11 August 2008

Dede Oetomo intelektual, aktivis gay Surabaya



Siapa tak kenal DEDE OETOMO PhD? Dosen Universitas Airlangga unik. Bicaranya sangat lancar, cenderung cepat, blak-blakan. Pak Dede termasuk tipe intelektual yang berani melawan arus. Ketika teman-temannya masuk Golkar, partai berkuasa yang menjanjikan karier cemerlang dan kemapanan materi, Dede Oetomo justru masuk Partai Rakyat Demokratik.

Partai Rakyat Demokratik musuh besar rezim Orde Baru karena paling berani mengecam habis format politik Suharto dengan lima undang-undang politik. Toh, Dede Oetomo tenang-tenang saja. Dia menikmati dunianya bersama para aktivis muda. Memilih berada di luar arus utama. Seperti juga orientasi seksualnya yang berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia.

Saya kira, Dede Oetomo intelektual, doktor, pertama di Indonesia yang terang-terangan mendeklarasikan bahwa dirinya GAY. Dia menggunakan forum apa saja untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa manusia itu tidak hanya laki-laki dan perempuan, tapi juga gay, lesbian, waria. Bersama teman-teman sesama gay, Dede Oetomo menerbitkan majalah khusus kaum gay. Berbagai aspek tentang gay dibahas tuntas.

Suatu ketika Pak Dede diundang bicara di Pusat Kebudayaan Prancis, Surabaya. Setelah bicara ringan-ringan, ngalor-ngidul, dia mengatakan, "Tadi malam saya mimpi terima komuni dari pastor. Mungkin karena dulu saya dibesarkan secara Katolik. Hehehe..."

"Apakah gay itu dikehendaki oleh Tuhan?" tanya saya sekenanya. Pria berbadan subur kelahian Pasuruan, 6 Desember 1953, ini terlihat kaget. "Setahu saya di kitab suci disebutkan bahwa Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan. Saya kok tidak menemukan ayat bahwa Tuhan juga menciptakan gay," saya melanjutkan.

Kata-kata ini sekadar pancingan, sama sekali tidak mengajak Dede Oetomo bedebat soal teologi atau agama. "Anda tahu nggak sejarah penulisan kitab suci? Kalau belum menguasai, nggak usah bicara soal itulah," tegas Dede Oetomo.

Kali ini saya mati kutu. Diam sambil mendengarkan reaksi Dede Oetomo yang serius. Dede Oetomo lalu membahas panjang lebar ABC kitab suci, tentu saja menurut versi dia. Intinya--kalau tak salah ingat, maklum sudah lama sekali--kitab suci itu sangat patriarkis. Ditulis dalam konteks budaya yang sangat patriarkis. Sehingga, jenis kelamin lain macam gay atau waria sengaja tidak dimasukkan.

Dede Oetomo, saya kira, hendak menegaskan tesisnya bahwa gay pun makhluk ciptaan Tuhan yang sama. Derajatnya sama. Punya hak hidup, hak asasi, seperti manusia lain yang laki-laki dan perempuan. "Kalau mau diskusi lebih lanjut, silakan," kata Pak Dede.

Bertahun-tahun saya tidak mau membahas lagi status atau eksistensi kaum homoseksual. Percuma saja karena Dede Oetomo bersama kaumnya sudah punya 'posisi politik' tertentu. Tesis-tesis normatif yang biasa kita dengar di tanah air niscaya tak mempan. Sebab, mereka sudah punya segudang antitesis untuk mematahkan tesis-tesis tadi.

Setelah Gaya Nusantara jalan, Dede Oetomo mulai jarang muncul di seminar atau diskusi-diskusi di Surabaya. Kabarnya lebih banyak di luar negeri. Roda organisasi komunitas gay sudah ditangani anak-anak muda macam Ko Budijanto--saat ini ketua Gaya Nusantara. Dede Oetomo pun jarang menulis artikel di surat kabar.

Pada 2004, tak dinyana, poster dan brosur Dede Oetomo tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Lha, ono opo Cak? Ternyata, penerima Felipa de Souza Award dari International Gay and Lesbian Human Rights Commision pada 1998 ini mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah.

Yang menarik, dia kampanye lewat jejaring yang sudah dirintis lama, khususnya komunitas gay, waria, dan pekerja seks. Para pekerja seks di Surabaya konon memasang poster Dede Oetomo di kamarnya. Aktivis Partai Rakyat Deomkratik juga ikut membantu kampanye Dede Oetomo. Namun, Dede gagal terpilih sebagai senator Jawa Timur karena jaringannya kalah ampuh dengan Nahdlatul Ulama. Tokoh Nahdlatul Ulama yang akhirnya menang di Jawa Timur.

Setelah pemilihan umum itu, Dede Oetomo praktis tenggelam dalam kesibukannya sebagai peneliti, aktivis, sukarelawan. Pernyataan-pernyataan Dede yang dulu sering dikutip media, bicara ceplas-ceplos di radio, kini sangat berkurang. Suatu ketika saya menelepon Pak Dede untuk wawancara tentang komunitas gay di Surabaya.

"Anda hubungi saja markas Gaya Nusantara. Informasi di Gaya sangat lengkap," ujarnya. Ini memang jurus Dede Oetomo untuk mengader anak-anak muda gay sekaligus menjaga eksistensi Gaya Nusantara. Dede tak ingin one man show kendati teman-teman media selama ini mengidentikkan Gaya Nusantara dengan Dede Oetomo. Tidak afdal kalau bukan Dede Oetomo yang bicara soal gay, waria, transgender, homoseksual.

Pertengahan Juli 2008. Masyarakat dikejutkan oleh pembunuhan Heri Santoso di Depok, Jawa Barat. Tubuh Heri dimutilasi lalu dibuang. Sangat mengerikan! Polisi akhirnya mencokok Very Idham Henyansah alias Ryan, 30 tahun, sang pelaku. Ryan kemudian mengakui bahwa dia juga menghabisi korban-korban lain.

Setelah membunuh korban, mayatnya ditanam di halaman rumahnya di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur. Penggalian pertama, 21 Juli 2008, ketemu empat mayat. Penggalian kedua, 28 Juli 2008, ketemu enam mayat. Dus, total jenderal Ryan membunuh 11 orang. Tidak tertutup kemungkinan jumlah korban Ryan bertambah lagi karena masih banyak laporan orang hilang yang dikait-kaitkan dengan nama Ryan.

Ryan ternyata gay. Semua korbannya--kecuali Nanik Hidayati dan anaknya, Silvia Ramadani--gay pula. Maka, mau tak mau orang mengaitkan kekejaman Ryan dengan statusnya sebagai gay. Kok tega menghabisi begitu banyak manusia? Sedangkan menyembelih ayam atau kambing saja banyak orang [seperti saya] tidak berani.

Bagaimana kejiwaan Ryan? Masa kecil dan remaja? Apakah mungkin kaum gay yang umumnya tertutup--karena keluarga dan masyarakat menolak--membuat Ryan bisa berbuat senekat itu? Membunuh, bagi Ryan, seakan-akan perbuatan yang menyenangkan. Dilakukan berkali-kali, modus sama, tanpa diketahui siapa pun? Andai kasus mutilasi Heri Santoso di Depok tidak diketahui, bukan tak mungkin aksi pembunuhan berantai sejak 2006 itu masih tertutup rapat.

Nah, gara-gara Ryan si jagal Jombang, orang media ingat lagi sama Dede Oetomo. Pentolan gay Indonesia ini harus bicara. Menjelaskan kaitan antara Ryan, gay, kriminalitas. "Sudah tidak terhitung wartawan yang menelepon saya," ujar Dede Oetomo.

Tiga stasiun televisi pada awal Agustus 2008 meminta Dede hadir di studio untuk bicara tentang... Ryan dan gay. Saat dimintai bicara, Dede sebenarnya sibuk dengan pekerjaannya sebagai dosen dan peneliti. Ketika diminta hadir di Trans7, misalnya, Dede sedang berada di Ciawi, Bogor, sebagai pembicara pada pelatihan dosen komunikasi.

Di Denpasar, Bali, ketika memberikan kuliah, tiba-tiba Dede dihubungi stasiun televisi lain untuk memberikan komentarnya tentang Ryan. "Ini bagian dari pekerjaan saya. Memberikan penjelasan agar masyarakat bisa menerima keragaman seksual," tuturnya. Keanekaragaman seksual itu merupakan bagian dari kemanusiaan seutuhnya. Setiap orang harus bisa menerima orang lain yang berbeda. Entah itu kekuranan fisik, beda agama, beda ideologi, dan sebagainya.

Di mata Dede, Ryan gay yang tertutup. Hanya dikenal di daerah asalnya dan di Jakarta. Itu pun hanya terbatas di kalangan tertentu. "Jejaring kami tidak tahu-menahu soal Ryan," tegas Dede.

Kasus Ryan ini, menurut dia, punya dampak negatif sekaligus positif. Negatif: kaum gay terpojok. Orang main pukul rata, seakan-akan gay itu jahat, pendendam, tak segan-segan menjagal sesama manusia. Sisi positif: pemikiran tentang gay justru semakin terbuka. Dede juga menegaskan bahwa orientasi seksual tak ada hubungannya dengan kejahatan. Kasus Ryan ini juga memaksa kaum gay lebih terbuka dengan lingkungannya.

"Setahu saya, dari sejumlah aksi kekerasan, kaum gay justru paling banyak menjadi korban. Bukan pelaku," tandas Dede Oetomo.

Hari-hari ini rupanya telepon Pak Dede masih akan terus berdering karena kasus Ryan masih belum tuntas. Poin yang hendak disampaikan Pak Dede dan kawan-kawan sebenarnya sederhana: "Gay juga manusia!"

37 comments:

  1. sudah tersurat di kitab baik itu injil maupun alquran, kaum seperti dia ada dan adanya itu bukan berarti benar dan diakui, ada untuk jadi cermin dan pelajaran bagi kaum yang berfikir

    ReplyDelete
  2. gay itu kelainan yg parah, melanggar takdir tuhan.

    ReplyDelete
  3. di alkitab kan ada cerita sodom dan gomorah, hubungan seks sejenis atau homoseksual. dan itu dilaknat oleh Tuhan. mudah2an teman2 gay insyaf. thanks.

    wawan

    ReplyDelete
  4. Maaf, satu komentar saya hapus karena isinya sangat menyerang pribadi Pak Dede. Penulisnya pun anonim alias tidak bertanggung jawab.

    Marilah kita belajar berpendapat secara sehat dan bertanggung jawab. Terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Siapa kita yang seolah-olah seperti tuhan dan menghakimi benar atau salah. Kaum yang berfikir akan mengkaji secara mendalam firman tuhan tidak langsung 'menelannya' mentah-mentah dan menjadikannya senjata untuk menyerang dan menyalahkan orang lain. Wallahu'alam

    Muslim Gay

    ReplyDelete
    Replies
    1. dasar Laknatulloh kau !!

      Delete
  6. ketika gerakan jender naik daun, maka beliau menggunakan argumen bahwa "kitab suci ditulis pada budaya patriarkhis"

    ketika sosialis naik, beliau menggunakan argumen "kitab suci ditulis pada lingkungan kapitalis."

    kalau mau agnostik, terserah saja, itu tanggung jawab pribadi. tapi jangan mempromosikan pandangan pribadi tanpa mengatakan bahwa ini lahir dari sisi pandang agnostik. kasihan orang-orang yang kebetulan diberi cobaan berupa homoseksualitas, mendengar dan membaca argumen ini adalam keadaan bingung bisa menggoyahkan keimanannya dan terjun ke dunia gay, tanpa tahu bahwa mereka sebenarnya masih bisa memilih untuk bersikap terhadap cobaan ini.

    ReplyDelete
  7. aku sebagai cuman bisa " BERBUAT BAIK ANTAR SESAMA DAN LINGKUNGAN TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN DAN SALING MENGHARGAI, MENCINTAI SESAMA" Urusan benar apa tidak bukan manusia yang mengerti, hanya Allah yang bisa tahu dan memberikan buah seperti apa perbuatan kita.jadi buat apa manusia menghakimi sesama.(kurang kerjaan)

    ReplyDelete
  8. keberadaan GAY memang tidak bisa dihindari, asalkan tidak merugikan lingkungan sekitar. Sebaiknya kita hidup saling bertoleransi. Tidak ada seorang Gay yang ingin menjadi Gay. Mereka memang sudah jalannya menjadi seorang Gay. Tuhan pasti sayang pada semua umatNya.

    ReplyDelete
  9. TIMBANG KAKEAN DUSO
    MENDING MATEK WAE


    WEKEKEKEKEEKKEK

    ReplyDelete
  10. I'm pluralis, baik agama, kepercayaan, suku, prinsip, maupun pilihan hidup.
    kebanyakan gay gak betah dengan diri mereka sendiri, dan mereka gak ingin sebenarnya menjalani hidup seperti itu.

    so, marilah kiat menghargai prinsip dan pilihan hidup orang lain..
    bangsa ini seakan tidak puas apabila tidak menjelekkan orang lain,..
    tanpa pernah berkaca pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  11. Menjadi seorang gay itu prosesnya ga mudah kok. Tidak dengan begitusaja seseorang bisa menirima orientasi sex-nya yang berbeda.Penyangkalan demi penyangakalan harus di lewatinya hingga dia sadar dan bisa menerima kenyataan pahit bahwa dirinya adalah gay.

    Menjadi gay juga suatu beban.Mereka harus meneyembunyikan image diri dari masyarakat,dan keluarga. karena takut dihina,direndahkan,diremehkan bahkan di kucilkan.tidak jarang pula dibuang dari kelurganya. Demi hidup dengan image seperti orang-orang inginkan,mereka terpaksa harus berbohong, yang terparah bersikap munafik. Yah, apa boleh buat? Bersikap jujur,disalahkan. Jalan amanya dengan cara berbohong.

    ReplyDelete
  12. gay itu mutahalif.. iya ada sejarahnya di quran juga tapi kan sebagai kaum yang di laknati dan di beri azab... lahaulawala quwata ila billah.. di negri kita indonesia negara paling besar islam banyak juga orang gay islam yang terang2an itu kan haram akibatnya penyakit aids dan lainya.. juga memang tak layak untuk di bela kaum gay itu menjijikan.. kaya tak akan mati saja.. budaya kita timur sudah pada tak di pakai.. pada niru2 budaya barat yang free tapi menjerumuskan akhlak jadi bejat..

    ReplyDelete
  13. jadi gay adalah pilihan masing2 individu,tapi saya pribadi sangat menyayangkan hal tsb.bagi kaum gay berusahalah kembali ke kodrat awalmu,lebih baik bahagia di akhirat drpd hanya kesenangan sesaat di dunia ini.siapa tahu Allah menyediakan ladang pahala buat kalian dg menguji kalian mampukah anda memerangi keinginan sendiri mjd gay???

    ReplyDelete
  14. gay itu kelainan. lebiah baik berobat ke rumah sakit jiwa aja bos.

    ReplyDelete
  15. Aku selalu sedih kalau mendengar atau membaca bahwa seseorang 'menjadi gay'.
    Aku tahu itu pilihan hidup kamu.
    TApi...
    TAk bisakah kamu berjuang sekali lagi untuk menjadi Straight?

    Angel of Hell. (email: aw1479@yahoo.com)

    ReplyDelete
  16. yang ada cuma dua..
    satu laki-laki..
    yang kedua perempuan..

    lain dari kedua itu namanya KELAINAN.

    btw siapa bilang sudah takdir??
    yang ada cuma "nyerah berjuang"

    ReplyDelete
  17. menjadi gay atau lesbian itu menurut ich "pilihan hidup".

    yang ingin menjalaninya ya monggo, yang enggak ya jangan sampai.

    bisa jadi hari ini normal besok jadi lebian/gay atau pun sebaliknya. marilah kita bercermin pada diri sudahkah mampu mengendalikan diri???

    Kita tidak usah mencampur adukkan agama dan yang lainnya. Tak usah menghujat, atau apa pun tapi KOREKSI DIRI SENDIRI. bagaimana saya???

    Mendekatkan diri kepada Tuhan adalah jalan yang terbaik cz kemana lagi diri ini akan berpulang selain kepada Tuhan.


    Saya yakin di setiap hati sanubari seorang gay/lesbian memiliki jawabannya.

    ReplyDelete
  18. Anak kesayangan dede oetomo dihujat habis-habisan di forum kaskus, ini thread nya

    www.kaskus.us/ showthread.php?t=2226003

    makanya Ko jangan sembarang nge add orang, tidak semua orang cakep itu homo ko, dan tdk semua orang homo itu cakep, contohnya eloe!

    ReplyDelete
  19. Gratis MUG / CANGKIR KERAMIK, hubungi Ko Budi
    Info lengkap di :

    codemafhub.blogspot.com/ 2009/07/ko-budijanto.html

    ReplyDelete
  20. Yap setuju komentar yg menyerang "kelompok lain" seharusnya gak layak ditampilkan. Tp khusus gay kok gak ya wekekek,hrsnya tulis dong "khusus kelompok gay boleh diserang". Klo alesannya agama, agama apa, aliran apa, penafsiran Al-Quran atau Alkitab seperti apa? itu aja udah beda2, kenapa Anda berhak memaksakan pd orang.
    Sekarang orang merasa berhak memaksakan pendapat soal gay itu dosa, entar apa lagi? Bisa jadi nanti orang juga akan merasa berhak memaksakan agamanya yg paling benar. Itulah hal yg bahaya klo utk hal2 yg masih abu2 orang udah berani memaksakan pendapat.

    ReplyDelete
  21. Meski penafsiran al quran beda2 namun selama berabad2 para ulama dari berbagai mazhab sepakat atas keharamannya. anda mungkin akan bilang kami memaksakan pada orang, koreksilah diri sendiri: bukankah anda juga memaksakan pendapat bahwa perilaku homoseksual itu tidak haram?

    Sola penghakiman, kami ini tidak menghakimi, kami hanya menyampaikan apa kata Tuhan dalam kitab suciNya. Dan ini bukan hasil menelan mentah2, tapi dipikir ditelaah dan dikaji selama berabad2 oleh banyak ahli yang lebih pintar dari anda2 semua.

    Tegaskanlah pula: Memiliki ketertarikan seksual pada sesama jenis, melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis, dan merasa ridha dengan perilaku homoseksual dan gerakan gay itu 3 hal yang berbeda. Bisa saja orang punya ketertarikan homoseksual namun ia tulus melawannya, tentu saja itu bukan golongannya Dede dkk dan pasti tidak akan dikecam oleh agamawan, justru akan didukung. Ini pengalaman pribadi, lho. Jadi plz, jangan main klaim.

    ReplyDelete
  22. Dunia abu abu itu kagak ada bos, perbedaan hitam dan putih selalu jelas dan tegas. Yang menciptakan dunia abu abu adalah mereka yg kagak berani mengatakan sesuatu itu benar atau salah. Hakikatnya mereka itu orang yg lemah. Gay itu ada karena mereka takut menjadi laki-laki dan Lesbi itu ada karena mereka takut menjadi perempuan. That's all.

    ReplyDelete
  23. Keberadaan gay,lesbi,waria,dst itu memang JANGAN di nafik kan. Seharusnya mrk diterima dlm pergaulan sehari2 sprt sbgaimana layaknya.Tidak boleh dikucilkan, apalagi di hina2. Tp BUKAN berarti kondisi tsb (gay,lesbi,waria) mrpkn kondisi yg "selayaknya wajar" dan dibiarkan bertumbuh-kembang krn bgmnpun negara kita BERBEDA dgn falsafah di Belanda or dmanapun yg melegalkan gay. Belanda atw dmanapun itu punya alasan mngapa mrk me-legal kan pernikahan gay. itu hak negara tsb. dan HAK Indonesia jg utk memegang falsafah yg diyakini. Indonesia HARUS pny jati diri! Penganut gay/lesbi/waria pny hak yg SAMA untuk sgala bentuk hak sbg warga negara, tp TIDAK utk pernikahan serta pengakuan scr legal (krn Indonesia memang TIDAK me-legal kan hal tsb).

    ReplyDelete
  24. di islam..

    berbuat seks saja sudah termasuk zina.. apalagi kalo melakukannya?
    apalagi kalau terang2an?
    apalagi yg menyimpang?

    ReplyDelete
  25. pejuang hak asasi manusia memang patut dihargai tapi kalau berjuang lalu menyimpang menghalalkan segala cara demi keinginan dan kepentingannya sendiri,itu sama saja dengan ayam didepannya kelihatan tetapi gajah dipelupuk mata tidak kelihatan...

    ReplyDelete
  26. Banyak dari anak-anak sampai orang dewasa yang bunuh diri, di perlakukan semena-mena dan di hina seumur hidup mereka karena seksualitas mereka. Dan ini semua dikarenakan agama?? Agama bukan hanya tak punya bukti tapi minta umat-umat mereka untuk percaya melalui "iman" yang memang artinya buku mereka tidak ada bukti. Menurut saya daripada mendengarkan buku ajaib bin ajaib tanpa bukti bukankah lebih BERMORAL untuk menyelamatkan kehidupan orang lain? Bicara soal moral diri sendiri membantu untuk membunuh anak orang, Tuhan macam apa yang kalian percayai? Tuhan yang menindas orang-orang lemah. Tuhan yang menindas karyanya sendiri. LGBT dibilang tidak bermoral ngaca dong!

    ReplyDelete
  27. menurut q gay emang akan di laknat ma alloh taa la mangka dari itu jauhi dan jangan coba coba

    ReplyDelete
  28. Diana.... silahkan kamu mengeluarkan statement yang super indah dengan dawai bahasa yang menggiurkan.... tapi yakinlah... penyesalan ada bersama kamu.....

    ReplyDelete
  29. dede oetomo cs sebaiknya TAUBAT... TAUBAT...

    ReplyDelete
  30. Tuhan tidak menciptakan manusia selain laki-laki dan perempuan,dan tidak ada alasan apapun untuk menghindari takdir itu....... kalau ada orang yang mengaku dia penyuka sesama jenis.....
    mngkin salah satu penyebabnya adalah darimana makanan yang telah dimakan itu berasal....
    segera bertobatlah wahai anak manusia.....

    ReplyDelete
  31. Sidharta Adhimulya12:02 AM, June 16, 2011

    Sidharta Adhimulya, taoistao@gmail.com,
    Koordinator JITLI(Jaringan Intelektual TAO Liberal Indonesia) :
    Saya heteroseksual, tentang saya bisa dibaca dengan mengetik nama saya di Google.
    Pak Dede Oetomo = senior yang amat saya hormati & kagumi
    Tahun 1999 atas jasa / rekomendasi Pak Dede Oetomo bisa dikucurkan dana sebesar Rp.2 milyard dari luar negeri untuk membantu para pengungsi Madura yang terusir dari Sampit dan Ketapang, Kalimantan. Hebatnya Pak Dede Oetomo lupa atas jasanya itu.
    Dana itulah yang kemudian menjadi bekal kiprah sosial nyata pertama kalinya dari Forum Lintas Agama (FLA), dimana saya = board mewakili umat TAO.
    Bila produsen produk tertentu terlanjur meluncurkan produknya yang cacat, maka perusahaan tersebut akan menarik produk itu dari pasaran dan menggantinya dengan yang bagus, atau lebih baik. Dan citra produsennya memburuk...
    Para pengutuk kaum gay + lesbian + waria selalu memojokkan "produk-produk cacat Tuhan" ini (jika boleh dikategorikan "cacat").
    Katanya Tuhan Maha Sempurna, kok bisa sebagian manusia yang diciptakan "cacat"?.
    Apakah Dorce Gamalama itu sengaja membancikan dirinya, dan sengaja melawan ajaran-ajaran agama yang diyakininya?.
    Apakah adanya tsunami + gempa bumi dan sebagainya karena Tuhan marah?.
    Jangan sok tahu!.
    Jujur saja kiprah sosial Mbak Dorce , Pak Dede Oetomo jauh lebih banyak dibanding sebagian besar dari kita. Apalagi dibanding mereka yang sok moralis, dan selalu berbicara dan bersikap seolah-olah mereka benar-banar tahu kehendakNya?
    Manusia pasti selalu mempunyai keterbatasan memahami kehidupan ini. Jangan sok tahu tentang apa yang terjadi dan menganggap tahu maksud Tuhan dengan sekedar berbekal membaca kitab suci.
    Semua Kitab Suci yang ada adalah kumpulan catatan manusia setelah wafatnya Nabi tertentu versi agamanya.
    Kitab Suci bukan "turun" dari langit lengkap dengan apa yang tercantum di Kitab Suci itu.
    Kita semua amatlah idiot untuk memahami walaupun Tuhan tahu Adam & Hawa akan memakan buah terlarang serta Habil akan membunuh Kain (saudara kandungnya) ,MENGAPA hal-hal itu dibiarkanNya?!.
    Kita harus menghormati perbedaan yang ada pada diri kaum gay + lesbian + waria, asalkan tidak ada kesengajaan mereka untuk membuat orang lain untuk menjadi mempunyai orientasi seks yang berbeda.
    Yuk kita lebih fokus mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih membumi daripada bersikap + bertindak secara picik atas nama keagamaan.
    Bila Anda mengutuk kaum gay + lesbian + waria, jangan lupa mempertanyakan Kemahasempurnaan Tuhanmu!

    ReplyDelete
  32. Dari dalam hati saya, yang hanya bisa saya tuangkan di media ini "Gay bukanlha perbuatan yang disengaja/nafsu yang dikobarkan sesaat, tapi Gay adalah bawaan & anugrah yg diberikan oleh ALLAH S.W.T kepada seorang/beberapa Umat-NYA"
    Semoga ALLAH menerima kaum-NYA dan meringankan dosa kaum Gay jika itu diangga dosa di Akhir Zaman Kelak. Amin.

    ReplyDelete
  33. Gay dan lesbian itu adalah kondisi yang merupakan ujian dari Allah.
    Namun apakah kita akan menyerah bila diciptakan dengan kondisi itu?
    Tentu tidak.
    Tetap istiqomah di jalannya!

    ReplyDelete
  34. Memang susah bagi umat yang beragama dengan pemahaman harafiah untuk menerima kaum gay. Karena apa? Karena mereka menerima mentah-mentah ajaran agama tanpa menggunakan kacamata ilmiah. Masyarakat yang berpikir ilmiah dan sudah mengalami pencerahan berpikir mampu memahami bahwa orientasi seksual seseorang itu sangat dalam tersurat dalam kode genetik seorang manusia: 90% lurus, tapi ada yang gay, dan ada juga yang biseksual. Yah, masih jauh lah masyarakat Indonesia, baik yang Islam, Kristen, dll.

    ReplyDelete
  35. Naudzubillahi min Dzalik !
    Inikah tanda akhir zaman

    ReplyDelete

Silakan menulis komentar Anda di dalam kotak.Terima kasih banyak.