07 July 2008

Heri Biola pemusik alternatif



Saya baru saja bertemu Heri Biola. Nama aslinya Heri Andriyanto, tapi disapa begitu karena dia dikenal sebagai seniman biola. Heri kerap tampil di acara-acara kesenian di Sidoarjo, Surabaya, dan sejumlah kota di Jawa Timur. Dia tidak main biola ala pemusik klasik atau pop, tapi mengembangkan gaya sendiri.

Musiknya si Heri Biola sulit didefinisikan. Dia mengajak pendengarnya untuk refleksi. Nada-nadanya ngelangut. Karena permainannya yang unik itu, Heri pernah diajak konser tunggal di Pusat Kebudayaan Prancis [CCCL] Surabaya. "Saya hanya menawarkan ide lewat musik. Tiap orang itu sebenarnya punya ide sendiri-sendiri. Kalau kita kolaborasikan, maka akan menghasilkan komposisi menarik," kata pria kelahiran Krembung, Sidoarjo, 5 Desember 1965, ini.

Bagi Heri, semua manusia itu pada dasarnya seniman. Bisa menghasilkan karya seni. Hanya saja, porsinya berbeda-beda. Ada orang yang terlalu sibuk kerja, cari uang, sehingga tak ada waktu untuk berkarya. Tapi dia bisa menjadi penikmat kesenian. "Saya selalu ingin kolaborasi dengan siapa saja. Nggak harus seniman," ujarnya.

Sejak 1997 Heri Biola dipercaya membina kesenian dan olahraga di SDN Sawotratap 2, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Gaya mengajar pak guru yang satu ini beda dengan guru-guru biasa. Tidak pakai kurikulum dan silabus segala. Siswa diberi kebebasan untuk mengolah rasa dan raga tanpa harus terikat pada pakem klasik.

Heri juga bikin Sanggar Jendela di samping sekolah. "Tiap hari, ya, anak-anak melakukan meditasi dan olah seni di sini," jelasnya.

Di sanggar tersedia berbagai instrumen musik, perangkat jaranan, topeng, tetabuhan, gong, simbal, perkusi. Tanpa banyak pengarahan atau teori, anak-anak dibiarkan bermain. Main musik apa saja. Heri hanya menikmati kreasi anak-anak didiknya. "Intinya memang di bermain. Aspek ini yang sering diabaikan dalam pendidikan kita," ujar Heri.

Acara yang disukai siswa SDN Sawotratap 2 adalah main tanah. Anak-anak disebar di lapangan, kemudian disuruh 'menikmati' tanah. Melukis apa saja, membuat onggokan, dan sebagainya. Bisa main tanah berdua, bertiga, berempat. Tujuannya? "Kerja sama. Mereka bisa saling mengisi, saling melengkapi," papar seniman yang pernah mengisi festival kesenian di Bali itu.

Ngomong-ngomong apa kegiatan Mas Heri sekarang?

"Masih sama. Main biola, berkesenian bersama anak-anak di SDN Sawotratap 2," pungkasnya. Pantas, namanya Heri Biola.

7 comments:

  1. mist_tam@yahoo.com2:35 AM, July 08, 2008

    1997-2000 sewaktu masih duduk di bangku SMA (MAN Sidoarjo) saya pernah berkegiatan dengan mas Heri Biola..beliau pernah diminta membantu Bapak kami (Pembina Teater Kalam MAN Sidoarjo,pak Zabid WS.) dalam sebuah event..emang asik orangnya..seasik lengkingan biolanya..

    ReplyDelete
  2. malem...wah nice blog ni....salam kenal dari waroeng kopi...boleh tukeran link ga??

    ReplyDelete
  3. Saya siraja sam sam alumni sdn sawotratap2 th 2006. Saya kangen pak heri dan ingin menghubunginya

    ReplyDelete
  4. Saya abdul mukhid(is raja sam_sam) alumni sdn swtratap 2 th2006 saya kangen pak heri n ingin menghubunginya

    ReplyDelete
  5. mas hurek Heri BioLa adalah guru terbaik saya, saya bertrimakasih kepada Tuhan karna ada massa dimana saya dipertemukan dengan heri bioLa, Dari keciL saya di gembleng Beliau... DiperkenaLkan apa itu cinta tanah air, bagi saya heri bioLa tak Lain dan tak bukan adalah sosok Soekarno KeciL karena ia selalu menanamkan nation and chararter building....

    ReplyDelete
  6. Ada yg punya no tlp nya on heri biola ngak

    ReplyDelete
  7. pak heri adalah guru terbaik bagi saya beliau mengajari saya dan teman2 tentang kesenian nusantara, tidak hanya itu beliau juga mengajari kami melatih mental agar tidak menjadi badut di masa depan

    ReplyDelete