06 July 2008

Meriam Bellina, si cadel yang masih eksis




WALAU HATI MENANGIS
By Pance F. Pondaag

Mungkin lebih baik begini
Menyendiri di sudut kota ini
Kututup pintu hati untuk semua cinta
Walau batin ini menangis

Jangan datang atau titip salam
Hanya menambah luka di hatiku
Hapuslah namaku, hapuslah semua
kisah kasih yang pernah ada

Biarkan aku sendiri
menyendiri tanpa dirimu lagi
Walau harus kuakui
hanyalah kau yang sangat kusayangi
Hatiku pun tak ingin
mencari pengganti dirimu



Banyak artis 1980-an yang hilang ditelan bumi, khususnya penyanyi lagu-lagu pop manis [istilah Menteri Penerangan Hamoko: lagu CENGENG]. Ada yang jadi ibu rumah tangga, pengusaha, dokter, profesional. Kebetulan penyanyi-penyanyi pop cengeng ini berlatar belakang keluarga mampu, mendahulukan sekolah/kuliah. Nyanyi hanya sampingan. Beda dengan sejumlah artis masa kini yang rela mengabaikan sekolah, tidak sempat kuliah, karena sibuk show alias cari uang.

Meriam Bellina satu dari sangat sedikit artis 1980-an yang bertahan. Suaranya cadel, tidak bisa ucap huruf R, tapi masih laris manis. Dia sering ditanggap beberapa tempat hiburan di Surabaya. Penggemarnya juga banyak. Umumnya mereka-mereka yang berusia remaja pada 1980-an. Mereka yang tahu benar kiprah Meriam Bellina sebagai bintang film laris [dan panas] serta pelantun lagu-lagu manis ciptaan Pance F. Pondaag.

Secara musikalitas, Meriam Bellina memang kalah dengan penyanyi-penyanyi top 1980-an macam Vina Panduwinata, Tri Utami, atau Ruth Sahanaya. Mbak Mer sadar itu. Tapi perempuan yang masih laris sebagai bintang film dan sinetron itu menutupinya dengan kemampuan menghibur penonton di panggung. Dia komunikatif sekali. Penonton diajak dialog, nyanyi bersama, goyang bersama.

"Meriam Bellina itu familier banget. Kita tidak sekadar menonton, tapi dibuat terlibat dalam show-nya," ujar Freddy, pengusaha yang juga penggemar lagu-lagu Meriam Belina, khususnya Mulanya Biasa Saja dan Untuk Sebuah Nama.

Meriam Bellina juga tahu bahwa lagu-lagunya yang sendu, cengeng, tak selalu pas dengan tuntutan kafe, pub, atau diskotek. Maka, dia mempersiapkan lagu-lagu Barat dan lokal yang kira-kira disukai pecandu hiburan malam. "Kita kan harus lihat audiens. Dan kebetulan aku juga suka lagu-lagu yang energik lho. Orang sering salah persepsi karena album-album saya memang lagu-lagu manis. Hehehe," ujar Meriam Belina suatu ketika.

Nama Meriam Belina sangat kondang di tahun 1980-an. Aktingnya hebat di usia remaja, berani, dan kebetulan film-filmnya laris manis. Ingat, pada tahun-tahun itu bioskop masih menjadi jujugan masyarakat untuk menikmati hiburan. Televisi hanya satu, TVRI, sehingga hiburan di luar rumah berkembang subur. Maka, siapa tak kenal bintang Cinta di Balik Noda ini?

JB Kristanto, kritikus film, menulis catatan di Kompas 6 Agustus 1984:

"Boby Sandy kali ini berhasil memproduksi mutiara, yang tak lain adalah Meriam Belina. Meriam tampil sebagai remaja Jakarta yang merokok, bersenam, suka balapan motor, pintar nyanyi, luwes menari, suka narkotik. Lengkap sudah.... Meriam Belina pantas dihargai sebagai aktris terbaik 84."

Tahun 1980-an saya masih remaja kencur di pelosok Flores Timur. Tidak ada bioskop di kampung. Video hanya dipunyai baba-baba Tionghoa. Tapi kami menikmati suara sendu Meriam Belina. Lagu-lagu melodius karya Pance--hampir semua lagu di kaset-kaset Meriam Belina ditulis Pance F. Pondaag, diproduksi JK Records--menjadi lagu untuk belajar main gitar di kampung-kampung.

Bermodal tiga kunci, misalnya C, F, G, kita sudah bisa menyanyi diiringi gitar sederhana ala orang kampung. Di kawasan Indonesia Timur memang tidak ada sekolah musik, sehingga anak-anak muda hanya bisa belajar keterampilan musik dasar dari teman-teman sebaya di kampung-kampung. Karena itu, kita tidak mungkin menjadi pemain musik yang ulung. Paling hanya sedikit-sedikit tahu lah.

"Lagu tiga jurus," begitu istilah Remy Sylado menyebut lagu-lagu pop sederhana, tapi laris itu.

Toh, yang jelas, kaset-kaset Meriam Belina sangat laris, setidaknya di Flores. Sama dengan Dian Piesesha atau Obbie Messakh. Waktu itu JK Records memang sedang jaya-jayanya dengan pop manis ala Pance, Obbie, Judhi Kristianto, Wahyu OS, Deddy Dores. Dua toko kaset utama di Jalan Niaga Larantuka waktu itu paling sering  memutar lagu-lagu JK, termasuk Meriam Belina.

Saya dan beberapa teman biasanya agak lama 'nguping' lagu-lagu ini sambil berusaha mengingat syair serta alur melodinya. Pulang ke asrama SMPK San Pankratio di San Dominggo, Larantuka, coba-coba menemukan kunci yang cocok agar bisa dinyanyikan.

Maka, saya belum punya uang untuk membeli kaset pun hafal beberapa hits Meriam Belina. Sebut saja Walau Hati Menangis, Untuk Sebuah Nama, Simfoni Rindu, Kerinduan, Begitu Indah....

"Meriam Belina itu memang 'telor' (istilah Larantuka untuk cadel, tidak bisa R), tapi lagunya enak-enak. Kalau didengarkan malam-malam, wah, rasanya indah sekali. Romantis," kata teman saya, Kanis, yang kemampuan bermain gitarnya cukup baik.

Si Kanis ini tiap hari memainkan lagu-lagu Meriam Belina, Dian Piesesha, Obbie Messakh, Ria Angelina, Lydia Natalia.... ya artis-artis penyanyi JK Records. Bapa mamanya cukup mampu (untuk ukuran NTT) sehingga dia bisa membeli tape recorder cukup bagus--untuk ukuran masa itu--plus mengoleksi kaset-kaset penyanyi populer. Kalau mau hafal lagu-lagu pop, ya, kami meminta bantuan si Kanis ini. Tapi suara teman yang satu ini sebenarnya tidak bagus. Hehehe....

Kenapa saya tiba-tiba membahas Meriam Belina?

Aha, minggu lalu saya mampir ke stan pedagang kaki lima di dekat Masjid Agung Surabaya, kawasan Pagesangan. Dekat kos-kosan saya dulu. Si pedagang ternyata punya beberapa kaset lawas Meriam Belina. Juga kaset berisi 20 lagu hits Meriam Belina produksi JK Records. Semua lagu ditulis Pance Pondaag yang sekarang stroke berat, tidak bisa beraktivitas lagi.

Boleh dikata, 20 lagu itu saya kuasai, setidaknya pernah dengar. Yah, menikmati lagu-lagu lama ibarat menapak tilas masa lalu. Kita jadi ingat teman-teman lama, tetangga, kenalan, penyanyi atawa band kampung, yang pernah membawakan lagu-lagu itu.

Saya, misalnya, ingat si Kanis, teman akrab, yang sekarang entah di mana. Atau, Helen teman sekelas yang juara menyanyi tingkat kabupaten. Band Diana dengan Pak Valens sebagai motornya. Maka, jangan kau remehkan lagu-lagu lama yang sering dicibir sebagai cengeng, tidak bermutu, atau picisan.

20 Hits Meriam Belina Versi JK Records
Semua lagu ditulis Pance F. Pondaag 
Produser:  Judhi Kristianto]

1. Walau Hati Menangis
2. Jangan Salahkan Siapa
3. Senadainya Masih Mungkin
4. Mulanya Biasa Saja
5. Kerinduan
6. Begitu Indah
7. Hello, Apa Kabar
8. Untuk Sebuah Nama
9. Seandainya Berterus Terang
10. Simfoni [Symphony] Rindu

11. Bukan Kau yang Pertama
12. Ingin Dekat Denganmu
13. Mengapa Kita Harus Berpisah
14. Nostalgia Biru
15. Kau dan Hatimu
16. Nikmat Asmara
17. Jangan Pernah Ragukan
18. Aku Percaya
19. Kau, Kau, Kau
20. Senadainya Masih Mungkin





MULANYA BIASA SAJA
By Pance F. Pondaag

Mulanya biasa saja
Kita saling bercanda
Berbincang seadanya
Semua biasa saja

Tak pernah kubayangkan
Akhirnya datang juga
Gelisah dan rinduku
Menyatu dalam mimpi

Malam-malam begini
Termenung kusendiri
Menunggu kau di sini
Kehadiran dirimu

Di kamar sepi bisu
Kucari bayang-bayangmu
Di dalam hati ini
Merindukan dirimu

6 comments:

  1. hehe.. meriam belina, mulanya biasa saja. lagu kenangan waktu aq masih sma. thanks ya tulisannya.

    ReplyDelete
  2. Wew..
    Ni Meriam Bellina artis favorit gw bgt! Liat aj di FS gw ada MB Fans Clubnya!
    arieflame@plasa.com
    Pokona dy the best!!
    Gw jg punya beberapa album lawas dia dari tahun 83-89
    sampe yang terbaru lagu rohani kristen gw suka meskipun gw muslim!

    ReplyDelete
  3. mbak mer emang unik. dia bintang film yg bertahan sampek skarang. lagu2nya khas 80an, pance lah.

    ReplyDelete
  4. mbak mer, saya dulu tidak bisa bilang R, tapi sekarang bisa. saya mau berbagi tips dengan mbak. mungkin mau mencoba?

    ReplyDelete
  5. mbak mer, penyanyi lawas yg aq suka.

    ReplyDelete
  6. Kaset pertama yang gw punya itu kasetnya Meriam Bellina.. Gw suka banget lagunya dan pastinya suara khas Meriam Bellina. Gw sampai hafal semua lagu2nya. Gw fans banget ama Meriam Bellina..! I Love Meriam Bellina..!

    ReplyDelete