27 August 2008

Siti Idola Cilik mau jadi petinju




"Siti, lihat sini, saya mau motret kamu."

Siti pun langsung menatap kamera. Senyum manis. Tangan kanannya membentuk huruf V. Otomatis.

"Sekali lagi ya!" pinta saya.

Dan Siti langsung mengubah pose. Benar-benar mirip artis kawakan.

Saya pun tertawa geli melihat gaya bocah yang baru saja digodog di Jakarta oleh sebuah stasiun televisi itu. Cara senyum, bicara, jalan, menghadapi audiens, wartawan... semuanya sudah tertata. Beda dengan anak-anak kampung yang masih polos dan 'kampungan'.

Siti ini 'anak negeri' [baca: anak jalanan] yang dididik di Sanggar Alang-Alang, samping Terminal Joyoboyo, Surabaya. Diasuh Mas Didit HP, bos Alang-Alang, bakat musik Siti semakin terarah. Selain menyanyi untuk cari uang di terminal dan stasiun, namanya juga pengamen cilik, Siti bisa bermain drum.

Pukulannya keras, penuh semangat. Saking semangatnya, Siti seolah mengabaikan harmoni musik. Dia ingin menonjol sendiri. Instrumen lain tertutup. Tapi tidak apa-apalah, toh penonton biasanya senang, kagum, melihat pengamen jalanan bisa bermetamorfosa sebagai selebritas cilik. Masuk RCTI, terkenal di seluruh Indonesia.

Siti produk variety show Idola Cilik ala RCTI. Dengan latar belakang pengamen jalanan, anak jalanan, banyak orang mengirim SMS untuk mendukungnya. Selain itu, suaranya cukup bagus. Cara menyanyi dimirip-miripkan dengan penyanyi band anak muda yang laku sekarang. Agak serak dan dibuat-buat.

"Malam ini kusendiri, tiada yang menemani. Seperti malam-malam yang telah silam...," begitu antara lain syair lagu ciptaan Ahmad Dani yang selalu dibawakan Siti di depan khalayak. Oh ya, lagu ini pun selalu dibawakan para pengamen di bus kota Surabaya. Siti itu anak-anak, tapi industri musik kita memaksanya menyanyikan lagu-lagu pacaran ala anak muda kota besar.

Terus, apa sebetulnya cita-cita Siti?

"Jadi petinju," tegasnya.

Nggak salah nih?

"Tidak. Saya mau jadi petinju!"

Perempuan jadi petinju? Situ pun bercerita. Bahwa dunia yang dihadapinya di jalanan, stasiun kereta api, terminal bus, itu berat. Tak sedikit orang berwatak jahat yang bisa saja merampok uang hasil ngamen. Maka, dia ingin mengantisipasi dengan menguasai olahraga bela diri nan keras ini. Kalau bisa jurus-jurus tinju, tentulah Siti dengan mudah mengatasi keisengan orang jahat.

Pada Kontes Idola Cilik, Siti beroleh nomor 7. Tujuh besar! Prestasi hebat karena saingan Siti umumnya anak-anak orang berada. Setidaknya bukan anak jalanan macam dia. Keluarganya tak mampu. Sanggar Alang-Alang pun tak mampu memborong pulsa untuk 'ngebom SMS' ke operator.

Asal tahu saja, pemenang variety show di televisi kita ditentukan oleh SMS. Banyak peserta menghabiskan uang puluhan, bahkan ratusan juta, hanya untuk ngebom SMS. Ada yang akhirnya menang, tapi jauh lebih banyak yang kalah. Dan... kemudian stres atau sakit jiwa. Atau, kembali sebagai wong cilik, berjualan bakso atau jadi tukang kredit.

Karena itu, prestasi Siti sebagai the best seven Idola Cilik RCTI layak diapresiasi.

"Kapan kamu ke Jakarta lagi? Masuk televisi?" tanya saya.

"Belum tahu. Aku tunggu panggilan," jawab Siti yang dikerubungi sejumlah fansnya.

Percakapan santai ini pun terhenti karena Siti harus segera tampil di Kick Andy. Ini program unggulan MetroTV yang dipandu Andi Flores Noya.

1 comment:

  1. siti km kok g prnh nongol d TV sich? q kngen ma pnampilan km dg khas penampilan sprti nak cwok. soalnya q ngefans bangets ma km. semoga sukses dech dg karir yg km jalani.

    nur hidayati n dian krisnawati
    lumajang-jatim

    ReplyDelete