01 August 2008

Tradisi sunat jemaat Katolik di Jawa




Saya beberapa kali mendapat undangan menghadiri selamatan sunatan di Jawa Timur. Kalau yang undang itu muslim, ya, sangat biasa. Khitan alias sirkumsisi memang salah satu bentuk inisiasi yang penting dalam agama Islam.

Khitan itu arti harfiahnya sesuatu yang disunatkan. Lalu, entah mengapa istilah 'sunat' menjadi sangat populer. Sunat itu identik dengan sirkumsisi. Yakni, operasi kecil membuang kulit penutup penis.

Nah, yang mungkin mengagetkan teman-teman di Flores, dan Nusa Tenggara Timur umumnya, acara selamatan itu diadakan keluarga Katolik. Bapaknya ketua lingkungan atau tokoh Katolik di komunitas basis. Sang anak--yang beragama Katolik, tentu saja--siang tadi disunat, sehingga malam hari dibuat sembahyangan bersama.

"Kecil-kecilan saja kok. Cuma orang lingkungan yang diundang untuk doa bersama," kata Fransiskus Haryanto, yang kebetulan ketua lingkungan.

"Orang Katolik disunat? Pakai selamatan seperti orang Islam? Apakah semua laki-laki Katolik di Jawa juga disunat?" begitu pertanyaan teman-teman asal Flores. Ketika baru datang di Jawa, saya pun melontarkan pertanyaan macam ini.

Memang, bagi orang Flores, sunat itu identik dengan inisiasi dalam Islam. Orang yang masuk Islam ditandai dengan khitan agar afdal. Karena itu, sunat alias khitan selalu identik dengan Islamisasi. Anak-anak di Flores tidak disunat. Bahkan, sangat takut ketika mendengar kata sunat. Kenapa?

Khitan di Flores -- untuk anak-anak yang beragama Islam -- tidak dilakukan oleh dokter atau perawat berpengalaman. Tapi orang biasa. Di Jawa disebut CALAK. Karena bukan dokter, cara sunatnya ya cara kampung.

Saya pernah menyaksikan sunatan beberapa teman Islam di kampung, pelosok Flores Timur. Anak-anak ngeri. Banyak pendarahan. Obat-obatan dan metodenya sudah kuno sehingga menimbulkan ketakutan bagi anak-anak yang melihat.

Lain sekali dengan sunatan di Jawa yang sangat efisien dan canggih. Proses pemotongan 'burung' sangat cepat. Jahitnya pun cepat. Persis kerajinan tangan. Yang disunat tidak merasa apa-apa. Selesai!

Andai saja anak-anak Flores ikut menonton acara sunatan massal di Jawa, saya yakin mereka pun mau ramai-ramai disunat. Islam, Katolik, Protestan, Hindu, atau agama apa pun memang disarankan bersunat karena pertimbangan kesehatan.

Kembali ke sunatan Katolik di Jawa. Pak Fransisikus Haryanto menjelaskan, semua anak-anak Katolik di Jawa [paling tua sekolah menengah pertama] memang mengikuti ritual sunat. Ada yang ikut sunatan massal--karena gratis dan dapat bingkisan dari panitia--tapi biasanya dibawa ke dokter oleh bapa-mamanya. Disunat, lalu malamnya doa bersama. Biasanya pada saat libur panjang.

"Sunatan itu boleh dikata termasuk tradisi kami di Jawa. Nggak hanya orang Islam, Katolik dan Protestan jua disunat. Saya sendiri disunat sejak bocah," kata Pak Frans. Saya juga mengecek ke teman-teman asli Jawa dan Katolik. Benar. Semuanya memang dikhitan pada usia yang sama dengan sebayanya yang Islam.

Doa bersama sunatan sang anak ini biasa saja. Hampir sama dengan doa lingkungan atau doa wilayah di keluarga-keluarga Katolik. Hanya saja, intensinya mendoakan sang anak agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik, beroleh berkat dari Tuhan. Lalu, makan bersama. Sunat bukan pesta besar di keluarga Katolik sehingga menunya biasa-biasa saja.

Ketika saya ceritakan doa bersama sunatan kepada Bung Goris, orang Ende [Flores] yang berlibur di Surabaya belum lama ini, dia heran bukan main. Aktivis gereja ini tak habis pikir kenapa orang-orang Katolik di Jawa juga disunat. Sama dengan orang Flores lain, Goris berpendapat bahwa sunat itu ritual khas dalam agama Islam dan Yahudi.

"Ah, saya baru tahu. Hehehe," ujar Goris.

"Bulan lalu ada baksos sunatan massal di Paroki Kristus Raja, Jalan Residen Sudirman Surabaya. Anak-anak Katolik juga disunat," ujar saya.

"Ah, kok aneh ya Bung!"

"Nggak aneh. Di Jawa, laki-laki yang tidak disunat itu dianggap aneh. Jadi bahan tertawaan!"

Hehehehe.....

41 comments:

  1. Ama, tulisan mu menarik.Kebiasaan sunat itu dipraktekan oleh berbagai macam suku dan terdisi entah kelompok penganut agama tertentu agama atau golongan etnis tertentu. Yang mempraktekan sunat atau tidak mempraktekan sunat sama-sama punya alasan. anda akan merasa terasing kalau masuk sebuah lingkungan kebudayaan yang prakteknya berbedah dengan lingkunganmu.
    Beberapa pelopos praktek sunat mengatakan sunat itu baik untuk kesehatan. tetapi beberapa saat lalu beberapa dokter berkesimpulan bahwa sunat itu tidak punya hubungan dengan kesehatan, malah tidak punya pengaruh positive untuk kesehatan. semua itu hanya mengakomodasikan tuntuntak tradisi tertentu terlebih budaya macoism nya yang sangat kuat...kebersihan lah yang paling penting. malah yang disunat itu lebih gampang untuk hinggap penyakit karna bagian sensitive penis itu exposed...
    tidak sunat tapi kalau dijaga kebersihan maka kesehatan sesseorang bisa dijamin...
    sunat atau tidak sunat itu sama saja nilai kesehatannya..
    franskupangujan

    ReplyDelete
  2. kalau sunat bisa tahan lama ...

    ReplyDelete
  3. kisah menarik, buat referensi.

    ReplyDelete
  4. hehe.. menarik bung. saya juga asal NTT, "dipaksa" pacar saya agar disunat. skrg dia dah jadi istri saya. awalnya sih sakit, tapi saya turuti... demi cinta.

    anton, malang

    ReplyDelete
  5. ya kalu masuk kandang kambing berkembing to ...tapi hanya berkembing jangan jadi kambing bisa lupa daratan...di Pilipina misalnya mayoritas KATOLIK...kalau laki-laki tidak disunat itu ditertawakan....di Flores pernah teman saya asal Ile Ape masuk Islam ditertawakan karna akan disunat...(Kalau Ama teti relawulan ciptakan badan begitu ya jangan kurangi)-fransku

    ReplyDelete
  6. minta advis gimana ttg sunat usia dewasa. aq dah 30 lebih belum sunat, apa gak sakit? berapa lama sembuhnya? biayanya berapa? thanx.

    peter

    ReplyDelete
  7. Terima kasih atas respons kawan-kawan. Catatan ini sekadar informasi kecil, berbagai pengalaman. Tidak ada pretensi untuk meremehkan tradisi atau budaya tertentu. Masukan kawan-kawan seperti Frans saya hargai.

    Untuk Peter:

    Sirkumsisi alias sunat itu sangat sederhana. Operasi kecil memotong kulit penis. Diawali bius lokal--penis disuntik, sehingga terasa sakit--operasi ini tak sampai 15 menit. Lalu disusul penjahitan. Keseluruhan makan waktu 30-40 menit bila dilakukan dokter profesional. Karena sangat sederhana, biasanya, dalam sunatan massal para calon dokter justru yang banyak terlibat.

    Sunat dewasa sama saja dengan anak-anak. Bedanya, laki-laki butuh waktu lebih lama sedikit karena penjahitan harus lebih teliti. Kalau anak-anak prosesnya cepat sekali. Lebih cepat ketimbang bikin pisang goreng. Anak-anak juga lebih cepat sembuh. Orang dewasa sedikitnya butuh 2-4 minggu sampai benar-benar sembuh. Tapi, kalau perawatannya jelek, bisa lebih lama lagi.

    Banyak teknik sunat yang biasa dipakai dokter di kota besar. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan.

    BIASA: gunting, jahit, pendarahan lebih banyak. Juga lebih sakit. Tapi penyembuhan bisa lebih cepat, dan hasilnya bagus.

    KAUTER: Pakai alat khusus sehingga pendarahan hampir tidak ada. Langsung pakai celana sehabis sunat. Nyaris tidak sakit kecuali saat injeksi obat bius di burung. Juga dijahit macam metode biasa. Cuma karena lukanya luka bakar, proses penyatuan jaringan perlu waktu agak lama, 2-3 minggu.

    SMART KLAM: Teknik sunat tanpa jahitan, tapi dijepit pakai semacam tabung. Akhir-akhir ini sering dipromosikan di Surabaya. Saya belum melihat langsung metode kerjanya. Tapi, menurut saya, kurang praktis karena burung dijepit selama 7 hari. Tidak bebas. Ke mana-mana bawa alat itu. Lantas, kembali ke dokter untuk dilepas. Metode ini belum banyak digunakan.

    Biaya? Kalau sunatan massal sih gratis, bahkan dikasih bingkisan pakaian dan uang transpor. Hehehe... Pria dewasa [21 tahun ke atas] biasanya malu ikut sunatan massal. Sebaiknya ke dokter saja karena ada privasi. Setahu saya tarif dokter sangat bervariasi: Rp 250 ribu, Rp 300 ribu, Rp 400 ribu, bahkan bisa lebih. Kalau teknik LASER, katanya lebih mahal. Yang jelas, tarif untuk orang dewasa lebih mahal daripada anak-anak.

    Khusus untuk pria beristri: HARUS "mengistirahatkan" burungnya paling tidak selama satu bulan. Lebih lama lebih baik. Kalau dipakai khawatir luka karena proses penyembuhan belum sempurna. Maka, harus ada dukungan dan pengertian dari pihak istri.

    Oh, ya, apa pun metodenya, perawatan pascasirkumsisi sangat menentukan cepat tidaknya sembuh. Kalau anda ceroboh, bisa dua bulan tidak sembuh-sembuh karena infeksi.

    ReplyDelete
  8. That's good! Circumsation is good for man's health and also for his wìfe:-).

    ReplyDelete
  9. aq sunat dewasa, ada baik dan buruknya. yg jelas kenikmatan hubungan seks pasca sunat berkurang. tapi kita lebih pede kalo udah sunat. kebersihan juga lebih baek.

    ReplyDelete
  10. Lho, jadi mas Lambertus disunat pada umur berapa ?
    Setahu saya orang dewasa saat tidur sering ereksi.
    Kalau luka sunat belum sembuh, alami ereksi apakah tidak sobek jahitannya ?
    Tolong ceritakan pengalaman waktu mas Lambertus disunat, lalu bgm cara merawatnya, dll.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  11. Hehehe.. Waktu mahasiswa lah. Jahitan tidak sampai sobek meski bangun. Cuma rasanya agak nyeri meski sudah dikasih obat. Total tiga macam obat dalam dan satu salep buat antibiotika.
    Perawatannya harus intensif, rutin, pagi sore malam, tapi no problem karena orang dewasa lebih mudah mengurus dirinya, bukan? Setelah tiga hari, perban dilepas, sekitar 10 hari kering, tapi belum sembuh benar. Tiga minggu lumayan enak, satu bulan sudah sembuh.
    Sunat dewasa sudah sangat umum di kota besar macam Surabaya dan Jakarta. Terima kasih sudah merespons.

    ReplyDelete
  12. bagus banget n sangat informatif.

    ReplyDelete
  13. Bung Bertus, katanya kalo disunat saat dewasa bekas lukanya gak semulus yang sunat waktu kecil/bayi, jadi keliatan bekas codet lukanya. Apa betul ?
    Mau tanya juga, apakah anda pernah (maaf) onani ? Lebih enak mana rasanya setelah dgn sebelum sunat ?
    Mkasih banyak, bung.

    ReplyDelete
  14. Soal estetika tergantung dokternya: ahli gak? pengalaman gak? tapi tentu, namanya juga operasi, pasti ada bekas jahitan.

    Pertanyaan soal onani dan RASA: maaf, tidak bisa dijawab di sini karena forumnya terlalu terbuka. Terima kasih sudah merespons.

    ReplyDelete
  15. bagus, komplet info ini.

    ReplyDelete
  16. Saya sunat umur 27 thn,yaitu sejak beberapa bulan menikah. Sunat saya lakukan karena pertimbangan kesehatan seksual saya & istri. Beberapa bulan setelah sembuh total,saya sempat merasa kecewa karena mengalami penurunan kenikmatan saat berhubungan intim. Akan tetapi setelah beberapa tahun terakhir, saya baru menyadari bahwa ternyata kenikmatan yg saya dapat setelah sunat jauh lebih besar daripada waktu belum sunat. Sensasinya berbeda,tetapi jauh lebih nikmat dan lebih tahan lama. Saat2 ini saya seakan mengalami puber kedua, dan semakin disayang istri hehe.... Bagi yg belum sunat,cepetan deh sunat....rugi lho! Saya cuma berniat bagi info sih,semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  17. Sebagai tambahan,bagi yg udah dewasa dan ingin sunat,tetapi terlalu malu untuk melaksanakannya....Jangan kuatir,skrg anda bisa sunat tanpa merasakan sakitnya disuntik penisnya dan otomatis terbebas dari resiko alergi anestesi yg mengerikan (seperti yg saya alami),proses sunat tanpa digunting dan dijahit,bebas beraktifitas pasca sunat,hasil bagus & bisa disesuaikan sendiri dgn keinginan(loose/high tight),dan yg terpenting tdk seorangpun tau kalau anda lagi sunat! Sangat cocok untuk hadiah surprise buat pasangan,hehe....
    It's XENZHI self circumcision device,alat untuk menyunat diri sendiri buatan china yg sangat aman.Teman saya udah membuktikannya dgn hasil yg sangat memuaskan dan cepat sembuhnya.Anda bisa membeli online disitus resminya melalui paypal yg sangat mudah dan harga yg menurut saya relatif lbh murah dibandingkan sunat konvensional yg tdk praktis dan mahal.

    ReplyDelete
  18. Terima kasih Mas Ronny atas masukan anda. Saya baru dengar ada alat untuk menyunat burung sendiri. Wah, kalau gak hati-hati bisa gawat tuh. Hehehe....

    ReplyDelete
  19. Benar mas,karena kita tdk mempunyai pengalaman menyunat,jadi harus hati2,hehe...
    Tetapi ada video tutorial yg mudah dipahami di youtube.com. Kemarin saya menemukannya dgn keyword : "xenzhi circumcision".
    Dalam waktu dekat saya akan mencobanya juga (sunat kedua kalinya),karena punya saya terlalu loose,jadi kata orang kurang tampan gitu deh...

    ReplyDelete
  20. Lebih tepatnya klik disini http://www.youtube.com/watch?v=_CPZDjTAoYo

    ReplyDelete
  21. mau tanya donk..
    saya sedang dalam keadaan sunat sekitar 2 minggu..
    tetapi jahitan di bawah palkon saya copot dan terbuka.. apa itu tdk apa2?

    ReplyDelete
  22. Maaf mas, mau ikutan. Yang dialami mas Romi sama dgn saya, yaitu tipe loose. Sisanya masih ada. Kepala burung masih malu2 keluar. Gimana mas Roni hasilnya dgn Zhenxi? Berhasilkah?

    ReplyDelete
  23. Dulu saya sunat juga sudah dewasa 13 tahun. Dengan dukun sunat. Hanya diberi tanda bagian yang akan disunat kemudian dijepit dengan sebilah bambu lalu kemudian dipotong dengan pisau lipat. Berbagi pengalaman sunat dengan saya zoel46@ymail.com

    ReplyDelete
  24. Seriously, bagiku ini adalah Inkulturasi yg menarik.

    Otherwise,aku ga akan berbagi pengalaman sunatku dgn siapapun di sini. hahahaha... :)

    [Ari, tuturswara.blogspot.com]

    ReplyDelete
  25. Bang, sy pria Kristen 30 thn, ingin sunat, bisa berbagi pengalam sama saya tlng email sy di schungwei@yahoo.com
    THX

    ReplyDelete
  26. Bang comment nya jgn di tampilkan yah, bagi pengalaman aja di e-mail saya. biar e-amil saya tidak ke share ke publis.
    Makasih

    GBU

    ReplyDelete
  27. Saya sdh sunat 2x krn yg pertama terlalu loose, jadi bagi yg punya pengalaman sama gak usah kuatir bisa diperbaiki/diperkencang saat usia berapa saja.

    ReplyDelete
  28. Hati2 pakai Xenshi ring krn salah2 bisa cacat setelah sembuh, lebih baik bayar sedikit ke dokter ahli sunat sehingga sekali potong beres. Pengalaman saya dg tukang sunat tradisional juga kurang memuaskan, mesti disunat ulang oleh dokter.

    ReplyDelete
  29. gw sunat umur 22... kering 1 mingguan... tapi nungguin bengkak+kulitnya kembali normal hampir 4 bulan lebih... klo soal bekas sunat itu alami tidak bisa dihilangkan... apalagi sudah dewasa... hahahaha

    ReplyDelete
  30. Kira2 tarif untuk sunat dewasa di jogja berapa ya?

    ReplyDelete
  31. sy sunat setelah menikah....pake laser.... sembuhnya cepat, krn dibantu obat2an chinese yg bernama 'yu nan pai yo ' (bukan promosi).... jadi bekas luka ditaburi bubuk obat tsb selain diminum 1 kali sehari.
    Yg penting saat buang air kecil, jangan sampai air seninya kena di bagian luka bekas sunat, krn akan memperlambat penyembuhan. Jadi jika tercecer air seninya, segera keringkan dg tissue....
    Total dari sunat sampai bisa enak berhubungan dg istri sekitar 3 bulanan.....
    Smoga bermanfaat

    ReplyDelete
  32. Bukan cuma Jawa Katolik/Protestan saja yang melakukan tradisi sunat ....suku Jawa yang Hindu juga bersunat.
    Sisa-sisa 'komunitas kuno' di Jawa, seperti Baduy di Jawa Barat, dan suku Tengger di Jawa Timur ternyata juga mempraktekan sunat, meski mereka non-muslim dan non-kristen.
    Menurut beberapa ahli sejarah, sebelum agama Islam masuk ke Jawa, penghuni pulau Jawa memang sdh bersunat.

    ReplyDelete
  33. Sunat pada suku Tengger berbeda. Dukun sunat suku Tengger hanya memotong sedikit kulit kulup jadi palkon masih tertutup kulit, Beda dengan sunat mantri/bengkong dimana kepala/glan penis muncul semua.

    ReplyDelete
  34. Saya Katholik sejak kecil. Baru sunat umur 22. Tidak sakit, tapi baru sembuh setelah 2 minggu. Menurut saya, orang Katholik sunat tidak apa-apa. Tidak sunat juga tidak apa-apa. Bebas saja.

    ReplyDelete
  35. Saya kena herpes di bagian dalam kulit penis kira kira area 1-2cm dari leher penis..apakah di sunat bisa menghilangkan dengan membuang kulit tersebut? Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sunat tidak bisa menghilangkan penyakit kelamin. Anda harus cepat ke dokter. Herpes itu karena virus, dan tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikontrol. Dan jika anda berhubungan seksual harus bertanggung jawab dengan memakai kondom. Kalau tidak anda berdosa menyebarkan penyakit kepada orang lain.

      Delete
  36. Sunat dilakukan dengan membuang kulit. Dulu saya waktu disunat umur 22 tahun, kulit yang dipotong kira-kira 5 cm. Apa sunat bisa juga untuk membuang kulit yang kena herpes, saya tidak tahu.

    ReplyDelete
  37. Saha sunat umur 27, dengan smart clamp, sembuh total sekitar 2 bulan

    ReplyDelete
  38. Kabar gembira bagi Bujangan Cilik, Remaja dan Dewasa yang mau di “Sunat”Syariah
    Apa anda Bujangan Cilik,Remaja dan Dewasa di Desa, di Kota yang terancam Sunat & ingin menggantinya dgn Permak Kulup (tanpa operasi )dgn kata lain :"Sunat"Syariah. ? Anda takut sakit & banggakan Kulup anda ? atau anda muallaf ? bila jawaban kalian ya & Kalian berumur 10 tahun sampai 55an tahun ( dewasa ), lebih di utamakan Remaja & Dewasa yang benci sunat silakan segera Curhatkan detail segala problem kalian via email: indah_mayasari85@nokiamail.com
    di sertai data lengkap anda karena Kami akan bantu anda secara Ikhlas (bebas Biaya) dan tanpa pandang SARA(Suku,Agama,Ras,Antar Golongan)kalian. Kami punya ahli Permak Kulup sobat Pria baikku yang siap melayani kalian.Kami semua Muslim.Sementara ini tawaran ini baru berlaku bagi anda yang berdomisili di wilayah Jabotabek, Bandung, Tasikmalaya, Banjar, Lampung,Banten & Subang.Berlaku bagi Agama apapun terutama Islam.
    Kami jamin keRahasiaan data dan Problem anda.
    Kalian harus ingat : penyunatan pada Laki & Perempuan apalagi dengan pemaksaan adalah tindakan kekerasan yang harus Kita hindari.Sedangkan Penyunatan adalah tindakan mutilasi atau pemotongan paksa pada ujung kemaluan Pria atau Wanita yang sangat berharga.

    ReplyDelete
  39. apa maksud permak kulup? Apa kulup tumbuh lagi setelah disunat?

    ReplyDelete