makan/minum kelapa... sebagaimana diteorikan Peter J. D'Adamo. badan kita jadi gemuk karena kurang olah gerak.

Kelebihan kalori karena pembakaran kalori sangat sedikit. Kita makan terlalu banyak, hanya untuk memuaskan selera. Beda dengan orang-orang kampung di Trawas, Pujon, Trenggalek, Kalibawang, atau Flores yang tidak pernah risau dengan berat badannya.

"Peter J. D'Adamo iku dokter gendeng," kata teman saya.

55 comments:

  1. tapi bukunya kan laku jutaan copy. dia jd kaya raya.

    ReplyDelete
  2. JANGAN NAIF , DOKTER INI SEBELUM MENCETUSKAN TEORINYA JUGA SUDAH MELAKUKAN RISET BERTAHUN2 , FACT BANYAK JUGA YANG MENGANUT TEORI INI DAN BERHASIL , YANG PENTING DIINGAT BUKU INI TIDAK HANYA BERURUSAN DENGAN MENGECILKAN BADAN MELULU , TAPI ADA INFORMASI PENTING JIKA ANDA INGIN TUBUH YANG SEHAT , MAKA ANDA JUGA HARUS MEMPERHATIKAN ASUPAN NUTRISI APA YANG ANDA KONSUMSI DAN EFEKNYA BAGI TUBUH ANDA .ps : PELAJARI SEKALI LAGI , DAN JIKA ANDA BELUM PUAS SILAHKAN ADAKAN PENELITIAN DAN KEMUKAKAN TEORI ANDA

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas tanggapan kawan-kawan baik yang pro maupun kontra. Demokrasilah. Kita punya pendapat sendiri-sendiri.

    Untuk yang ANONIM terakhir, silakan cari di Google pendapat kritis tentang diet golongan darah. Salah satunya di

    http://www.rockymountainnews.com/news/2008/Apr/01/blood-type-diet-is-bloody-absurd/

    Saya kutip sebagian:

    Blood-type diet is bloody absurd
    By Andrew Weil
    Published April 1, 2008 at 12:05 a.m.

    Question: I'm considering the Eat Right 4 Your Type diet. Do you think it is worthwhile?

    Answer: Eat Right 4 Your Type was a book first published in 1996, and it must have been a pretty big hit with readers because it's still around, though the theory behind it has no scientific credibility.

    The author, Peter D'Adamo, is a naturopathic physician who claims his research shows that to lose weight successfully you have to eat the way your prehistoric ancestors did - based on blood type.

    For example, he writes that if you have type O blood, you are a descendant of carnivorous hunters and should eat a lot of meat but avoid grains and beans. If your prehistoric ancestors had type A, they were vegetarian farmers, and you should eat accordingly.

    This is nonsense. I know of no evidence suggesting that prehistoric people ate diets related to their blood types. The studies D'Adamo cites have been published only by him and not in any scientific journals. By the way, dogs and other animals have blood types similar to those of humans. It would come as unwelcome news to some dogs that they should be vegetarians.

    Once you get past the gimmicks to evaluate D'Adamo's instructions, you'll see that the "blood type" diets he recommends have this in common: All are low in calories. If you take in fewer calories than you're accustomed to eating, you'll lose weight regardless of the source of the calories and no matter what your blood type happens to be.

    If you really want to lose weight, forget the gimmicks and concentrate on eating less and exercising more. It works every time.

    BACA JUGA:
    The "Blood Type Diet": Fact or Fiction? di

    http://www.veg.ca/content/view/128/110/

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  4. Tambahan artikel dari KOMPAS:
    Diet Golongan Darah Belum Teruji

    Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/16/21105017/diet.golongan.darah.belum.teruji

    Hati-hati jika Anda menjalani diet berdasar golongan darah. Karena ternyata diet yang banyak dibincangkan banyak orang belakangan ini, ternyata belum teruji secara klinis.Menurut Ahli Gizi Universitas Indonesia (UI) Dr. Elvina Karyadi diet ini banyak diperdebatkan di kalangan ilmuwan karena belum terbukti secara ilmiah.
    "Belum ada penelitian secara ilmiah yang menunjukkan diet ini aman dan efektif. Saya tidak recommended," kata Elvina, usai seminar mencegah keputihan, di Taman Sari Spa, Jakarta, Selasa (16/9/2008). Memang, saat ini diet berdasar golongan darah banyak dibicarakan dalam milis dan buku-buku dan banyak orang yang menyatakan sukses dalam menjalani diet tersebut. Namun, ternyata diet ini belum terbukti secara ilmiah..

    ReplyDelete
  5. Waa...komentar nya seru ya mas Hurek? :)

    Saya belum baca bukunya, jadi gak bisa komentar banyak, tapi rasanya kutipan ini: "If your prehistoric ancestors had type A, they were vegetarian farmers, and you should eat accordingly" rada sulit dilihat logikanya. :P

    Kalau saya mah gampang kira2nya...kalau jalan jauh (di sini kan ke mana2 jalan kaki mas) sudah mulai berasa berat, nah berarti sudah waktu nya mengurangi sedikit asupan.

    Yg penting adalah makan secukupnya, dan seimbang ya? Yin Yang. Cooling and Heaty (ini istilah penduduk sini). Roti mi masi boleh dimakan dong mas, tapi cari yg whole grain gitu, yg masi ada seratnya.

    Oya...olahraga juga penting ya, nah ini yg biasanya orang rada susah memulainya...ehm...ehm...pengalaman pribadi ini.

    ReplyDelete
  6. hehehe... aq juga bingung dg diet gol darah. yg penting kita ambel yg baek2 aja.

    ReplyDelete
  7. Iya Mbak Dyah, yang hebat dari Singapura adalah habit jalan kaki dan naik kendaraan umum. Orang terbiasa jalan kaki 5-7 km per hari, dan ternyata sangat nyaman.

    Jadi, meskipun orang Singapura suka makan enak, tidak ada masalah dengan berat badan. Selamat olahraga.

    ReplyDelete
  8. saya salah satu yang terpengaruh sihirnya Peter J D'Adamo...cuma karena golongan darah saya A, daging2an malah gak boleh. Kebetulan juga memang bukan penyuka aneka daging2an kecuali daging ayam itupun gak sering2. Sebetulnya biang kerok berat badan kecuali malas olah raga adalah kurang minum air putih dan terlalu banyak mengkonsumi makanan yang mengandung gula. Karbohidrat juga banyak gulanya lho! kalau mau bobot sedang2 saja ya mudah....perbanyak makan sayuran, lauk murah meriah seperti tempe tahu dan makan buah2an. Dijamin berat badan akan tetap stabil. Ini berlaku untuk semua golongan darah...boleh percaya, boleh tidak :) salam!

    ReplyDelete
  9. Selamat sukses menjalani diet golongan darah A. Advis untuk A dari Tuan D'Adamo memang bagus banget, masuk akal. Kalau darah O ini yang beta rasa rada nyeleneh.

    Terima kasih atas pesan Mbak Elyani. Harus banyak minum air putih dan kurangi GULA. Salam tahun kerbau.

    ReplyDelete
  10. duh....
    kayanya ga banget deh diet pake golongan darah segala...
    makan teratur dengan menu seimbang udah cukup kali...
    aku sebagai salah satu ahli gizi ga tertarik buat baca buku itu, karena menurut aku diet ga bisa ditentukan ama yg namanya golongan darah...
    by the way setiap orang bolehkan punya pendapat jadi pendapat aku seh ga deh...
    diet yang normal aza, kalo mau diet sehat kunjungin ahlinya...
    oke...
    by: vie

    ReplyDelete
  11. cukup di ambil mn yg kita perlukan karena yg tahu kondisi tubuh kita adl kita sendiri.
    diet gol darah itu hanya sebagai masukan atau inspirasi.

    diet itu berhasil atau tidak semuanya adl masalah pikiran. oleh karena itu, sugesti kepada diri sendiri juga sangat perlu untuk mendukung lancarnya diet yg dijalani.

    yg penting makan teratur, olah raga jg teratur & istirahat yg cukup serta banyak minum air putih ^^

    ReplyDelete
  12. yah namanya aja cari duit dg jualan buku...

    ReplyDelete
  13. jadi gmn dong??? cara diet mana yg harus sy jalani??bingung deh...olahraga aja deh..

    ReplyDelete
  14. kalau nggak kegemukan ya nggak usah diet. nggak usah mengusahan apapun, nggak usah baca buku. gitu aja kok repot hehehe..

    ReplyDelete
  15. Halo...sebenarya pola makan sesuai gol darah adalah benar...walaupun belum di akui secara internasional...kenapa? Wajar saja...karena tujuan utama penerapan pola makan golongan darah adalah menuju kepada pengaturan pola terhadap makanan alami.

    Namun, mengapa banyak orang selalu gagal setelah membaca buku nya dan mencoba sendiri ? jawaban:
    1.Terlalu sulit untuk memilih dan menyiapkan secara tepat dan benar makanan yang seharusnya di sajikan sesuai dengan buku gol darah.
    2.Kesibukan yang cukup tinggi untuk org yang bekerja di kota2 besar sehingga harus 'lunch n dinnerpun' di luar rumah...boro2 sehat malah menambah racun ke dalam tubuh

    Kami Easyphamax telah memiliki solusi untuk teman2, tanpa harus merubah pola makan yang sudah ada. Logika kerja produk kami :
    1. Melakukan dtox u/membuang racun yang masuk ke dalam tubuh. Jika makan di luar akan menambah racun, namun dengan dtox gol darah maka akan membuang racun tersebut.
    2.Nutrisi gol darah, setelah racun terus menerus dibuang, maka langkah selanjutnya adalah menambah nutrisi yang tepat sesuai gol darah ke dalam tubuh.

    Dengan demikian hasilnya pasti sangat terasa. Produk kami telah di setujui dan di dukung oleh salah seorang penulis buku terkenal tentang gol darah.Pasien jauh lebih mudah n cepat mendapatkan hasil treatment dokternya setelah terlebih dahulu melakukan proses dtox gol darah dari produk kami.

    Silahkan cek info lanjut di
    http://easyphamaxindonesia.multiply.com

    Tx.

    ReplyDelete
  16. memang benar..
    selama kita masih mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar, lemak hanya akan dijadikan cadangan tenaga. secara imliah, diet tinggi protein lebih ilmiah!

    ReplyDelete
  17. wah.... komentarnya selalu pro dan kontra.... :D

    kalo menurut saya sih, mau ikut pake pola ataupun tidak itu gimana orangnya saja.... Yang pasti, penulis buku itu memiliki ilmu yg bersangkutan dengan hal ini dan sudah melakukan riset terhadap apa yang ia tulis (semoga). Dan dibalik itu juga, saya yakin ada niat baik dari penulis untuk kita semua, yaitu menjaga pola makan kita. Selain itu, ia juga mungkin ingin berbagi ilmu dan informasi yang ia miliki kepada dunia (selain dari mencari uang juga... :D).

    So, gak masalah untuk rekan-rekan yang tidak mengikuti seperti yang ada dalam buku itu. Lagian juga dari menu masakannya (saya jg ada bukunya), tidak semuanya mudah untuk dibuat (terutama nyari bahannya), terlebih lagi untuk mereka yang hidupnya dalam kekurangan....

    Terakhir, cuma mau ngingetin.... Pro dan Kontra akan selalu ada dalam setiap hal.... Kita harus bijak menghadapinya.... :)

    @ yang punya Blog... Salam kenal Kang dari mas-Wahyu.... :D kalo sempet, mampir ya....

    ReplyDelete
  18. ah ga kok, menurut aku smua yg dia blg masuk akal kok.
    yg dia maksudkan kan org dg gol drh O lbh gampang mencerna makanan yg mengandung protein drpd karbohidrat.

    n aku sndiri gol drh O stuju tuh. mnurut aku its the right diet type for mee...

    ReplyDelete
  19. aq juga ikut diet golongan darah...awalnya juga rada2 gak percaya...tapi setelah dijalani mgkn ada hubungannya antara gol darah ama makanan yg kita konsumsi...
    dulu berat badan 69 kg dgn tb cuma 150 cm n kolestrol sempat diatas 200 padahal aq gak pernah makan daging sapi atau kambing paling sering makan dada ayam...makan sayur juga sering sayur bayam plus jagung...paling suka makan jagung rebus n kacang2an...ternyata semua itu malah bikin gemuk untuk orang yang bergolongan darah B kayak aq...
    sejak agustus 2009 aq mulai jalanin diet golongan darah B biarpun gak 100 %, tapi yang pasti ayam, gandum, kacang tanah, wijen n jagung yang bikin gemuk kuhindari...sekarang lumayanlah berat badanku udah turun jadi 59 kg n cenderung stabil...padahal aq olah raga cuma 2x seminggu...
    ya kayaknya gak ada salahnya kok dicoba...toh gak rugi2 amat...kalau untuk gol darah O emang paling bagus konsumsi daging2an tapi yang pasti tanpa lemak...

    ReplyDelete
  20. kadang orang salah mengartikan diet. Diet itu tidak hanya untuk menurunkan berat badan atau agar tidak gemuk, tapi diet juga mengenai sehat dan seimbang.

    kadang ada orang yang kurus pun bisa terkena kolesterol maupun diabetes, tidak menjamin hanya yang gemuk saja.

    Oleh karena itu diet golongan darah adalah acuan untuk menjadi sehat dan seimbang, mencocokan jenis makanan yang sekiranya sehat untuk jenis golongan darah kita.

    ReplyDelete
  21. aq mah seneng2 ja tuh... tapi gada salahnya dicoba kan.. nti klo emg gak terbukti,bru bisa kasih komentar lagi..
    oke cui

    ReplyDelete
  22. kebetulan aq bergolongan darah O.dari SMP uda jalanin diet.waktu itu belum tau tentang diet golongan darah,waktu SMA ada saudara yang kasih saran bwt diet gol. darah,kebetulan saudara saya gol. darahnya juga O jadi aq sama2 jalanin diet.selama jalanin diet, berat badan turun, meskipun sesekali makan makanan yang dipantang (porsi sedikit, cuma obat pengen aja), tapi sejak kuliah gabisa jalanin diet lagi, maklum jauh dari ortu n makanan paling cepet saji cuma,roti,mie,susu n sereal, yg semua itu termasuk pantangan, alhasil badan jadi melaaaar, jadi inget, waktu SMP aq taunya diet itu kurangin makan berlemak n nasi,diganti dgn roti/mie/pasta,susu (makanan yg di pantang),badan mlh tmbh gendut,setelah baca buku diet gol darah,jadi sadar kalau selama ini makanan yg aq makan yg dipantang semua,malah menghindari yg dianjurin.

    by: hanny

    ReplyDelete
  23. aku siy pny buku ny tp blm di praktekin,,,,,,,
    jd ga tw de gmn hasilny,,,,
    hihihihi

    ReplyDelete
  24. saya juga mempraktekan diet golongan darah. darah saya o dan sukses. padahal sebelumnya udah coba semua diet dan olahraga


    yustin

    ReplyDelete
  25. aneh...
    toh gw nyantai2 aj...dah kebukti kok

    maksudnya makan daging sebanyak2nya ntu adalah kita boleh makan daging tapi tidak disertai dengan nasi/sereal/kentang atau yang sifatnya mengandung karbohidrat tinggi.

    tapi itu semua tergantung niat adjah..

    ReplyDelete
  26. setuju sama yang di atas (dikha_adjah), makan daging boleh2 aja, asal ga barengan makananan berkarbohidrat tinggi sperti nasi.

    Di diet Garam&Nasi yang dianjurkan dokter juga, menu tiap hari nya masi ada daging ko', cuma tu daging gak digoreng,ga dikasi garam dan gak dimakan bareng nasi aja

    - tambahan info -

    ReplyDelete
  27. sudah ada yg nyoba dan sukses. memang gak semua org bisa. yg penting percaya dulu. kalo gak percaya ya gak akan bisa diet dg cara apa pun. aq sendiri gak pernah diet. makan apa aja, yg penting olahraga.

    ReplyDelete
  28. Eh bang,udah dpraktekn blm bukuny,dari bahasany kayany blm dicoba kan dietny. Coba dulu dunk,jd komen nya enak. Kasian kan yang buat buku disalah2n gitu. Padahal qt jg blm tentu bnr. Pizzz..

    ReplyDelete
  29. hm....pro dan kontra emang wajar. kebetulan gw baru baca bukunya. dan kebetulan gw jg mahasiswa kedokteran. secara logika ilmiah sih bisa diterima apa yg ditulis dalam bukunya. sebenarnya yg menjadi masalah adalah bagaimana kita memahami isi buku itu. coba lah dilihat dari sudut pandang yg berbeda. rasanya sah2 sj klo dianjurkan makan daging. dalam bukunya tidak menyarankan makan daging berlebihan. tp konsumsi daging yang dimaksud adalah untuk mengganti suplay energi yang tidak didapat dr makanan yang dipantangkan.

    ReplyDelete
  30. benar... logika ilmiah diet golongan darah memang bisa diterima, tergantung sudut pandang dan penafsirannya. Saya juga bergolongan darah O, saya paling takut gemuk jadi dari dulu saya selalu menjaga berat badan saya di angka tertentu dengan sebisa mungkin menghindari daging tapi kepala sering pusing dan hilang kosentrasi...ternyata golongan darah O cenderung bertekanan darah rendah dan mengenai yang ditulis dalam buku golongan darah O memiliki kadar asam lambung tinggi juga tepat, kalau saya banyak makan sayuran hasrat untuk balas dendam untuk makan makanan lain tinggi sekali. kalau saya sarapan sereal dan susu efeknya langsung terasa, ukuran perut saya menjadi bertamabah. Tapi tentunya semua makanan yang berlebihan akan memicu kegemukan.

    ReplyDelete
  31. Vivit Teknik UNMUL10:28 AM, April 14, 2010

    Saya juga memiliki goldar O...telah menjalani diet berdasarkan goldar O...

    Menjauhi pantangan utk goldar & mengkonsumsi makanan yg disarankan utk goldar saya..

    Percaya ga percaya...berat saya yg smula 65 kg..sekarang turun menjadi 45 kg..
    Badan juga lebih fit,ga gampang sakit...

    Boleh aza makan daging, asal tidak berlebihan..OK..

    ReplyDelete
  32. Saya termasuk yg respek dengan D'Gol-O, cuma ta coba2 yang saya mampu lakukan dulu tak konsm Jagung, kentang, pare, kol, bunga kol, cumi, semangka, melon (suka banget makanan ini dan tentunturunannya jg
    >>> hasilnya untuk Tukak Lambung yg sudah jd brain nya daku, tanpa terasa setelah sy jalani 2-3bulan dan saat menyadari sudah selama itu, sy coba tes ta' cobanya sedikit makan @ tsb diatas dalam waktu/hari yang berbeda walhasil malamnya perut saya kembung, pusing ampuuun.
    entah lah secara medis apa mmemang demikian.
    (urutan kekerasan. Jagung, kentang,Kolnbunga melonnsemangka ini bukan pake test- just felling aja, oke)
    >>> soal berat badan , ini yg belom berhasil kali antara asupan n keluarannya belum ter mng, rada-rada hoream joging-nya
    >>> so, kata sayamah di komun-O pun reaksi akan berbeda, yang tau kita sendiri kan, kita yg tau sejarah kita sendiri
    >>>bg sy minimal dah gak perlu lagi nyiapin POLYSILANE
    >>> Saran sih akan lebih cantik dan bijak klo tidak pake kata menghardik, mencela dkk
    >>> tarareng-Q alias haturnuhun, wass

    ReplyDelete
  33. hehehe... namanya aja usaha. ya, selalu dicari2 metode yg tepat agar bisa berhasil. dari buku itu diceritakan kalo byk org sukses diet gol darah O.

    ReplyDelete
  34. Sebelum tahu makanan diet golongan darah O sy pernah puasa 3 hari mkn kentang sj krn mau merit, wlwpun lemas tp berhasil turun 10 kg, dari 57 kg menjadi 47 kg dlm 3 bln. saya puasa 3 hari berturut2 dlm 1 bln. dan puasa senin-kamis.sebenarnya pusing jg sich diet golongan darah banyak makanan kesukaanku yg dilarang.

    ReplyDelete
  35. sebenarnya apapun jenis golongan darah kita dan apapun jenis dietnya bisa berhasil pa tidaknya itu tergantung dari manusianya sendiri kok. contoh paling gampang saat kita sakit ( apapun itu ), satu orang dgn yg laen belum tentu cocok dgn 1 jenis obat wlo sakitnya sama.

    bgtu juga diet golongan darah, meski sama jenis golongan darahnya, 1 org dgn org laen yg sama jenis golongan darahnya belum tentu hasilnya sama, karena masih byk faktor yg mempengaruhi keduanya, gtu. so...lebih bijak berhati2 dalam menjalankan diet, klo berhasil ya syukur tapi klo ga jgn lgsung nyalahin teori yg anda praktekan...okey?!

    krn diet itu kan cuma hasil pemikiran manusia yg ga sempurna, jd klo hasilnya ga sempurna ( ada yg cocok ada yg ga ) ya kita hrs memakluminya donk?! he3

    ReplyDelete
  36. aku pernah jalanin diet golongan darah O beberapa tahun yang lalu ....dan sukses banget, kulit jadi bersih banget dan badan jadi ramping. tapi sekarang buat mulai lagi, kok susah ya? sejak nikah ma orang betawi, jadi doyan nasi uduk ma kebuli. nasi goreng sih sampe sekarang belum pernah bisa makan banyak, intinya............niat dan disiplin

    ReplyDelete
  37. saya mau numpang comment juga. yang saya tau, diet golongan darah itu bukan semata-mata buat "mengecilkan" ato melangsingkan tubuh. tapi buat menyehatkan tubuh. sari-sari makanan kan bakal diserap sama darah, nah makanan yang baik yang cocok buat darah kita itu apa aja. kan pasti setiap makanan bakal bereaksi sama darah itu, ada yang bereaksi baik, biasa aja, dan ada juga yang bereaksi buruk. gitu #CMIIW

    ReplyDelete
  38. Selamat pagi,
    Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Bapak Sartono mendampingi Bapak Ketua
    Mahkamah Agung RI dari UI 2004,UGM 1999, Unair 1995

    ReplyDelete
  39. Sekedar info untuk temen2 semua, kebetulan saya punya golongn darah B tinggi badan 170cm, berat 79kg. Perut kembung dan susah BAB. Saya paling suka konsumsi tahu,tempe dan sayur2an.
    Beberapa bulan yg lalu saya beli buku diet golongan darah [B] Dr.Peter J.D'Adamo baru 5 hari ini saya jalani diet nya, ternyata hasil nya sangat memuaskan perut saya tdk kembung lagi BAB sangat lancar, senang sekali rasa nya punya perut langsing. Mudah2an beberapa hari kedepan badan saya semakin sehat.

    ReplyDelete
  40. Sebelum memberikan komentar, sebaiknya teliti terlebih dahulu kebenarannya, bro...

    Untuk golongan darah O, karbohidrat lah yang menyebabkan gemuk. Sedangkan untuk protein justru dianjurkan, agar tubuh kita tidak drop atau lemas. Golongan darah O, tidak ada masalah dengan protein.

    Pada daging dan ikan terdapat protein. Oleh karena itu lah golongan darah o dianjurkan memakan protein, agar saat diet, tubuhnya tidak drop.

    Makan daging yang banyak sehabis berolah raga, bukan berarti makan sebanyak2nya sampai kekenyangan. Tapi tetap dalam batas normal, bro.
    Dan dagingnya pun jgn yang memiliki banyak lemak lebih baik kalau daging itu di steam atau di panggang, karena akan lebih mudah dicerna.

    Saat membaca buku, bersikaplah kritis dan mencari tahu kebenarannya. Jangan hanya menghakimi buku tersebut sebelum kita menganalisisnya.

    ReplyDelete
  41. gw baru search untuk diet goldar O, keluhan saya dilambung, pencernaan, maag, saya dulu lebih suka makan sayur (kol, timun, kentang dll), bersantan dan jarang makan daging. ini masalahnya, kembung mulu, gampang masuk angin, sekarang kena serangan asam lambung tinggi, nah gol darah o ini kan asam lambungnya emang tinggi, jadi harus diperbanyak makan daging bukan banyak sekali, tetapi lebih sering, tidak seperti saya dulu yang seminggu sekali atau sebulan sekali. akibatnya asam lambung yang tinngi kebuang ke lambung dan lambung jadi eror, kalo aku rasakan emang kalo makan roti, biscuit, enak dimulut tp gak enak diperut. emang diet goldar ini bukan untuk menurunkan BB, tetapi lebih membuat tubuh kita ini sesuai asupannya, gak membuang protein dan tak menyimpan racun = sehat (gemuk kurus bukan ukuran diet goldar)

    ReplyDelete
  42. saya golongan darah B dan saya mencoba mengikuti saran dokter J Adamo untuk tidak memakan ayam. hasil yang saya dapatkan saya menjadi jarang lemas lagi. badan saya pun terasa lebih fit. beran badan saya yang tadinya stagnan menjadi bs bertambah atau berkurang sesuai dengan porsi makan saya.

    ReplyDelete
  43. saya bergolongan darah B dan kakak saya golongan darah O. Kami mempunyai Alergi terhadap makanan yg membuat kami gatal2 dan luka2 di tangan dan kaki. Saya memeriksakan diri alergi terhadap apa saja ke rumah sakit asma dan alergi.

    Saya alergi terhadap ayam, jagung, gandum, kacang kedelai, dll..dan yang membuat saya sangat terkejut, saat saya membaca buku dr peter d adamo, makanan2 yg saya tidak bisa makan karena membuat saya alergi SAMA PERSIS dengan makanan2 yg dilarang dikonsumsi di buku dr peter d adamo tersebut!

    hak masing2 untuk percaya atau tidak dengan hasil riset dokter peter tersebut, tapi yg jelas, saya sudah mengalaminya, dan saya mengikuti anjuran buku tersebut bukan untuk menurunkan berat badan saya, tapi untuk kesehatan jangka panjang saya..sekarang karena baru berusia 25 thn, mungkin saya baru menerima efek alergi, dan saya mungkin akan menderita kanker dan penyakit jantung bila saya tidak menjaga pola makan saya sesuai golongan darah saya..

    semoga bisa membuka mata dan pikiran dan dapat bermanfaat bagi kalian semua, just share my experience..

    ReplyDelete
  44. kayaknya gada dech disuruh makan daging sebanyak banyaknya,,
    kan dianjurkan, bukan berarti dikonsumsi setiap hari, dan 3 kali sehari..
    kalo gitu porsinya, ngapain diet segala,,

    ReplyDelete
  45. maksudnya d bolehin makan daging bkn berarti trs mkn dlm porsi banyak....ttp ada aturannya...mksimal lok bwt cewe 1x konsumsi daging tu 140grm...tapi itu murni daging lho y jgn lemak...cz aq jga praktekin tu dietnya (golongan darah q O)....ada hasilnya jga kok...
    tergantung pinter" milih makanan aja sih menurutku

    ReplyDelete
  46. gol darahku B. Aku udah coba diet bbrp bln ini utk tdk makan ayam berlebihan. Eh sekali aku langgar,,,,asmaku langsung kambuh. Akhirnya pilih percaya aja deh. Lebih baik mencegah drpd mengobati. Ya nggak,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  47. helo, gue br nemu artikel ini.
    gue udah 4 tahun ikut diet gol. darah O.
    dan saya mengikuti bukan krn ingin kurus, melainkan ingin sehat.
    dan hasilnya keliatan bgt. orang2 sekeliling juga menyadari dan bbrp mau akhirnya mau ikutan.
    bener tuh bbrp komen diatas, gol. darah O perlu PROTEIN dan kurangin KARBOHIDRAT, tapi bukan berarti ga bisa atau ga boleh makan karbo.
    saya masih makan lah dikit-dikit, nikmatin hidup, tapi porsinya sedikit sekali dibandingan protein yg masuk.
    trus selain badan sehat, ga kerasa bonusnya berat badan sesuai ukuran BMI. stabil terus.
    jangan lupa sisihkan waktu buat oleh raga juga.
    :)

    ReplyDelete
  48. saya ikut diet ini (dan juga olah raga ya.)
    waktu itu di salah satu ada mall ada mesin pengukur BODY AGE, umur saya 34, waktu diukur BODY AGE saya 27. teman kantor yang berumur 26 sewaktu diukur BODY AGE nya 42.
    lumayan kok diikutin diet ini, badan jadi sehat.

    ReplyDelete
  49. Udah 4 bulan diet gol O ternyata berhasil turun 11kg.... Gula darah juga jadi normal.....kolestrol stabil... ya jadi sehat ja.....

    ReplyDelete
  50. ooh, tips seputar Diet Golongan Darah O yah? aku memang lagi cari-cari nih.
    emm, itu cara diet nya makan 3 kali sehari atau bagaimana TS ?? mohon pencerahannya. ^_^ :*

    ReplyDelete
  51. ntah benar ato enggak tapi aku ngikutin diet ini berat badan turun dan gak gampang capek, diet ini gak harus beli buku di internet juga banyak

    ReplyDelete
  52. The blood type diet is based on the belief of naturopath James D'Adamo that one's diet should be determined by one's blood type. Like many self-confident mavericks before him, D'Adamo appealed to intuition for his brainstorm ("over the years, he recognized that each of the 4 blood types thrived on certain foods and physical activities") and anecdotes rather than controlled studies to support the validity of his ideas. His son, also a naturopath, Peter J. D'Adamo (whom the rest of this entry is about) is a fruit that did not fall far from the tree. He has written several books, and travels the world promoting the blood type diet.

    There is no reasonable scientific basis for the claim that blood type should determine one's diet, though Peter claims to have collected "over 1,000 scientific articles on blood types and their correlations to disease, biochemistry, nutrition, and anthropology."* Even so, he's never done a controlled study on blood type diets. Yet, he claims that blood type determines body chemistry to such an extent that those with type A blood should go vegetarian and meditate, those with type O should eliminate grains and do aerobics. He suggests similar unscientific diets for types B and AB.

    ReplyDelete