25 November 2008

Siksik Sibatumanikkam, rap ala Batak




Tadi siang, saya mendengar siulan Pak Bambang, pelukis senior di Sidoarjo. Aha, lagu Batak yang tak asing lagi di telinga saya. Siksik Sibatumanikkam. Pak Bambang mengaku suka dengan lagu pendek dan sederhana itu.

Siksik sibatu manikkam
di parjoget sorma di gotam
dinama ngingani
sigambang karjula-jula
sigambang karjula-jula


"Lagu-lagu daerah Batak itu enak-enak. Hidup, dinamis. Cocok untuk mengiringi tarian," kata bekas wartawan itu.

Para aktivis paduan suara, khususnya paduan suara mahasiswa, sedikit banyak tentu pernah menjajal lagu Batak. Paling tidak untuk lomba vocal grup di kampusnya. Biasanya, panitia menjadikan lagu daerah sebagai lagu pilihan atau lagu wajib. Dan salah satu pilihan, ya, si Batumanikam ini.

Apa sebenarnya arti syair Siksik Sibatumanikkam? Pada 1990-an saya menanyakan ini kepada teman saya, Ferdy Sihotang, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember. "Saya sendiri tidak tahu. Kayaknya nggak ada artinya. Hanya sekadar lagu," kata Ferdy yang asli Batak itu.

Saya baru puas setelah membaca tulisan Bapak Nortier Simanungkalit. Dia "bapak paduan suara Indonesia", salah satu komponis lagu-lagu Batak paling berpengaruh di Indonesia. Pria kelahiran Tarutung 17 Desember 1929 ini raja himne, pencipta ratusan himne yang sering dinyanyikan anak-anak sekolah di tanah air. Juga perintis paduan suara mahasiswa di Indonesia.

Pak Kalit (N. Simanungkalit) bilang syair Siksik Sibatumanikkam itu "tidak begitu berarti". "Iramanya berulang-ulang menimbulkan kesan lucu. Lagu rap ini bisa didahului atau pun diakhiri dengan lagu padanan atau lagu rakyat jenaka Batak lainnya," tulis Simanungkalit.

Menurut Pak Kalit, sebelum kita mengenal musik rap dari Amerika Serikat yang baru muncul pada akhir 1970-an, sebenarnya orang Batak sudah kenal musik macam itu sejak permulaan abad ke-20. "Jadi, kalau mau jujur, musik rap itu berasal dari Batak," kata Hakim Tobing, penyanyi dan komposer musik Batak terkemuka, di kesempatan lain.

Bagi teman-teman aktivis paduan suara, nyanyian Siksik Sibatumanikkam ini sangat bagus buat latihan, khususnya sesi pemanasan. Suasana segar akan langsung terasa begitu lagu ini dibawakan sopran, alto, tenor, bas. Bisa nyanyi satu suara dulu (unisono), kemudian dua suara, tiga suara, empat suara.

Nada dasarnya harus berpindah-pindah, dari paling rendah hingga ke tinggi. Saking populernya Siksik Sibatumanikkam, saya melihat banyak grup paduan suara atau grup vokal yang sengaja memasukkan melodi Siksik Sibatumanikkam sebagai intro, interlude, atau coda.

Yang penting, tetap semangat. Horas mejua-jua!

11 comments:

  1. wah, aq dah lama cari naskah lagu si batumanikam, eh baru ketemu sekarang. thx banget ya.

    ReplyDelete
  2. wew, keren. lagu yg bikin keriting lidah:-)

    Salam
    ANTONI PASARIBU
    www.solfegio.wordpress.com

    ReplyDelete
  3. memang kalau grup sekarang pakai choir lantas menjadi sok English ya?

    anyway, saya tidak pernah tahu paduan suara bisa dijadikan suatu artikel, tidak pernha terpikir juga.

    saya sudah baca artikel PSK Surabaya Tempo Dulu. Ide tulisannya kreatif banget.

    Inspirasi nya dari mana ya?

    Sekarang di Jakarta juga ada tempat les Koor untuk anak-anak. Biaya keanggotaan Rp 150.000/bln, namanya JYCY, by Rizal A. Tandrio.

    Salam

    ReplyDelete
  4. Aku juga suka sama ini lagi, saking singkatnya lagu ini, biasanya aku sambung sama lagu ampar ampar pisang.. hahah jauh sekali ya hubungannya, tapi bisa masuk tuh cordnya dalam gitar.. hehehe

    Temanku punya anak yang nggak ngerti bahasa Indonesia, setiap emaknya ngomel. dia bilang kalau emaknya lagi ngeRap ..hehehe

    ReplyDelete
  5. Terima kasih Uly dan Michael dkk sudah menulis komentar.

    Lagu Siksik di era vocal group 1980-an hingga 1990-an sangat populer. Juga sering jadi intro atau interlude atau sekadar bahan latihan vokal saat pemanasan.

    Yang saya tahu, Lilik Sugiarto, dedengkot paduan suara di Jakarta, menjadikan melodi Siksik dalam aransemen paduan suara lagu SIGULEMPONG yang kebetulan sama-sama Batak. Para arranger paduan suara di daerah pun, seperti Mas Endri di Jember, pun melakukannya.

    Digabung dengan AMPAR-AMPAR PISANG ya tetap nyambung... mirip potpouri lagu-lagu Nusantara lah. Horas!!!!

    ReplyDelete
  6. bagus lagu batak yg satu ini.

    ReplyDelete
  7. Hai ulycology,
    Terima kasih banyak atas apresiasi anda. Saya merasa tersanjung membaca salah satu tulisan di blogmu. Salam hormat.

    ReplyDelete
  8. Lanjut Bung Lambertus!

    Horas, Mejuah-juah.

    Patuan Naraja

    ReplyDelete
  9. mana nih partiturnya?
    cuma yg dua baris ini ya?
    tolong dong,,,

    ReplyDelete
  10. Partiturnya kagak ada, silakan nyusun sendiri. Aransemen yang dibuat sendiri pasti jauh lebih bagus untuk paduan suara kita daripada kita menggunakan partitur susunan orang lain yang belum tentu cocok dengan kekuatan penyanyi kita.

    Kecuali komposisi klasik, mau tidak mau harus pakai aransemen dari si komponis. Kalau hanya sekadar lagu pop atau daerah, ya, silakan susun sendiri. Horassssss!

    ReplyDelete