21 December 2008

Romo Eko Budi Susilo




Menjelang Natal ini, kesibukan Romo Yosef Eko Budi Susilo luar biasa. Setiap hari kepala Paroki hati Kudus Yesus (HKY) alias Katedral Surabaya ini harus mengikuti bakti sosial Natal di berbagai tempat. Belum lagi menangani urusan pastoral rutin di gereja dengan 6.000 lebih jemaat ini.

"Gereja HKY ini unik karena setiap hari mesti ada mantenan. Dan yang mantenan di sini berasal dari mana-mana, bahkan dari luar Jawa Timur," ujar Romo Eko.

Nah, sambil mendengar lagu-lagu pernikahan yang dilantunkan Eliata Choir, tim Radar Surabaya menemui Romo Eko Budi Susilo di ruang tamu Gereja HKY. Berikut petikannya.

Juru Tulis: Lambertus L. Hurek
Juru Foto: Agung Rahmadiansyah


Natal sudah dekat. Apa saja yang dilakukan Paroki HKY untuk menyambut hari istimewa ini?

Seperti biasa, ada dua macam kegiatan. Pertama, perayaan ekaristi (misa) dan, kedua, aksi sosial. Aksi sosial berupa pemberian bantuan sembako sudah dilakukan Kamis lalu. Ada sekitar 200 keluarga kurang mampu yang dapat bantuan. Aksi sosial juga dilakukan umat di enam wilayah paroki kami.

Adapun misa malam Natal nanti akan dilaksanakan tiga kali: pukul 18.00, 21.00, dan 24.00. Petugas-petugas misa, paduan suara, petugas keamanan internal, perlengkapan, sudah kita siapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan aman dan lancar.

Apakah ada semacam pengamanan khusus di lingkungan gereja seperti tahun-tahun lalu?

Iya. Kami berkerja sama dengan Dinas Perhubungan, Polres Surabaya Selatan, Polsek Tegalsari, Pramuka untuk menjaga keamanan selama misa malam Natal. Nanti polisi akan membuka posko khusus di depan gereja. Teman-teman dari Banser NU pun sudah menyatakan keinginan untuk ikut berpartisipasi.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, barang bawaan umat memang akan diperiksa. Apalagi, kita tahu, Amrozi cs kan baru saja dieksekusi. Yah, kita diminta untuk waspada, tapi tidak perlu terlalu khawatir. Wajar-wajar sajalah.

Apa poin penting dalam pesan Natal tahun ini?

Poinnya, berdamailah dengan semua orang. Umat Katolik diajak untuk berdialog dengan semua orang, solidaritas dengan sesama warga negara, khususnya mereka-mereka yang kurang beruntung. Kita tidak bisa menutup mata bahwa sekarang ini masih banyak saudara-saudara kita yang menderita, buruh yang menjadi korban PHK, dan jangan lupa korban lumpur Lapindo. Natal tidak akan ada artinya tanpa solidaritas dengan sesama.

Tahun 2009 ini kan tahun politik. Ada pemilu legislatif, kemudian pemilihan presiden. Sebagai ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Surabaya, apa ada imbauan khusus kepada umat Kristen, khususnya Katolik?

Kita mengimbau umat untuk menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai golput karena akan merugikan kita semua. Semua warga negara harus berpartisipasi dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Tapi kalau melihat pilkada di mana-mana, termasuk pilgub Jatim, golput justru makin banyak.

Betul. Dan itu karena kejenuhan masyarakat setelah melihat tidak ada perubahan. Harga-harga bahan pokok naik, BBM juga naik, meski sekarang turun, tapi tidak banyak menolong masyarakat. Padahal, biaya politik untuk pemilihan itu luar biasa mahalnya.

Pilgub Jatim putaran pertama habis Rp 600 miliar, putaran kedua Rp 257 miliar. Kemudian pilgub ulang di Madura ini saya dengar Rp 15 miliar. Lha, sementara kehidupan mayoritas rakyat kita masih senen-kemis. Ini yang bikin orang mulai apatis dengan politik. Apalagi sekarang ada bisnis politik, industri demokrasi, atau politik dagang sapi.

Ada umat yang jauh lebih tua dari saya mengatakan, kondisi sekarang justru lebih susah ketimbang zaman Jepang. Antre elpiji, antre minyak tanah, di mana-mana. Ini tidak bisa dibiarkan.

Bukankah hal-hal itulah yang mendorong orang menjadi golput?

Tapi golput bukan pilihan yang baik. Kita berprinsip minus mallum saja. Yakni, memilih yang baik dari yang buruk-buruk itu. Sebab, kita ingin makin lama ada perbaikan dalam dunia politik di negara ini. Politik itu sebetulnya baik. Tujuannya bonum commune, kesejahteraan bersama. Tapi, karena kualitas moral politisi kita masih seperti itu, ya, akhirnya politik menjadi tidak menarik di Indonesia. Orang jadi malas dengan politik.

Lantas, apa yang bisa dilakukan para caleg-caleg baru setelah terpilih nanti?

Berpolitiklah secara baik. Politik itu ada etikanya. Harus ada idealisme untuk memperbaiki nasib rakyat. Jangan lagi ada setoran-setoran untuk menggedok undang-undang. Sekarang setelah KPK beraksi, kita akhirnya tahu bahwa sejak dulu ternyata BI (Bank Indonesia) suka menggelontorkan uang miliaran rupiah ke parlemen.

Kita hanya ingatkan para wakil rakyat: ojo gelem disuap. Anggota dewan bikinlah kaukus lintas fraksi. Di situ mereka bisa bersama-sama, yang punya idealisme, melakukan sesuatu yang konkret untuk bonum commune.

Apakah ada semacam 'arahan' untuk memilih partai tertentu kepada umat Katolik pada pemilu mendatang?

Tidak ada. Kita hanya memberikan beberapa kriteria seperti berwawasan kebangsaan, mempertahankan Pancasila dan UUD 1945, negara kesatuan Republik Indonesia, membela kemajemukan. Yang tak kalah penting, partai atau caleg itu harus berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Maka, kita ingin semua caleg punya komitmen seperti itu. Kalau itu tidak dilakukan, rakyat akan semakin jenuh dan apatis.

Selama ini Anda selalu memimpin paroki besar, tapi bisa sangat aktif dalam berbagai organisasi, termasuk lintas agama. Bagaimana ceritanya?

Kebetulan sejak kecil saya memang sangat suka berorganisasi. Mulai SD ikut Pramuka, kemudian ngurus OSIS, pernah jadi ketua senat mahasiswa di Akademi Kateketik. Di STFT (Sekolah Tinggi Widya Sasana) Malang, saya juga jadi pengurus senat mahasiswa, sebagai humas.
Nah, pengalaman berorganisasi itu membuat saya bisa mengenal banyak orang dari berbagai kalangan. Dan, itu saya lakukan sampai sekarang. Yang penting bisa membagi waktu, sehingga tugas utama sebagai pastor paroki tidak terbengkelai.

Lantas, kedekatan dengan kiai-kiai seperti KH Hasyim Muzadi?

Kasus pembakaran gereja-gereja di Situbondo pada 1996 ternyata membawa hikmah. Kita semua tak hanya prihatin, tapi justru bisa bekerja sama lebih erat. Saya bersama Pak Hasyim dan tooh-tokoh agama lain selalu ke mana-mana, bisa berkomunikasi dengan cepat dan efektif. Kalau ada apa-apa di Jatim, kita cukup kirim SMS, dan setelah itu bisa kumpul bareng-bareng.

Kerukunan antarumat beragama di Jatim bahkan menjadi contoh di tingkat nasional. Beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, datang ke sini untuk studi banding. Mereka heran kok para pemuka agama di Jatim bisa guyub, rukun, bisa bekerja sama. Imej yang baik ini harus kita pertahankan.

Ada juga yang mengkritik banyaknya tokoh agama yang terjun ke politik. Atau, misalnya, menjadi tim sukses calon di pilkada.

Benar dan akibatnya agamawan itu tidak netral lagi. Kalau saya masuk PDIP, otomatis saya tidak bisa objektif. Bagaimana dengan umat yang berada di Golkar, Demokrat, PAN, atau partai lain? Maka, Gereja Katolik secara tegas melarang romo-romo masuk politik praktis. Kita belajar dari pengalaman sejarah masa lalu. Kekuatan seorang rohaniwan itu bukan kekuatan politik atau senjata, melainkan kekuatan moral. (*)


Diluruk Panitia Pembangunan Gereja

DI tengah kesibukannya sebagai Pastor Paroki Hati Kudus Yesus (Katedral), Surabaya, dan seabrek aktivitas lintas agama, Romo Eko Budi Susilo tak pernah bosan menuangkan ide-idenya dalam tulisan. Maklum, sejak kecil rohaniwan kelahiran Solo, 4 Juni 1961, ini suka menulis dan berorganisasi.

Romo Eko-lah yang mendirikan beberapa media di lingkungan keuskupan dan paroki di Surabaya. Belum lagi diminta mengisi kolom agama di surat kabar umum. "Saya itu kalau ada uneg-uneg mesti saya salurkan lewat tulisan. Setelah menulis hati ini rasanya plong," ujarnya.

Sebagai orang Jawa tulen, asli Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, Romo Eko juga terbiasa menyampaikan gagasan dalam bahasa Jawa. Tulisan-tulisannya ringan, sarat humor, tapi kadang-kadang nyelekit. Dia tak segan-segan mengkritik umat Katolik yang terobsesi dengan bangunan gereja yang elit, mewah, dihiasai lukisan mahal, hingga sampai mengimpor aksesoris segala. Padahal, di daerah-daerah umat sangat sulit mencari dana hanya sekadar untuk merenovasi gereja.

Akibatnya, "Saya pernah diluruk sekelompok panitia pembangunan gereja karena tulisan saya membuat mereka kebakaran jenggot. Padahal, maksud saya bukan untuk 'membakar jenggot' mereka. Itu hanya uneg-uneg saya setelah melihat persoalan-persoalan yang muncul di sekitar gereja," ujar Romo Eko seraya tersenyum.

Hasil kegemaran menulis ini telah membuahkan empat buku. Yakni, Terampil Berorganisasi (terbit 1999), Hubungan Negara dan Gereja (2002), Menuju Keselarasan Lingkungan (2003), serta Lapindo Beauty Spa (2007). Tulisan-tulisannya memang punya penggemar tersendiri. "Saya juga masih mengisi kolom tetap di majalah Warta Algonz meskipun saya sudah tidak bertugas di Algonz (Paroki Aloysius Gonzaga, Jalan Satelit Surabaya, Red). Nanti akan saya bukukan lagi," kata romo yang suka menulis menjelang deadline itu.




YOSEF EKO BUDI SUSILO

Lahir: Karanganyar, Solo, 4 Juni 1961.
Alamat: Gereja Katedral, Jalan Polisi Istimewa Surabaya.
Pendidikan : Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana, Malang.
Ditahbiskan: 12 Juni 1990

Jabatan:
Pastor Paroki HKY Surabaya.
Komisi Kerasulan Awam, Keuskupan Surabaya.
Ketua Yayasan Lembaga Karya Dharma
Pemimpin Umum Media Keuskupan
Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jatim
Pengurus Forum Lintas Agama
Pengurus Mekar Budaya Jatim

Pewawancara:
Lambertus Hurek, Sunardi Sutanto, Anita Surya, Karina Witantri, Umi Roschicoh, Agung Rahmadiansyah (foto).

11 comments:

  1. salam buat rm eko, semoga tetap sehat dan semangat melayani umat di HKY.

    freddy

    ReplyDelete
  2. Kunjungi kami Paroki Hati Kudus Yesus Tasikmalaya, Jawa Barat di :
    http://paroki-tasikmalaya.blogspot.com/

    ReplyDelete
  3. Salam hangat untuk Romo Eko, semoga selalu diberkati Tuhan dalam tugas nya menjadi pastor paroki di HKY dan sehat selalu. Selamat natal dan tahun baru. Leonardus Yudhistira.

    ReplyDelete
  4. Salam hangat untuk Romo Eko, semoga selalu diberkati Tuhan dalam tugas nya menjadi pastor paroki di HKY dan sehat selalu. Selamat natal dan tahun baru. Leonardus Yudhistira.

    ReplyDelete
  5. perkenalkan saya dari website www.imankatolik.or.id

    bantu sumbang saran dan artikelnya mo,

    mo, klw mau pasang kalender liturgi harian bisa copy code htmlnya mo dan dapat dilihat di http://imankatolikgerejakatolikagamakatolik.blogspot.com/
    Salam dan doa mo,

    ReplyDelete
  6. Salam boeat Rm.Eko.Smg setia dlm panggilan.
    Dr.penggemar dawet Suronatan .AE

    ReplyDelete
  7. Saya ucapkan selamat ultah kelahiran dan ultah imamat 4 juni dq 12 juni,semoga romo tetap sehat dan dan setia pada panggilan.teriring salam dan doa.

    ReplyDelete
  8. Mo,smkin gemuk saja.Jgn lupa tetap jaga stamina,hati-hati ya Mo.abis tadi pagi kulihat Rm.Eko bersama Bp.Uskup & Ibu Nuriyahk Wahid,Rm.tambah gemuk lho...

    Doa dari sahabat,smoga Tuhan selau memberkati rm.Eko B.S

    ReplyDelete
  9. Selamat berkarya,semoga setia dalam panggilan
    dan selamat Pahkah,Tuhan memberkati

    ReplyDelete
  10. Berkah Dalem Romo...

    ReplyDelete