01 December 2008

Malam Kudus Bahasa Jawa

Juru Tulis: Lambertus Hurek




Mendekati bulan Desember, teman-teman banyak yang cari lagu Natal. Tepatnya komposisi SATB (sopran, alto, tenor, bas) untuk paduan suara campuran atawa mixed choir. Blog ini, puji Tuhan, kerap jadi rujukan teman-teman, khususnya yang tinggal di luar negeri.

"Mas, minta partitur MALAM KUDUS bahasa Jawa," begitu e-mail seorang teman di luar negeri.

Kenapa harus bahasa Jawa? Di luar negeri kan banyak partitur paduan suara yang bagus-bagus. Toh, kita yang di Indonesia pun sebenarnya mencontoh kor di Eropa sana. Tapi, begitulah, ketika berada jauh dari kampung halaman baru kita merasakan betapa mahalnya kenangan kecil yang pernah kita alami semasa kecil.

Saya pun kerap "memburu" naskah-naskah aransemen lagu liturgi gaya Flores yang pernah mewarnai hidup saya ketika masih sekolah dasar di Flores Timur. Padahal, dulu kita anggap naskah-naskah sederhana itu tak penting, kampungan, kurang mutu, dan sebagainya.

Kembali ke MALAM KUDUS. Semua orang tahu nyanyian lama karya FX Gruber dan Joseph Mohr ini "lagu wajib" malam Natal. Ratusan, bahkan ribuan lagu Natal tercipta, tapi tak ada yang sekuat SILENT NIGHT. Kenapa ya SILENT NIGHT diterjemahkan menjadi MALAM KUDUS, bukan MALAM SUNYI? Umat Katolik di Flores, yang dulu pakai buku Syukur Kepada Bapa, kemudian Yubilate, malah lebih kenal MALAM SUCI.

Belum ada jawaban memuaskan. Yang pasti, terjemahan lagu-lagu liturgi tidak pernah terjemahan lurus alias harfiah. Lebih tepat saduran atau sekadar merujuk pada naskah asli. Kemudian disesuaikan dengan kata-kata Indonesia, jumlah sku kata, kemudian tekanan musik dan tekanan kata. Hasilnya, yas, seperti yang sudah kita nyanyikan di Indonesia selama puluhan tahun.

Mau MALAM KUDUS, MALAM SUCI, MALAM DAMAI, MALAM SUNYI... toh intinya sama saja. Yakni menceritakan suasana malam ketika Yesus Kristus lahir di Bethlehem, di kandang binatang. Gembala-gembala datang malam-malam, dipandu bintang, memberikan oleh-oleh untuk kanak-kanak Yesus.

Bagaimana pula dengan MALAM KUDUS versi bahasa Jawa? Ini pun variasnya buanyaaak banget macam bahasa Indonesia. Di lingkungan Katolik ada standarnya, yakni di buku KIDUNG ADI, terbitan Pusat Musik Liturgi Jogjakarta. Versi ini selalu dinyanyikan umat Katolik di kawasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Di Jawa Timur pun ada, misalnya, di Puhsarang, Kediri, atau stasi pedalaman Blitar.

Setelah saya teliti--hehehe... kayak peneliti saja--ternyata MALAM KUDUS versi Katolik dan Protestan (Gereja Kristen Jawi Wetan) punya perbedaan lirik yang cukup tajam. GKJW langsung masuk dengan DALU SUCI, terjemahan lurus MALAM KUDUS. Versi Kidung Adi (Katolik) pakai ING RATRI (pada malam itu).

Dari sini saja sudah terlihat bahwa sejak dulu Katolik dan Protestan tidak pernah bekerja sama untuk menyusun buku nyanyian dengan syair yang bisa diterima semua pihak. "Jangankan Katolik dan Protestan, sama-sama Protestan saja sulit kerja sama. GKJW punya sendiri, HKBP sendiri, GKI sendiri, Pentakosta sendiri, Bethany sendiri, Mawar Sharon sendiri, Baptis sendiri, Bala Keselamatan sendiri, Bethel Tabernakel sendiri... Bisa ribuan versi," kata Jakob, teman saya yang Protestan asal Kupang, Nusatenggara Timur.

Okelah, di sini saya hanya bisa menampilkan MALAM KUDUS bahasa Jawa versi PML Jogjakarta (Katolik) dan Gereja Kristen Jawi Wetan (Protestan arus utama). Selamat bernyanyi! "Ing ratri..." eh "Dalu suci"...

5 comments:

  1. ama bernie, lagu2 natal lamaholoten ega le take. go seba te toko2 pi jakarta take amuken. salam dompet.

    ben

    ReplyDelete
  2. Lagu2 Natal Lamaholot saya tidak punya. Hanya lagu2 liturgi lama dari Flores yang dhimpun Fredi Levy. Harap maklum.

    ReplyDelete
  3. matur nuwun mas hurek atas partitur ING RATRI yg bagus utk nostalgia. sugeng natal.

    ReplyDelete
  4. Salam kenal, saya ada tulis juga di blog-ku dengan judul "Kisah sejarah lagu Malam Kudus".Judul bahasa Indonesia sebaiknya Malam Sunyi karena lagu ini lebih dikenal dalam bahasa Jerman Stille Nacht daripada Heilige Nacht. Memangnya, ada hari suci dan hari tak suci dalam teologi Katolik? Terada le

    ReplyDelete
  5. selamat Natal buat om hurek, semoga damai Natal membawa sukacita bagi kita semua...
    om hurek, saya kok lebih tertarik dgn "Ing Ratri" versi Jawa seperti di video ini : http://www.youtube.com/watch?v=VitwHWahHcc , kalo om hurek punya notasinya tolong di-share yah... terus kalo boleh tau siapa yg menciptakan versi ini... maaf om kalo bikin repot, terima kasih dan sekali lagi selamat Natal...

    ReplyDelete