08 August 2008

Salah kaprah KONFIRMASI


Bahasa Indonesia sekarang menyerap begitu banyak istilah atau kata bahasa Inggris. Dan itu wajar karena ada begitu banyak istilah teknologi yang mau tak mau, suka tak suka, punya istilah khas. Komputer, laptop, handphone, flashdisk, mouse, monitor... bukan temuan atau buatan orang Indonesia.

Maka, kamus baku bahasa Indonesia pun penuh dengan kata-kata serapan bahasa Inggris. Yang menarik, kata-kata 'asli' yang sudah berterima ratusan tahun pun ikut tergeser. Baca saja majalah atau koran. Kata HARAPAN mulai diganti EKSPEKTASI. HASUTAN jadi PROVOKASI atau INSINUASI. HORMAT jadi RESPEK. BELANJA jadi SHOPPING. Resepsi pernikahan jadi WEDDING PARTY. Dan masih banyak lagi.

Di kalangan wartawan, kata yang paling populer adalah KONFIRMASI. Asalnya tentu dari bahasa Inggris: CONFIRM, CONFIRMATION: menegaskan, memperkuat. Jika ada peristiwa kejahatan, selain menggali data di lapangan, wartawan perlu bertanya kepada pejabat polisi entah kepala kepolisian resor atau kepala kepolisian sektor. Penegasan dari pihak berwajib membuat berita lebih lengkap, eh KOMPLET.

Wartawan yang sudah pasti lulusan strata satu [ke atas] mestinya tahu benar makna KONFIRMASI. Tapi, apa lacur, setiap hari kata sederhana ini digunakan secara tidak tepat. Penyiar radio terkenal di Surabaya tiap hari selalu berkata begini:

"Saat DIKONFIRMASI Radio... AKP Bambang Gendheng membenarkan bahwa tadi malam terjadi aksi perampokan di kawasan Rungkut."

Masih di radio yang sama, si perempuan penyiar, sangat terkenal di Surabaya, selalu bilang:

"Saya sudah KONFIRMASI ke polisi... bla-bla-bla."

Siapa yang MENGONFIRMASI dan yang DIKONFIRMASI? Wartawan MENGONFIRMASI polisi atau polisi DIKONFIRMASI wartawan?

Jawabannya sangat mudah: wartawan MEMINTA KONFIRMASI kepada AKBP Bambang Gendheng. Dan AKBP Bambang Gendheng MENGONFIRMASI bahwa memang benar telah terjadi peristiwa kriminalitas di Rungkut. Dari konteks kalimat-kalimat yang ada, saya menangkap kesan bahwa wartawan [muda, sedang, tua] mengartikan KONFIRMASI dengan BERTANYA atau MENGHUBUNGI atau meminta keterangan dan sejenisnya.

Syukurlah, bulan lalu seorang pengamat bahasa membahas salah kaprah KONFIRMASI di kolom bahasa harian KOMPAS. Saya pun berharap redaksi KOMPAS--koran paling berpengaruh di Indonesia--lebih cermat menggunakan kata KONFIRMASI. Katakanlah jadi kompas buat wartawan media-media lain di tanah air.

Tapi apa yang terjadi? Ternyata tidak mudah mengubah salah kaprah itu. Sangat mudah mengajari orang lain, tapi belum tentu diri sendiri bisa melakukannya! Harian KOMPAS edisi 8 Agustus 2008 lagi-lagi membuat kalimat yang salah kaprah. Simak berita berjudul 'Anggota Komisi III Tak Semuanya Tahu' di halaman 2:

Meski demikian, Maiyasyak ketika DIKONFIRMASI Kompas semalam mengaku belum mengetahui persis rencana keberangkatan ke Lebanon tersebut karena dirinya baru pulang dari daerah.

Demikianlah Saudara-Saudara, orang Indonesia semakin terjebak dalam snobisme. Tergila-gila dengan istilah Inggris--agar terkesan keren, intelektual, hebat, tapi tidak cermat menggunakannya.

Ngisin-isini, Cak! Mbelgedhes!

No comments:

Post a Comment